Laman

Saturday, 19 December 2015

Kerja di Korea #2



Postingan ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya tentang bagaimana kerja di Korea. Di awal, saya lebih memberikan sedikit tips untuk lebih focus menyiapkan diri dalam menghadapi ujian bahasa Korea. Karena apa? lulus ujian bahasa Korea adalah syarat wajib sebelum mengikuti proses selanjutnya. Setelah usaha dan doamu maksimal dan ternyata membuahkan hasil positif maka baru kemudian menyiapkan proses lanjutan yang berkaitan dengan administrasi.

Berbagai berkas yang perlu disiapkan akan diinformasikan secara jelas untuk kemudian diproses oleh pihak BNP2TKI. Berbagai berkas perlu dipersiapkan, fotokopi KTP, ijazah, pas foto dan masih banyak lainnya. Disinilah biasanya peran lembaga kursus akan membantu peserta didik. Ada beberapa lembaga kursus yang memang menggunakan system dimana semua anak didik akan dibantu segala proses pengurusan tapi ada pula yang memberikan kebebasan peserta didik untuk mengurus berbagai berkasnya sendiri,  yang kemudian setelah lengkap baru di kirim. Jika begitu tentunya akan ada berbagai biaya tambahan yang akan dikenakan  oleh calon TKI dari lembaga kursus.

Medical check up, membuat paspor dilakukan mandiri, kadang proses itulah yang membuat beberapa orang malas, yang kemudian akhirnya menggunakan pelayanan pelayanan yang ditawarkan oleh berbagai lembaga kursus bahasa Korea. Bayar, ikuti arahan dari lembaga kursus, beres deh.

Saya lebih mengarahkan yang minat jadi TKI di Korea, untuk memahami proses bagaimana ke Korea secara lebih detail. Beberapa orang akan  kurang paham jika hanya membaca informasi berbentuk tulisan. Menanyakan langsung berbagai hal yang berkaitan bagaimana proses ke Korea di lembaga kursus atau orang orang yang kerja di Korea adalah baik adanya. Jadi tidak paham baca, masih mendapatkan penjelasan yang detail secara langsung. Baca dan tanyakan langsung adalah cara terbaik  menghindari gagal paham.

Ketika ada pertanyan, eloh ke Korea melu sopo? Yah jelas, dalam hati akan saya jawab melu sama proses dan tahapan yang ada. Bukan ikut sama orang yang bisa bawa saya ke Korea bak koper, tinggal diseret kemudian sampai Korea. Atau pertanyaan kamu bisa bantu saya ke Korea gak? Dan gue mah apah atuh bisa bantu orang kerja di Korea. Saya kan Cuma TKI buruh pabrik dan kalaupun membantu hanya dalam bentuk doa supaya lolos atau ngeblog seperti ini, barang kali bisa memberikan informasi bermanfaat bagi orang orang yang ingin jadi TKI ke Korea.

Saya langsung syok dengan segala macam bentuk pertanyaan sejenis yang saya utarakan diatas. Ketika zaman sudah bisa mengakses segala macam informasi ini masih dalam pola pikir dunia antah berantah  dimana orang lebih ingin cepat bisa tanpa mau melakukan berbagai banyak proses. Kalaupun tidak seperti itu, ada pola pikir "nyangking" saudara atau teman. Ini orang, bukan bawa belanjaan sayur dari pasar pagi yang bisa ditenteng sama tas kresek. Percayalah terkadang beberapa hal tidak selalu instan seperti  indomie.

Penempatan TKI di Korea sepanjang tahun 2010 sampai dengan November 2015 berjumlah 38.646 orang. Tahun 2013 tercatat sebagai tahun paling banyak penempatan dimana angkanya mencapai 9.441 orang. Jadi dengan besarnya kebutuhan jumlah TKI Korea yang dibutuhkan, saya rasa peluang akan semakin besar untuk bisa lolos ke Korea.  


