Laman

Sunday, 2 October 2016

Tips Bisa Sholat Jumat di Korea

Seoul Central Masjid (Itaewon) /doc pribadi
Tinggal di Indonesia atau di negara mayoritas muslim, izin peribadahan bukan jadi masalah. Beda kasus ketika tinggal di Korea contohnya. Sebagian besar warga Indonesia yang tinggal di Korea adalah TKI, dimana mereka bekerja di pabrik dengan jam kerja dan jam istirahat yang sudah ditentukan.

Selain jam kerja yang sudah terjadwal, keberadaan masjid yang letaknya tidak dalam jangkauan jalan kaki dari timpat tinggal menjadikan sebuah alasan untuk beberapa orang tidak sholat Jumat. Sebagai seorang muslim dan laki laki, sholat Jumat merupakan kewajiban.

Berikut beberapa tips yang bisa di coba agar bisa sholat jumat:

1. Minta izin

Cara ini cara paling legal, dan hasilnya beragam. Gue rasa tingkat keberhasilannya kecil. Tapi sebelum dicoba, sebaiknya cobalah terlebih dulu kali aja pemberi izin lagi sadar atau lagi mabok jadi memberikan waktu buat sholat Jumat. 

2. Maksimalkan jam istirahat makan siang

Sebagai contoh jam istirahat 12.30-13.30 dan sholat jumat jam 13.10 maka kemudian estimasikan perjalanan dan berbagai hal lainnya. Makan 10 menit, mandi dan siap siap 10 menit, perjalanan 10 menit naik motor, dan sampai masjid belum telat. Cari info jam sholat jumat di tempat sholat jumat terdekat, kemudian bikin jadwal macam contoh diatas. 

3. Sholat jumat ketika waktu masuk kerja shif malam

Cara ini paling longgar dan paling bebas dari segala permasalahan. Cuma yah alasan capek dan jauh tetap menjadi andalan. Atau ketiduran selepas kerja jadi gak bisa sholat Jumat. Untuk menghindari tertidur maka bisa pergi ke tempat sholat jumat setelah beberes kerja dan langsung pergi ke masjid. Istirahat atau tidur di masjid saja sambil menunggu waktu sholat, pasti nanti dibangunkan oleh takmir masjid.

4. Sholat jumat di asrama atau pabrik dengan teman muslim lainnya

Karena ada pendapat yang memperbolehkan sholat Jumat dengan minimal dua orang, maka cara ini perlu di coba dengan teman muslim yang ada di pabrik. Mengenai tata cara atau aturan bisa tanyakan kepada yang lebih ahli atau bisa browsing/ngeyutub terlebih dahulu baru kemudian menanyakan ke ahlinya.

5. Potong gaji gue bos

Cara ini memang ekstrim yah, tapi misalkan bos mau, tidak menjadi masalah lah gaji di potong satu atau dua jam untuk sholat jumat. Butuh modal banget cara ini tapi tenang yang namanya rezeki itu gak akan kemana gaes. Minta di potong gaji aja, masih banyak bos yang tidak memperbolehkan dengan berbagai alasan. Sungguh terlalu...


Ada banyak cara, walaupun dengan segala keterbatasan, tapi asalkan mau mencoba gue rasa pasti akan diberikan jalan. Usahakan dengan sungguh sungguh dan niat ikhlas untuk beribadah. Jika berbagai alasan yang ada tetap menjadikan tameng, mau diberi tips macam apapun juga tidak berguna. 

Butuh pengorbanan banyak buat sholat jumat, baik itu tenaga ataupun materi. Sebagai contoh teman gue harus langganan taksi buat sholat jumat seharga 16.000 PP itupun sudah harga diskon dari sopir. Atau bahkan minta izin pindah pabrik agar bisa sholat Jumat.

Cobalah dari sekian banyak tips diatas agar bisa sholat Jumat, jalani sekali dan kemudian keputusan ada di tangan anda....


Note : tidak bermaksud menggurui, menasehati, ceramah agama, atau bahkan sok alim hanya bagi tips kali aja perlu...

Sunday, 15 May 2016

Penjual Gaje di Korea

Pengalaman gue itu beragam selama tinggal di Korea, khususnya masalah belanja beberapa barang keperluan. Mulai dari baju, barang elektronik atau bahkan barang kebutuhan pokok sehari hari. Hukum pembeli itu raja tidak selamanya berlaku dan pengalaman pahit yang gue alami dengan beberapa pedagang juga tidak bisa digeneralisir. Intinya sih dimana mana ada penjual yang baik dan penjual yang kurang piknik alias bikin kezel yang beli.

Beli Kamera di Yongsan 

Gue mempunyai kebiasaan, apabila sebelum membeli beberapa barang elektronik terlebih dahulu melakukan browsing tentang barang di Google. Tujuannnya sih biar nanti setelah nyampai tempat langsung mempunyai pilihan dan tidak bingung. You know lah semakin banyak pilihan semakin membuat gue bingung menentukan pilihan. Selain hal tadi dengan survei di google terlebih dulu, bisa memperkirakan harga dan kemampuan gue dalam membeli suatu barang yang diinginkan.

Sudah browsing dan sudah mantap beli merk kamera dengan serie x. Lihat lihat toko dan akhirnya melihat barang yang dinginkan. Tanya harga sama yang jual dan penjual langsung mempersilahkan duduk untuk penawaran dan berbagai hal. Lihat barang, nyoba dan deal harga sudah gue lakukan. Masalahnya adalah penjual dengan ngototnya menawarkan barang lain dengan harga yang gak sesuai budget gue, walaupun kualitas lebih bagus.