 

Kerja di Korea

Bagaimana bisa kerja di Korea? Jadi itu pertanyaan paling banyak ditanyakan oleh teman teman saya. Kalau tidak salah di blog ini sudah ada postingan yang sedikit bercerita tentang itu. Tapi untuk menjawab beberapa pertanyaan dari teman yang chatting ke saya melalui media sosial, akan ada cerita singkat cara kerja di Korea versi saya. Cekidot....

  1. Niat kerja di Korea sebagai TKI. Niatkan dengan sungguh sungguh bahwa akan kerja di Korea sebagai TKI dengan visa E9 (non profesional worker). Jangan sampai salah niat pergi ke Korea untuk main drama Korea, karena itu susah apalagi jadi artis debut SM Entertainment itu lebih susah lagi. Eloh siapa? 
  2. Kursus Bahasa Korea. Jadi untuk kerja di Korea harus bisa bahasa Korea dan harus lulus ujian bahasa Korea yang rutin diadakan penyeleksian hampir setiap tahun. Dimana tempat kursus bahasa Korea yang bagus? jawaban saya di Korea dong. Kalau di Indonesia semuanya bagus tergantung pilih lembaga yang menurutmu bisa jadi tempat belajar yang asyik.
  3. Daftar Ujian masuk kerja di Korea. Tahapannya pertama harus ujian bahasa terlebih dahulu. Jangan sampai sudah niat dan kursus tapi lupa daftar. Tanpa mendaftar tidak bisa ikut ujian, waktu dan tempat rajin saja cari informasi. 
  4. Jalani test bahasa dengan baik. Jangan lupa berdoa biar lulus dan dapat nilai yang bagus. Sebelum waktu test dilaksanakan gunakan waktu kursus sebaik mungkin untuk belajar bahasa Korea. Jangan belajar bahasa lain, fokus saja bahasa Korea sampai benar benar menguasai kosakata dan materi materi yang diujikan.

Tahapan dasar untuk kerja di Korea versi saya seperti itu. Penempatan TKI di Korea merupakan program G to G yang artinya program kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Korea. Masa kontrak awal tiga tahun dan bisa nambah kontrak selama satu tahun sepuluh bulan. Calon TKI akan ditempatkan di usaha kecil dan menengah yang ada di Korea sebagai karyawan produksi di sebuah pabrik.

Proses untuk menjadi TKI di Korea tidak dilakuan oleh agen penyalur TKI tetapi ditangani langsung oleh BNP2TKI. Lembaga kursus biasanya membantu proses yang berkaitan sebelum keberangkatan. Biaya dan semua persyaratan bisa dilakukan secara online dan segala informasi bisa di akses di situs BNP2TKI.

Syarat umum biar bisa daftar :
  1. Pria dan wanita boleh mendaftar
  2. Usia 18-39 tahun
  3. Minimal pendidikan SLTP
  4. Tidak mempunyai catatan kriminal dan tidak dalam status pencekalan di larang bepergian ke luar negeri
Itu adalah syarat agar bisa ikut test bahasa Korea untuk bisa kerja di Korea. Adapun syarat lebih terperinci pada saat mendaftar ujian bahasa Korea akan ada informasi pada setiap lembaga kursus bahasa Korea atau bisa mengakses informasi di internet. Gampang, mudah, tidak ribet yang penting jalani dan laksanakan, jangan cuma ingin dan niat tanpa ada tindakan. Ada tindakan juga harus benar benar bersungguh sungguh agar bisa lulus ujian bahasa.

Mengenai hal lain yang terkait segala macam kehidupan dan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan di Korea jangan dipikirkan dulu. Fokus pada hal mendasar, baru kemudian berfikir yang lain. Jangan sampai terbayang dengan segala macam Korea, tetapi pada akhirnya ujian bahasa saja tidak lulus. 

Ada niatan dan tertarik silahkan cari lembaga kursus bahasa Korea di daerah anda tinggal. Hampir setiap kabupaten ada lembaga kursus yang memang menyiapkan peserta didik untuk ikut seleksi penerimaan TKI ke Korea. Tanyakan hal mendasar dan bagaimana proses pada pengurus lembaga kursus agar tidak gagal paham mekanisme ke Korea. Atau bisa baca baca dulu tentang kerja di Korea diberbagai situs. 

Kesimpulannya saya cuma TKI dengan pemegang visa E9 jadi jangan tanyakan ke saya tentang bagaimana kerja di Korea selain dengan proses G to G. Apalagi menanyakan informasi beasiswa kuliah, itu malah tidak tahu. Kalau mau nanya tentang jalan jalan di Korea bisa juga ubek-ubek isi blog ini. 

Alamat website BNP2TKI : http://www.bnp2tki.go.id/

Bersambung....

Saturday, 12 December 2015

Internet Banking di Korea

Saya bukan pegawai bank, hanya sebatas customer dua bank di Korea. Biar jadi customer yang baik, saya akan cerita beberapa produk bank yang saya gunakan. Kali saja bisa membantu, kalaupun tidak yah sekedar menghibur. Walaupun ingin menghibur, saya bukan laki laki penghibur macam artis yang bertarif jutaan rupiah itu.

Di Indonesia dan Korea layanan bank sama, tapi sebagai warga pendatang yang selalu ingin hits makanya saya menggunakan beberapa layanan bank yang bisa memudahkan beberapa urusan tentang perbank-an. Internet banking itu adalah salah satu yang baru saya buat agar bisa transfer duit tanpa harus pergi ke ATM atau bank. Biar sambil tiduran, saya bisa transfer duit ke kampung.

Pengorbanan untuk membuat internet banking Bank Woori Ansan bagi saya itu bikin geregetan. Jadi setelah dua kali membuat di Bank Woori Ansan langsung selalu gagal untuk memproses di hape saya. Saya tidak tahu, teller bank nyerah, dan staff yang lain juga sama. Dosa apa hambamu ini, Tuhan...?

Dua kali gagal itu tidak buat saya putus asa, beberapa bulan lalu Bank Woori Ansan datang ke warung Bakso Bejo daerah Songuri. Saya datang untuk mengganti kartu debit dan membuat internet banking lagi. Isi form super simpel dibantu staff, dan proses setting di hape pun di mulai. Staff uthek uthek hape sambil isi ini ono hasilnya gagal, kedua gagal dan ketiga gagal. Sang pakar Bank Woori Ansan pun bertindak, datang ke teller again urus ini ono, setting di hape dan jeng jeng jadilah Internet/Smart Banking Woori di hape saya.

Bukan nomer togel
Di Indonesia pada umumnya menggunakan token untuk membantu proses internet banking. Tapi disini saya hanya dikasih kartu yang berisi angka untuk membantu proses transaksi internet banking. Hanya yang sudah mempunyai akun yang tahu cara menggunakan angka angka itu. Tapi gampang kok, kan yang pakai internet banking tidak disuruh menjumlah, mengurangi, membagi apalagi mengalikan. Pusing-lah kalau gitu caranya, kan itu bukan soal matematika kakak...

Transfer duit mudah, cepat dan tinggal pakai hape saja. Misal kalau ngambil duit yah tetap harus ke ATM lah, kan hapemu itu gak bisa ngeluarin duit. Aplikasi smart banking woori dilengkapi dengan menu bahasa Indonesia. Dijamin tidak bingung dan galau. Belum punya..? bikin saja, misalkan tinggalnya daerah Songuri, Pocheon, Uijongbu bisalah datang tanggal 19 dan 20 Desember 2015 di warung Bakso Bejo. Naik bus turun di songuri tominol, lihat ke atas ada menara mesjid ikuti jalan pasti deh liat warung baksonya. Bank Woori Ansan kurang baik apa cobak?