Gue masih tidak bergeming untuk barang pilihan sedari awal, dan penjual masih berbusa busa promosi produk X. Nada suara makin meninggi karena gue tetap gak mau beli barang itu, berbegai ucapan gak sopan dengan nada keras dia lontarkan ke gue. Saking sudah sebelnya, gue langsung ngambil kartu debit gue yang dia pegang dan tancap gas pergi dari toko. Penjual masih ngomong dan gue cuma mbatin demi apa cobak ada penjual  punya barang mau di beli kok ribet amat dan malah maksa gue untuk beli yang dia tawarkan. Pengalaman ini adalah pengalam beli barang tak terlupakan sepanjang sejarah gue.

Spec Laptop tidak sesuai brosur

Ini entah kesalahan gue atau yang jual. Tapi gue sih lebih menyalahkan diri sendiri. Ceritanya gue masih belum lama tinggal di Korea dan pengin beli laptop. Yongsan sudah terkenal buat barang macam begitu, gue pun pergi dan melihat barang yang memang sesuai budget.

Lihatlah barang yang memang sesuai harga dan spesifikasi sih menurut gue oke. Nanya harga dan tawar menawar akhirnya deal harga. Barang dibuka segel dan karena gue minta instal program office jadi gue nunggu. Sebelum dikemas lagi, penjual menyuruh gue untuk ngecek sendiri. Pengecekan gue, cuma sudah diinstal office, berarti oke deh.

Permasalahannya adalah di brosur tertulis hard disk 500 giga dan pada saat gue pulang dan buka buka laptop ternyata hardisk hanya 100 giga. Omaigat lah, ini gue yang bego atau penjualnya yang gak bener. Dus laptop dengan alasan malas bawa gue gak minta dan ditinggal di toko. Pesan gue, jadilah pembeli yang pintar jangan kayak gue ini.

Gak punya duit?

Itu adalah pertanyaan lancang yang dilakukan dari penjual ke gue, saat melihat barang barang di Dongdaemun. Duh berasa pengin gampar mulut penjual sama sepatu. Tapi daripada gue darting mending pergi saja ninggilan penjual.

Jadi pengalaman macam ini pernah juga dialami sama teman blogger saat di myengdong. Dengan berbagai alasan apapun gue tetap tidak suka dengan macam penjual macam ini. Gue pribadi gak tahu apakah penjual macam itu melakukan hal yang sama pada penduduk lokal. Atau hanya perlakuan ke beberapa orang yang memang dianggap gak berduit banyak, atau bahkan sebagai cara biar pembeli emosi, kemudian beli barangnya. Yah pembeli juga bisa menunjukan gue punya duit, dengan cara beli barang sama penjual gaje tersebut.

Pertanyaannya dalam bahasa Korea begini bunyinya "Don opso?" Jika sudah ada kata kata itu gue pergi aja dan bye sama penjual kurang karoke itu.

Penjual rajin beberes dan dengan gaya maksa agar segera beli

Tipe ini banyak di pasar atau beberapa di stasiun bawah tanah. Nanya harga, pilih pilih kemudian dia akan agak maksa menurut gue. Selain itu juga jika gue megang barang, penjual langsung beberes dan balik rapi rapi barang yang gue pegang.

Gue rasa penjual macam ini bikin mood belanja gue hilang. Kalau barang gak boleh dipegang atau dicoba taruh saja dilemari display biar berjamur. Kalaupun udah sreg sama barangnya gak usah buru buru juga kali buat nyuruh segera bayar dan berasa ngusir pembeli.

Ambigu dengan  2+1 harga sekian

Model pemasaran dengan promo 2+1 harga sekian, sering gue jumpai di supermarket. Jadi awal datang di Korea masih belum lihai baca baca tentang diskon atau barang promosi. Tapi yang ini murni gue nya aja yang perlu belajar bahasa. Ceritanya produk promosi di cantumin brosur gede 2+1 7500 won. Nah ya sudah murah banget yah beli tiga harga 7500 dalam hati gue, buruanlah masukin keranjang.

Pas bayar kok habis banyak yah, jadi setelah lihat struk ternyata harga produk per item 7500 dan beli dua gratis satu. Demi apa cobak promosi beli dua gratis satu gak di tulis aja cuma di tulis 2+1. Tapi ini gak terjadi sama gue doang sih, teman TKI lain juga pernah mengalaminya. Setelah di pikir pikir, dimana mana kan biasanya harga per-item, gue nya aja yang harus belajar bahasa Korea biar paham promo di supermarket.

Pengalaman itu mengajarkan gue harus lebih hati hati baca promo dan jadilah pembeli yang pintar dan bijak. Untuk tipe penjual gaje dimana mana ada dan gue berdoa semoga cepat insyaf biar calon pembeli gak kabur. Tips nya biar gak menjumpai penjual gaje dan terjebak bahasa promo adalah jangan shoping. Dijamin berhasil dan bikin isi dompet aman guys...


Saturday, 14 May 2016

Salah Gue dan Kasir

Gue rasa dimana kita tinggal akan menjumpai orang baik dan orang jahat. Pembedanya cuma seberapa besar jumlah atau proporsi dari orang baik dan jahat yang ada di daerah tertentu. Gue tidak bisa mengatakan sebagain besar orang Korea itu baik. Tapi gue akan cerita beberapa pengalaman yang cukup bikin kagum dengan negara ini khususnya penduduknya.

Uang kembalian  yang salah

Ceritanya saat itu gue belanja jajan di supermarket dekat pasar tempat tinggal. Saat kasir sudah menghitung semua belanjaan, total belanja senilai dua puluh ribu sekian dan kemudian gue ngasih duit dua lembar puluhan ribu. Saat kasir memberikan uang kembalian, gue kaget karena hanya uang receh bentuk koin yang diberikan, dan kemudian gue bilang bahwa uang buat bayar tadi dua puluh ribu.