Kalaupun anda maksa ingin ke ATM yah silahkan, itu urusan eloh ama temen eloh dan tetangga eloh *alay style. ATM yang ada di Korea ada ke-unik-an tersendiri, tetapi secara keseluruhan ATM mau dimana saja yah sama. ATM bank yang ada di Indonesia dan Korea juga sama, berbilik kaca (beberapa), CCTV, mesin dan duit. Kalau semua sudah ada tapi duit tidak ada podo wae lembo. 

Bedanya kalau di Korea mesin ATM dilengkapi dengan tambahan suara saat menggunakan mesin. Mesin otomatis akan ngomel ngomel macam pasanganmu yang tahu kalau eloh ketahuan masih stalking sosmed mantan. Jadi begitu mesin mendeteksi adanya keberadaan orang, mesin akan otomatis bunyi tanpa harus di pencet apalagi di gampar. KDRT dong kakak...

Selain suara, pada mesin ATM terdapat menu pilihan bahasa, tidak hanya bahasa Korea dan English saja loh tetapi dilengkapai bahasa lain seperti bahasa Indonesia. Itu sangat membantu bagi kaum seperti saya yang mengalami gangguan pada bahasa Korea, Englsih dan bahasa bahasa lain. Mesin dilengkapi dengan pilihan untuk mengeprint buku tabungan secara berkala tanpa harus pergi ke teller bank. Dilarang sedih saat membaca buku tabungan, karena isi tergantung dari dirimu sendiri bukan tanggung jawab penerbit.

Suara, pilihan bahasa dan bisa ngeprint tabungan terus apalagi uniknya? Kadang ada beberapa ruang ATM yang menyediakan mesin pengahancur kertas bukti transaksi. Jadi tinggal masukin kertas, langsung deh hancur lebur berkeping keping semacam hatimu misal diputus sama pacar gitu deh.

Mesin penghancur kertas dan tong sampah tampak depan

Mesin penghancur kertas tampak dari atas
Bagi para pengguna kursi roda beberapa mesin ATM didesain berbeda dengan desain pada umumnya, cenderung lebih pendek dan menyesuaikan dengan penggunanya. Duh baik banget deh kamu,,,eh maksudnya baik deh yang bikin ATM, bersahabat sama kaum pemakai kursi roda. Info aja deh, jadi misal mau naik turun tangga di stasiun subway juga disediakan alat khusus untuk pemakai kursi roda. Tinggal pencet tombol datang deh petugasnya.

ATM untuk VIP
Tidak semua ATM di lengkapi seperti fasilitas yang tadi saya tulis, Biasanya terdapat pada mesin ATM yang letaknya bareng dengan banknya. Beberapa ATM juga mempunyai jam operasional yang tidak dua puluh empat jam, jadi misal ingin menggunakan ATM yang dua puluh empat jam bisa menggunakan ATM yang biasanya berada di minimarket. Jumlah ATM sangat banyak dan gampang di jumpai mulai dari stasiun subway sampai mini market kecil yang dekat dengan asrama saya tinggal.

Ingin gabung di facebook Bank Woori Ansan tinggal like saja atau bisa juga follow facebook pakar Bank Woori Ansan (Melda Yani Ibrahim). Info kurs selalu update loh di facebooknya.


Penting : demi suksesnya proses transaksi smart banking ataupun di mesin ATM pastikan duit anda tersedia dan mencukupi. Jika duit habis segera hubungi dompet masing masing...


Tuesday, 8 December 2015

Bali : Horor Sama Sopir Taksi

Liburan di Bali baru sekali dan itupun sendirian, apa istimewa-nya coba..? Perginya sudah lama tapi tidak masalah-kan misal baru ngeblog sekarang. Sebenarnya keinginan ngeblog selalu menggebu gebu, tapi males saja misal sudah pulang kerja, badan capek berasa ingin tiduran manja sembari nge-youtube.