Kasir bingung, dikiranya duit gue dua puluh satu ribu. Kasir berusaha menanyakan dan meyakinkan kembali ke gue tentang uang yang tadi dikasih. Dari pada urusan makin panjang kemudian salah satu teman kasir memberi saran untuk melihat rekaman CCTV kasir. Gue dibawa ke kantor, diperlihatkan rekaman CCTV yang mengarah ke kasir. Saat ditayangkan, terlihat jelas kasir menerima uang dua puluh ribu dan menyimpan puluhan ribu dua lembar pada laci kasir.

Beres urusan dan kemudian sisa uang kembalian dikasih. Salah satu pegawai yang memperlihatkan rekaman CCTV mengucapkan minta maaf. Gue bergegas pulang sambil hati bilang, oke deh buat supermarket itu buat service komplain konsumen.

Kartu Kredit tertinggal di Meja Kasir

Setelah kasus uang kembalian yang salah itu, Gue lebih sering menggunakan transaksi non tunai jika melakukan pembayaran. Alasannya sih biar gak salah lagi, gak ribet dan tentunya aman walaupun kita menggunakan kartu debit atau kredit.

Saat belanja kebutuhan sehari hari, gue ribet sama belanjaan, yang mana gue harus beresin belanjaan sendiri setelah kasir menghitungnya. Masuk kantong dan cus pergi gitu saja tanpa sadar bahwa kartu kredit yang habis di pake tertinggal. Saat nunggu untuk menyeberang jalan, hape gue bunyi karena ada panggilan telpon. Gue angkat dan ternyata adalah petugas supermarket yang menelpon, memberitahuakan bahwa kartu kreditnya ketinggalan.

Balik arah dan langsung ke informasi untuk menanyakan hal tersebut, setelah diminta id card Korea gue, baru kemudian kartu kredit diberikan. Dari mana pihak supermarket tahu nomer hp gue, yah dari kartu keanggotaan (member card) yang gue miliki di supermarket itu.

Hape tertinggal di meja rumah makan

Hape tertinggal di rumah makan adalah peristiwa yang gak bakal dilupakan. Sembari menunggu pesanan makanan datang, gue asyik main hape. Makanan tiba, hape di taruh di meja. Selesai makan bawaan kresek di tenteng dan langsung pergi ke meja kasir untuk bayar.

Rute selanjutnya ke supermarket buat belanja jajan dan tanpa sadar hape teringgal di meja makan. Muterin supermarket dan lihat lihat beberapa barang masih belum sadar juga hape tertinggal. Sadar ketika sudah mau pulang dan maksud hati untuk ngecek jadwal bus di hape. Raba raba saku celana, jaket dan ternyata hape gak ada. Menenangkan diri sambil mengingat dan kemudian baru tersadar hape masih tergelatak di meja rumah makan. Lari lari menuju rumah makan, dan ternyata sudah tutup.

Esok harinya, balik ke rumah makan dengan tujuan menanyakan hape yang tertinggal, dan jawabannya, yang ini? sambil menyodorkan dan kondisi hape sudah di charger. Akan tidak khawatir jika tidak ada orang asing yang berada di belakang meja pas gue makan, Sempat berprasangka buruk juga sih semalaman dengan orang asing itu.

Salah Hitung Kasir 

Sabtu pas libur, gue makan di rumah makan dekat asrama gue tinggal. Konsepnya, makan sepuasnya cuma bayar enam ribu. Begitu masuk, gue langsung bayar buat satu orang dengan kartu kredit dan tanpa meminta struk. Sebenarnya setelah ada transaksi di kartu kredit, hape juga langsung ada sms pemberitahuan.

Makan sambil nonton tv, ambil ini ono, pilih ini ono dan akhirnya kenyang tanpa membuka sms pemberitahuan dari kartu kredit. Sampai asrama tiduran sambil buka buka hape dan buka sms. Jedar, gue langsung kaget dimana sms yang intinya transaksi delapan belas ribu. Artinya itu untuk makan tiga orang. Langsung deh buka aplikasi kartu kredit di hape buat melihat detil transaksi yang terjadi di rumah makan itu dan langsung capture.

Gue lari lari menuju rumah makan buat bilang telah terjadi kesalahan pada saat pembayaran. Gue bilang ke kasir, tadi gue makan sendiri tapi kartu kredit gue telah terjadi pembayaran delapan belas ribu. Oke tunggu sebentar jawaban kasir, dan kemudian ngecek di komputer jam berapa gue makan yang bisa dilihat dicapture bukti transaksi kartu kredit. Uang delapan belas ribu balik ke kartu kredit, baru kemudian enam ribu ditarik dari kartu kredit buat bayar makan.

Pengalaman itu membuat gue untuk lebih hati hati lagi saat berurusan dengan kasir dan berusaha untuk tidak ceroboh. Walaupun bisa di urus, bikin gue deg deg-an dan tetiba panik. Gak semua pengalaman baik aja kok, tapi pengalaman buruk tentang urusan beli di Korea juga pernah mengalaminya. Kisahnya seperti apa, tunggu saja buat next postingan di blog ini.

Saturday, 19 March 2016

Bangkok: Beras Thailand

Jalan ke Bangkok sebenarnya bukan prioritas pertama. Kenapa bisa sampai jalan ke Bangkok, gegaranya gue buka situ airasia.com kemudian nyari nyari paket jalan-jalan selama libur Seollal. Seollal untuk versi Korea atau biasa dikenal dengan libur imlek/tahun baru China. Ternyata paket yang sesuai budget hanya ada penawaran ke Bangkok, ya sudahlah pergi aja biar gue eksis.

Pergi ke Bangkok bareng salah satu teman yang pengin pergi liburan dan destinasinya bebas, Naik pesawat kira kira lima jam dari Incheon ke Bangkok. Sampai Bangkok malam dan tinggal naik shuttle bus dengan tujuan stasiun terdekat untuk menuju hotel. Jadi agak elit dikit, gue liburan ke Bangkok terus nginep di hotel bintang tiga plus sarapan untuk dua hari.

Kesan pertama sampai Bangkok yah biasa saja sih kan tata kota dan beberapa hal lain tidak jauh berbeda dengan kota kota di Indonesia. Hanya saja menurut gue transpotasi publik nya sudah lebih lengkap karena sudah dilengkapi dengan MRT (kereta bawah tanah) dan BTS atau kereta yang lintasan di atas tanah. Kesan pertama naik BTS nyaman, adem dan suasana stasiun BTS macam stasiun subway yang ada di Seoul.

Amora NeoLuxe Hotel Bangkok
Ceritanya dapat lokasi penginapan yang ramai, setelah check in beres langsung menuju kamar. Kamar bersih, kasur empuk, kamar mandi kece dan entahlah dua malam tetap saja tidur gue tidak se-nyenyak di kamar asrama yang hanya make matras. Gue rasa sih bau bantal dan iler yang menahun itu yang bikin gue nyenyak tidur di kamar asrama.  

Merasa lapar akhirnya diputuskan nyari makan sambil jalan. Bolehlah nginep di hotel, tapi makannya di pinggir jalan. Menuya ayam di tumis sama daun apa gitu yang menurut gue jika dikunyah menghilangkan semua rasa makanan, karena saking kuatnya rasa langu menurut gue. 

Begitu hambar kau nasi
Masalahnya adalah rasa nasi nya macam beras raskin atau nasi jatah yang hambar, buyar bagai serpihan hati ini jaka tanpamu. Walaupun tumis ayam dengan rasa yang lumayan tapi karena nasinya begitu cuma icip gak banyak dan cuma ngabisin irisan ayam. 

Sarapan di hotelpun rasa nasinya lumayan lebih enak, tapi gue rasa nasi tetap lebih enak masakan ahjuma di kantin pabrik. Abaikan nasi gak enak itu, gue mau cerita jalan jalan ke tempat wisata paling utama di Bangkok. Namanya Grand Palace dengan bangunan dominan gold dan tiket masuk yang menurut gue mahal karena seharga 500 baht. 

Grand Palace
Masalah pergi liburan saat musim libur adalah padatnya tempat wisata oleh turis. Beli tiket aja antri macam antrian sembako, foto foto aja susah karena saking banyaknya orang bersliweran. Demi apa cobak Bangkok punya wisatawan manca negara ampe kayak rumput teki di awal musim hujan. Denger dari bahasanya sih kebanyakan turis rombongan dari China.

Turisnya rame banget gaes
Males cerita panjang lebar dan gak tahu juga sih tentang isi dari grand palace, kan cuma jalan, lihat, photo, aksi narsis udah sih, gitu doang.

Macam masjid tapi beda atap sih

Oke fix, itu bukan emas beneran dan cuma berwarna emas


Kok bisa sih gentengnya bersih dan warna cat selalu ngejreng..
Ya sudah lah itu saja dulu cerita gak penting yang abis pergi ke Bangkok. Bersambung jika sudah mood lagi ngebloggnya dan hasil balik dari Bangkok adalah badan masuk angin dan karena sampai Korea sudah siang nyampe pabrik langsung kerja. Resiko pengin eksis gaes, rela masuk angin dan balik liburan cus langsung kerja.

Gue yang selalu pengin eksis..


Important Questions From Korean


Biar berasa kekinian judul blognya memakai bahasa Inggris ala kadarnya. Ini cuma pengalaman dari saya selaku yang punya blog selama tinggal di Korea sebagai TKI. Apabila ada perbedaan antar sesama WNI yang tinggal di Korea dengan segala macam perbedaan status, sangat mungkin terjadi.

Awal saya datang di Korea beberapa teman satu pabrik yang orang Korea, menanyakan ke saya tentang beberapa hal yang menurut saya agak berbeda dengan pertanyaan yang di tanyakan jika kita berada di Indonesia. Saya tadinya beranggapan kenapa nanya hal yang menurut saya gak penting dan menjurus ke hal pribadi atau privasi tiap individu. Setelah nanya nama beberapa pertanyaan lanjutan yang sering ditanyakan oleh beberapa orang Korea 

Berapa umurmu?

Bagi saya pertanyaan itu sih gak masalah, tapi ini  sangat sensitif jika ditanyakan oleh wanita apalagi jika statusnya masih jones. Penanya dianggap  lancang dengan mulut ganas yang bertanya umur bagi para jones yang mendamba pasangan secepatnya. Awalnya heran sih, kenapa setiap orang nanya umur saya. Penting gak sih? 

Korea mempunyai budaya timur yang kuat, dimana mereka menghormati orang yang lebih tua dan memanggil beberapa sebutan untuk lebih menghormati. Jadi ketika ngobrol ditanya umur mungkin untuk alasan seperti itu kali yah, menurut saya sih begitu. 

Udah Nikah?

Pertanyaan ini beda tipis sama kapan nikah yang menjadi momok terbesar bagi kaum jones dengan umur yang sudah matang. Tapi yang jelas pertanyaan ini lebih mudah dijawab daripada pertanyaan kapan nikah. Jawabannya gampang cuma ada dua yaitu sudah atau belum menikah. Gitu doang urusan kelar. Beda atuhlah sama pertanyaan kapan nikah yang mana akan jadi obrolan paling garing saat ngumpul keluarga besar.