Sebelum cuti sebulan, gue sudah mengatur jadwal kepulangan dengan mampir ke beberapa tempat terlebih dahulu. Setelah mampir Hongkong, gue lanjut ke Bali dengan penerbangan langsung kurang lebih empat jam ditambah perasaan horor pas mau landing gegara roda pesawat sudah nongol, tapi malah kembali terbang karena alasan apa yang gue sendiri tidak tahu. Gue pikir pilotnya lagi galau kali yah mikirin mantan.

Urusan imigrasi di bandara Ngurah Rai Bali menurut gue cepat pelayanannya dan kondisi bandara juga bagus. Keluar bandara sudah disambut oleh beberapa orang yang menawarkan jasa taksi. Ceritanya gue di Bali tidak sewa penginapan tapi numpang di kos salah satu teman sekolah dulu,  yang kerja di daerah Denpasar.  Alamat sudah di tangan dan teman gue sudah bilang naik taksinya burung biru saja paling seratus ribuan.

Pengalaman naik taksi pertama kali pas ke Jakarta, atas rekomendasi banyak orang, naik taksi burung biru saja yang aman. Pas sudah naik ditanya sopir pergi kemana dan gue jawab alamat yang gue tuju. Supir nanya lagi mau lewat mana, gue jawab yang cepat saja pak. Jawaban ngeles, kan gue juga tidak tahu jalan mana yang harus dilewati. Selamat sampai tujuan dan ongkos sesuai argo yang hitungannnya benar. Jadi itu kesan pertama gue naik taksi yang baik dan benar di Jakarta. 

Selama di Korea gue jarang naik taksi. Asrama gue tinggal, dekat dengan halte bus dan cuma jalan tidak genap lima menit. Jadwal bus bisa di akses di hape dan tujuan akhir di salah satu stasiun subway. Kalaupun naik taksi hanya dalam kondisi mendesak dan sudah tidak ada pilihan lain. Hemat kakak...

Ketika di bandara Bali, gue malah tidak bisa lepas dari tawaran supir taksi gelap yang menghampiri. Sudah gue lakukan dengan segala daya upaya, supir tetap nunggu. Setelah tawar menawar harga disepakati harga yang jauh lebih mahal daripada harga taksi argo.

Supirnya berbadan gemuk, hitam dan bertato dan sebelum naik mobil, gue harus jalan menuju parkiran mobil. Sebenarnya agak merasa takut juga. Sudah berada di Indonesia itulah perasaan yang menguatkan gue kala itu, marasa aman dong di negeri sendiri.

Gue langsung ajak nari kecak tuh sopir di mobil. Di-iringi musik yang ada di mobil. Akhirnya gue sadar bahwa itu semua ilusi dan fantasi. Karena yang benar gue mengajak ngobrol sopir taksinya tentang rupa rupa yang ada di Bali. Asyik juga sih diajak ngobrol, bapaknya juga nanya macam macam tentang gue dari mana dan sebagainya. Sampailah di kos teman gue, dengan telpon bolak balik dan nanya berkali kali. Yes gue aman, gue rasa itu hanya perasaan horor belaka sama seseorang.

Biar hemat, selama dua hari gue berkeliling Bali naik motor sewa untuk menuju tempat wisata. Baca petunjuk jalan yang ada, nanya penduduk lokal, sesekali melihat GPS yang ada di hape. Karena lama sudah tidak naik motor maka jalannya pelan dan kuping gue sampai berisik denger bunyi klakson motor lain gegara laju motor gue terlampau lambat sepertinya.

Tanah Lot
Naik motor untuk sampai tanah Lot membuat pantat gue sampai tepos. Jalanan yang dilewati beraspal halus dan tidak terlalu padat. Tempatnya emejing, bikin betah dan biar dapat sunset tungguin aja misal eloh datangnya siang. Pokoknya dijamin derita para kaum jomblo hilang dari muka bumi kalau nongkrong ditempat ini.