Kenyataannya usia menikah di Korea lebih tua dibanding di Indonesia. Pernah baca berita di KBS Radio dimana survei membuktikan, kebanyakan orang menikah di usia tiga puluhan dan kemudian punya anak satu. Untuk meingkatkan jumlah anak, atau agar orangnya mau punya anak lebih dari satu sampai ada iklan masyarakat biar punya anak dua. Biar ada teman mainnya, karena realnya pertumbuhan penduduknya menurun atau flat aja guys. Beda besar atuh kan sama himbuan dua anak cukup sama program KB.

Punya Pacar?

Nah misal tidak di tanya udah nikah pasti pertanyaannya sudah punya pacar. Haduh ini kan gak penting banget sih jika pertanyaan ini ditanyakan untuk orang yang baru kenal atau kenal belum lama. Berasa biro jodoh yang mau ngiklan kali yah, nanya begituan.

Duit kamu banyak?

Saya rasa ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh orang Korea untuk para TKI. Pertanyaan itu jika diucapkan dalam bahasa Korea "Don mani boroso?" dan telinga saya sudah peka banget dengan pertanyaan ini. 

Naik taksi, supirnya nanya itu. Makan odeng, yang jual juga nanya hal yang sama. Ketemu orang dijalan dan tiba tiba saya hello karena tahu kita orang Indonesia, pertanyaan nya juga itu. Plis deh banyak atau sedikit kan relatif. Dan misalkan banyak, saya juga gak akan ngasih ke eloh kelessss.

Lanjutannya masih ada beberapa pertanyaan lain, tapi itu adalah beberapa pertanyaan terfavorit yang sering ditanyakan. Kalau mau melengkapi silahkan saja, kali saja ada pertanyaan favorit lain yang terlupakan.

Tapi dengan nanya begitu, saya rasa mereka lebih care, karena apa? Korean terlihat sangat cuek dan tidak urusan dengan urasan orang lain. Misal kita lihat di transportasi umum kebanyakan orang akan sibuk dengan hape nya masing masing dengan headset terpasang di kuping.

Misalkan kalian lagi naik subway mau gosipin mereka juga gak peduli, ya iyalah gimana mau peduli kan bahasanya beda, mana mereka tahu artinya. Yang jelas selama mereka masih nanya jawab aja atuhlah macam jawab kuis di tv itu. 

Salam spring ...

Pocheon, South Korea

Saturday, 20 February 2016

Membuat Kartu Kredit Bank Woori


Antara penting dan tidak penting sebenarnya mempunyai kartu kredit. Karena terkadang dengan adanya kartu kredit seseorang akan lebih tergoda berbelanja beberapa keperluan. Saya pribadi berpendapat tergantung peruntukannya saja, kenapa kita perlu membuat kartu kredit. 

Terkait peruntukan, beberapa orang yang sering melakukan transaksi secara online, fungsi kartu kredit sangat efektif untuk segala macam pembayaran. Tetapi sekarang ini kartu debitpun sudah bisa untuk melakukan transaksi dibeberapa situs online. Tapi itu harus meminta layanan tambahan pada kartu debit ke pihak bank agar kartu debit yang kita punya bisa berfungsi layaknya kartu kredit.

Ceritanya, beberapa bank di Korea memperbolehkan warga asing yang tinggal di Korea membuat kartu kredit yang diterbitkan di Korea oleh bank lokal Korea. Sebagai contoh, Woori Bank memberikan penawaran untuk warga asing yang ingin membuat karrtu kredit dengan cara membawa paspor, id card dan memberikan uang jaminan di buku tabungan khusus sebesar lima ratus ribu won plus lima puluh ribu untuk membuat buku tabungan.

Artinya membuat kartu kredit dengan jaminan uang di buku tabungan. Bahasa kerennya jika ingin membuat kartu kredit harus deposit duit sebagai jaminan. Nah karena syarat tersebut, maka tidak ada survey dari pihak bank dan persyaratan lain yang membuat nasabah ribet. Cukup datang ke bank tanda tangan isi data singkat, beres dan selanjutnya kartu kredit akan dikirim ke alamat atau diambil langsung dibank.

Woori Bank Ansan bisa dijadikan pilihan jika ingin membuat kartu kredit, alasanya simpel banget karena disana ada pegawai bank dari Indonesia yang bisa membantu setiap saat. Menurut saya fungsi kartu kredit Woori atau yang lainnnya di Korea sangat membantu untuk beberapa transaksi. Mau shoping online, buat T money tanpa harus isi ulang di mesin dan bahkan misal beli odeng juga bisa bayar dengan kartu kredit. You know lah Korea kan lebih banyak memakai transaksi non tunai dan saya suka itu.

Beli aplikasi di google play atau app store jadi lebih mudah, misalkan make kartu kredit. Saya aja jadi lebih sering beli ebook di google play. Akun paypal juga mensyaratkan adanya kartu kredit dalam pembuatannya. Misalkan suka jalan jalan bisalah buat nyari tiket murah sama hotel.

Jika depositnya lima ratus ribu maka limit yang didapat juga sama, misalkan limitnya mau lebih banyak saya kira harus nambahin deposit uang yang digunakan sebagai jaminan. Dan saya rasa jaminan inilah yang mebuat pihat bank berani menerbitkan kartu kredit untuk orang asing. Jika ada tunggakan tagihan, kabur atau kejadian lain, kan udah ada jaminan, tinggal ambil aja di jaminan tanpa harus nyuruh debt colector.

Konsep kartu kredit pakai dulu bayarnya entar. Jadi dipake terus barulah bulan selanjutnya dapat tagihan. Pembayaran tagihan bisa otomatis diambil dari buku tabungan. Tapi jika limit ratus ribu artinya sebulan cuma bisa dipake sesuai limit, buat ngambil uang tunai juga bisa. 

Setiap transaksi yang dilakukan oleh kartu kredit akan langsung mendapatkan pemberitahuan lewat sms dan kita juga bisa download aplikasinya di smart phone untuk melihat semua jenis transaksi yang ada di kartu kredit. 

Yah gitu aja sih cerita tentang kartu kredit di Korea, kali aja ada yang minat mau bikin. Semoga melancarkan bisnis online atau yang rajin transaksi online lah, selama bijak dalam menggunakan, saya rasa oke saja.


Tuesday, 16 February 2016

BNI Seoul


Tanggal 14 Februari 2016 merupakan hari yang bersejarah bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di Korea. Hari itu, merupakan hari dimana dilakukan grand opening BNI cabang Seoul. Kalau kalian hari itu lagi merayakan kasih sayang, gue sih nge-gaul diacaranya BNI Seoul. Opening BNI cabang Seoul berupa silaturahmi untuk WNI di Korea dengan di-isi ceramah ustad favorit emak gue, yaitu ustad Wijayanto.

Menurut gue, keberadaan bank dari Indonesia di Seoul datang agak terlambat, mengingat beberapa negara yang merupakan basis TKI seperti Hongkong dan Jepang sudah ada sejak beberapa tahun sebelumnya. 

Jadi pas gue datang di acarannya BNI Seoul, gue datang terlambat alias sampai di tempat, ceramah ustad sudah dimulai. Itu artinya gue gak dapat makan siang dan gantinya dapat roti sama air mineral. Duh kenapa tabiat anak kos gue gak hilang hilang sih... *ngarep lunch gratis kakak

Lagi dengerin ceramah
Gue dengerin ceramah ustad, tapi gue gak akan ngeblog isi ceramah ustad Wijayanto. Ustadnya lucu, yang ada gue malah sering ketawa dengan model ceramah ustad yang satu ini. Walaupun lucu, tapi materi dan ilmunya bisa diterima dengan baik oleh hadirin yang datang. Selain ceramah dari ustad, ada sesi perkenalan beberapa produk dari BNI Seoul.

WNI yang datang banyak loh, ruangannya saja hampir penuh. Perlu anda ketahui *penting, gue bisa foto bareng sama ustad Wijayonto plus teman yang lain juga. Penting gak sih ini, yah penting lah. Ini adalah bukti bahwa gue datang acara. Jadi azas no pic hoax akan selalu gue pegang teguh dan sebagai pembelaan kaum narsis macam gue.

Empunya blog yang mana yah..?
Gue rasa sektor pengiriman uang ke Indonesia dari ribuan TKI yang ada di Korea menjadi salah satu prioritas market dari BNI Seoul. Bisa dilihat dari beberapa penawaran menarik dari produk pengiriman uang mulai dari waktu pengiriman sehari sampai, biaya lebih murah dan tidak ada potongan saat sampai di Indonesia. Di BNI Seoul kalian bisa buka tabungan BNI dalam bentuk Won dan US Dollar.

Kata Banner BNI begitu loh...
Bertepatan dengan pembukaan BNI Seoul, para WNI juga bisa langsung membuat buku tabungan BNI atau sekaligus membuat akun pengiriman uang ke Indonesia. Karena lokasi acara satu lantai dengan kantor BNI Seoul maka gue pun iseng iseng cek lokasi. Interior khas BNI seperti di Indonesia dengan sofa berwarna orange. Peresmiannya aja langsung diresmikan oleh Pak Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden RI.

BNI Seoul Office
Fasilitas internet banking juga bisa dinikmati oleh nasabah BNI Seoul. Sesuai aturan di Korea dimana hanya boleh satu akun pengiriman uang ke luar negeri, maka jika kalian akan membuat akun pengiriman uang BNI Seoul, akun pengiriman yang sudah ada sebelumnya otomatis mati. Jadi misalkan berat ninggalin akun yang sudah ada, yah udah nabung won-nya di BNI Seoul. Tapi kalau kurs sama dengan bank lain atau bisa lebih tinggi boleh lah think again. 

Sebagai bank baru yah wajar saja sih masih mempunyai beberapa kekurangan terkait produk dan fasilitas dibanding dengan bank bank lokal Korea. Tapi gue pribadi cukup bangga dengan datangnya BNI di Seoul. 

Segala informasi mengenai pelayanan bisa dinikmati di hari dan jam kerja plus tambahan pelayanan hari minggu untuk mempermudah bagi para TKI. Tempat BNI Seoul sangat strategis dan mudah dicari cukup naik subway line satu atau empat turun di Seoul station exit tiga. Jalan lurus kurang lebih seratus meter dan jika melihat gedung yang bawahnya ada Starbuck itulah gedungnya di lantai delapan.

Untuk update informasi terbaru tentang BNI Seoul bisa di like facebook fanpage di BNI 46 Korea. Bisa nanya apa aja tentang BNI Seoul kecuali nanya pacar atau jodoh. Karena itu bukan kerjaan BNI Seoul, yang jones tawakal aja yah dan tetap semangat...

Saat mengisi daftar hadir, panitia memberikan kalender dan ada event selfi bareng kalender yang sudah di tulis harapan ataupun cita cita. Jadi gue ikutan aja lah, dan doakan gue yah semoga harapan gue itu bisa terwujud. Suruh make hestek dan upload di facebook kemudian tag atau gimana gue lupa. Tapi ya udahlah gue di blog aja #BNI46Korea

Selfi for BNI Seoul....


Saturday, 2 January 2016

Kerja di Korea #3 : Training



Jika semua proses administrasi terkait berkas sudah beres dan di kirim ke BNP2TKI, maka langkah selanjutnya adalah menunggu. Bukan nunggu jawaban gebetan tapi nunggu pengumanan training. Menunggu pengumaman jadwal  training  yang akan dilakukan di Jakarta. Informasi ini bisa diakses di situs BNP2TKI. Jadi harus rajin cek, kalaupun lembaga kursus berjanji meng-upadate informasi ke peserta didik  saya sarankan wajib cek sendiri karena takutnya terlupa dan telat info.

Training di Jakarta dilakukan kurang lebih satu minggu. Kegiatannya banyak seperti makan, tidur, ngising dan on line, duh kalau ini kan wajib bagi semua orang. Yang benar kegiatannya rupa rupa mulai latihan fisik dengan olahraga, belajar bahasa, medical check up lagi, pemeriksaan berkas asli, dan masih banyak lainnya.

Jika itu sudah selesai maka eloh disuruh pulang untuk kemudian menunggu jadwal terbang pemberangkatan ke Korea. Informasi ini bisa diakses via website BNP2TKI dan karena jadwal ini biasanya mendadak dan mempunyai tenggat yang tidak lama maka harus wajib update biar eloh tidak buru buru persiapan terbang dan melakukan perjalanan dari rumah ke Jakarta.

Sebelum terbang eloh ada waktu beberapa hari untuk mengurus kembali beberapa keperluan yang perlu disiapkan sebelum sampai di Korea. Karena tempat berkumpulnya di tempat Training yang ada di Ciracas maka akan ketemu lagi dengan teman training sebelumnya. Keberangkatan dilakukan secara rombongan yang sudah di atur keberangkatannya sampai dengan bandara Soekarno Hatta. Ke bandara juga sudah disediakan bus dan tinggal duduk manis gak pake gula.

Ketika eloh sudah sampai bandara, tinggal melakukan hal hal sebelum proses penerbangan Internasional. Ceritanya wuz dan sampailah di Incheon, Korea. Tenang saja, tidak usah bingung apalagi galau, karena ada ketua rombongan, tinggal ikuti saja ketua rombongan. Biasanya sudah ditunjuk ketua rombongan sebelum terbang. Jika data diri oke dan memang status tidak  bermasalah maka akan tidak timbul permasalahan baru pada saat pemeriksaan imigrasi di Korea. Terkadang akan ada masalah jika calon TKI sudah pernah masuk ke Korea atau eks Korea dan ternyata meningggalkan beberapa masalah saat di Korea sebelumnya.

Begitu sudah kelaur dan beres proses imigrasi Korea maka akan disambut oleh orang yang akan menjemput rombongan ke tempat training. Jadi akan ada training lagi di Korea sebelum ditempatkan di tempat TKI bekerja. Penjemput bisa orang Indonesia yang bekerja di tempat training dan bisa juga orang Korea atau keduanya.

Selama training di Korea sebelum kerja maka akan banyak hal yang akan diberikan oleh TKI. Bisa belajar bahasa Korea lagi, materi tentang kehidupan di Korea, materi tentang keselamatan kerja dan hukum hukum yang ada di Korea. Ini penting, jadi gue sarankan pahami dengan baik dan baca buku yang dibagikan oleh setiap TKI. Ini tentang dirimu sendiri saat di Korea jadi wajib memperhatikan saat dijelaskan oleh pemateri.

Di tempat training yang ada di Korea sudah disediakan makan dan penginapan dengan layak, waktu training kurang lebih seminggu. Jika semua beres dan ternyata beberapa hal oke tinggal saatnya hari penjemputan yang dilakukan oleh bos pemakai TKI. Bos akan menjemputmu untuk sampai pabrik tempat bekerja. Moment ini sangat mengharukan karena TKI akan berpisah dari teman teman yang lain. Walaupun mengharukan tapi tidak usah lebay dengan nangis guling guling di lantai karena itu bikin illfeel bos mu saat menjemput.  Disinilah eloh akan memulai menjalani hidup dan kerja di Korea yang sesungguhnya.

Bersambung...

Note : Kisah versi pemilik blog dan ini adalah post lanjutan dua postingan sebelumnya tentang kerja di Korea

Tahun Baru di Seoul



Tahun baru eloh ngapain? Gue sih berasa paling hits aja karena pas malam pergantian tahun baru bisa pergi ke Seoul.  Ikutan anak anak kekinian memeriahkan malam tahun baru dengan datang ke sebuah acara. Biar udah tiga tahun lebih di Korea, ini baru pertama sih pergi nge-gaul pas malam tahun baru di Seoul. 

Usai janjian dengan beberapa teman disepakati untuk datang diacara penyambutan malam tahun baru di daeran Jongno area Jonggak station. Browsing acara apa sih yang istimewa di tempat itu, ternyata akan dibunyikan lonceng raksasa. Demi apa coba, baru jam sepuluh malam aja, kawasan acara sudah padat dengan lautan manusia berjaket tebal dibawah suhu dingin dahsyat. 

Bosingak Belfry dijadikan sebagai pusat acara untuk merayakan malam tahun baru dikota Seoul. Jadi tempat itu merupakan tempat peninggalan zaman dinasti Joseon dengan bangunan khas tradisonal Korea dilengakapi lonceng raksasa. Dari namanya kan sudah jelas lah yah, kenapa gue ceramah.

Bunyi lonceng raksasa itu katanya sih hanya dibunyikan pada saat hari hari tertentu dan bisa dijadikan hari spesial untuk masyarakat Korea. Contohnya dibunyikan saat hari kemerdekaan Korea, dan tentunya saat malam tahun baru. 

Kepadatan orang nungguin lonceng bunyi
Rakyat Seoul dan sekitarnya akan berbondong bondong datang diacara itu, hanya untuk mendengar bunyi lonceng pas tepat malam pergantian tahun. Tua muda, pria wanita, cantik ganteng, bahkan kaum jones dan mahluk gagal move on juga ikut datang ke situ. 

Jalanan ditutup tepat sebelum beberapa rangkaian acara dimulai, polisi berjaga dan gue rasa jumlahnya semakin menambah kepadatan pengunjung. Saking penasarannya, gue rela berjubel dan jalan bolak balik gaje nyari tempat yang bagus buat nonton lonceng raksasa berbunyi. Jalan aja susah banget, berdesakan biar lolos dari himpitan orang. Gue sampai ngemeng gaje jangan sampai macam tragedi Mina terjadi di Seoul, karena misal terjadi gue makin dosa dan yang jelas karena gue belum kawin. Ok fix abaikan kalimat tadi.

Biar tidak bete nungguin lonceng kamipun sibuk nyari tempat biar bisa lihat panggung. Apa daya karena banyaknya orang kami gak bisa lihat panggung dan hanya bisa lihat dari layar besar. Sibuk foto foto, ada yang merekam, ada pasangan yang pamer kemesraan sambil pelukan, ada yang pingsan dan tentunya ada yang selfi macam gue dkk.

abaikan orang berjaket berbulu, karena itu bukan rombongan kami
Setelah detik detik ijab kabul semakin dekat, eh maksud gue detik detik terakhir tahun 2015, maka hitungan mundur untuk menyambut detik pertama tahun 2016 dimulai. Orang orang-pun ikut berhitung mundur secara serentak dengan bersemangat. Hitungan dimulai dari seratus, kelamaan dong kak kalau dimulai dari seratus, yang benar dimulai dari sepuluh sampai jeng jeng welcome 2016. Lonceng berbunyi sebanyak tiga kali yang dipukul dengan alat besar semacam digotong oleh beberapa pejabat penting Seoul. 

Lonceng berbunyi dan cuma gitu doang tanpa ada kembang api. Berasa garing banget, jadi denger lonceng bunyi, bubar jalan. Semacam bunyi lonceng sekolah dan kemudian para siswa pulang. Jadi setelah itu dilanjut pidato singkat oleh walikota Seoul dan beberapa penampilan artis K-Pop yang gue gak tahu. Rasa kecewa menggelayuti pikiran kami gegara tidak ada kembang api.

Untuk menghilangkan rasa kecewa yang mendera, esoknya sehabis pulang jumatan ritual jalan jalanpun dimulai lagi. Yah cuma liat Namsan Tower aja sih. Namanya juga liburan semua orang berjubel pada pengin jalan jalan, buktinya adalah padatnya kawasan Namsan Tower dan gagal naik cable car gegara antrian panjang macam antrian bagi bagi sembako deh. Nunggu bis ampe gue berakar malah busnya nolak karena saking padatnya bus. 

Pilihan paling sehat untuk bisa ke Namsan Tower adalah jalan kaki dengan menaiki ratusan anak tangga. Yah macam hiking gaul deh daripada balik jalan gak jadi ke Namsan Tower. Beberapa kali datang ke Namsan Tower pas siang, dan ini sudah gelap. Oh Tuhan, sungguh amazing ternyata lihat kota Seoul dimalam hari dari ketinggian. Sepanjang perjalanan engkau akan disuguhi pemandangan kerlap kerlip lampu dari gedung dan jalanan yang ada di Seoul. Napas tersengal sengal jadi panjang lagi deh misal udah lihat Seoul malam hari.

Ternyata ramai juga yang jalan
Sesekali foto foto sambil istirahat adalah cara paling oke biar eloh gak capek. Beberapa tempat memang disediakan semacam deck untuk berfoto dengan panorama malam Seoul yang gemerlap. Bisa kebayang deh macam gue ini yang suka banget lihat pemandangan dari ketinggian. Gratis kakak, soalnya pas gue ke Hongkong harus bayar agar bisa lihat panorama Hongkong dari ketinggian di deck yang kece badai.

Seoul kala malam hari
Tibalah saatnya kami di Namsan Tower yang sudah menyala hijau dimalam hari dengan selamat. Ramai banget walaupun malam dan suhu dingin. Mungkin karena musim liburan akhir tahun. Makan aja harus nunggu kursi kosong. Duh misal gue buka lapak bakso laris gak sih. Beli kopi aja ngantri, foto aja harus sabar nunggu orang biar gak ganggu objek alias model ber-aksi. Ya sudahlah kami sebagai rombongan tante dan om yang gila selfi, sebagai syarat syah maka kami menunaikan selfi dengan latar Namsan Tower

Om om dan Tante tante gila selfi
Rute dilanjutkan ke Itaewon untuk ketemu teman lain yang sudah nunggu. Disonoh sih cuma jalan ngukur jalan seberapa panjang dan lihat dunia malam di Itaewon yang banyak club dan tempat dugem. Kami sebagai anak baik dan rajin menabung cuma makan sambil ngobrol sampai mulut berbusa di rumah makan. Bosen di rumah makan, pindah di kafe yang buka dua puluh empat jam. Kongkow gaul menikmati minuman kopi sampai jam enam pagi. Yang lain asyik ngobrol, gue gak sanggup nahan ngantuk dan akhirnya sedikit terlelap di kursi dan merebahkan kepala di meja. 

Ok guys, seru juga sih ngelayabnya. Cuma gini, pas pagi gue udah merasa tengkuk pegal, mata ngantuk berat, perut kembung, tenggerokan serak. Ok fix gue masuk angin...