Garuda Wisnu Kencana (GWK)
Biar sampai sini gue harus lewati jalanan yang menanjak dan berkelok, dimana gue merasa horor gegara motor sewa-an berasa rodanya kurang beres. Terlebih lagi sebelum sampai tujuan, melihat bule kecelakaan motor dijalan yang gue lewati. Tempatnya cocok buat aksi narsis dan menikmati beberapa budaya dan kesenian Bali.

Sanur Beach
Pantainya tidak seramai Kuta, dan banyak kapal penyeberangan. Berombak kecil, cocok buat bersantai dan sangat tidak direkomendasikan untuk aksi demonstrasi guna menurunkan pimpinan DPR. Apalagi buat demo masak, itu sangat tidak diperbolehkan oleh gue.

Ceritanya udahan dulu dan sebagai penutup ada pose dari empunya blog dengan gaya paling cool. Harap tutup mata jika tidak berkenan melihat aksi penulis blog dan sekiranya mau liburan ke Bali buruan aja kakak.....

matur nuwun wes maca blog ku ya...
Note : tungguin cerita Bali untuk edisi berikutnya yahhhh...


Saturday, 5 December 2015

Cerita Bank di Korea

Mau tidak mau, selama di Korea saya harus berhubungan dengan bank. Sebagai buruh pabrik rasa rasanya tidak banyak interaksi yang sering dengan yang namanya bank. Awal datang di Korea sebelum memulai kerja di pabrik, terlebih dahulu di training lagi di tempat khusus tentang kehidupan di Korea. Saat itulah ada bank yang memang memberi kemudahan dengan datang langsung ke tempat pelatihan untuk membantu para calon pekerja supaya bisa membuat buku tabungan. Saya ingatnya cuma tanda tangan dan mengisi data diri langsung deh jadi buku tabungan dan debit cardnya. Waktu itu dari Woori Bank yang datang jemput bola.

Kemudian sesudah masuk ke pabrik tempat bekerja, dari pihak pabrik membuatkan buku tabungan lagi di Kookmin Bank, yah kami sih tingggal ikutin saja. Sampai sekarang gaji bulanan masuk ke rekening Kookmin Bank yang dibuatkan dari pabrik.

Singkat kisah awal terima gaji sampai tiga bulanan pertama, saya belum kirim duit ke rumah. Karena yah bingung saja cara kirim duitnya bagaimana, terus masih buat jaga jaga saja duitnya kalau nantinya terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Awal kirim duit dari Korea ke rumah, saya langsung datang ke bank. Masalahnya adalah awal datang, bahasa Korea yang saya kuasai masih sangat parah dan sampai sekarangpun masih sama. Dengan bahasa yang terbatas, datanglah saya ke bank dan bilang kalau saya mau kirim duit ke Indonesia. Setelah menunggu dan mengisi data barulah saya dilayani.

Mekanisme kirim di Kookmin Bank pas dulu saya kirim, duit won di tukar US Dollar dulu baru kemudian ditukar ke rupiah, untuk jasa pengiriman biaya dikenakan kepada pengirim. Motode ini, waktu itu kurang menguntungkan bagi saya karena pada saat yang sama nilai tukar rupiah menjadi tidak sama dengan model pengiriman yang dari Won langsung ke rupiah.

Beberapa waktu berlanjut kemudian nanya ke beberapa teman cara kirim duit di Bank agar lebih mudah dan dengan currency yang bagus. Lah tahunya sudah ada cara mudah dengan membuat buku tabungan khusus yang mana buku tabungan itu akan langsung mengirim duit otomatis ketika buku tabungan itu diisi duit. Kemudia lebih dikenal dengan EASY ONE. Bikinlah buku tabungan itu disalah satu bank yang waktu itu hits banget. Korea Exchange Bank (KEB) metodenya duit di kirim ke nomer akun yang sudah dibuat dan di akun itu pemilik sudah mendaftarkan nomer rekening di Indonesia yang akan menerima. Tinggal kirim dan duit nyampe ke Indonesia setelah dua hari-an.

Beberapa bulan cukup membantu tapi yang jadi masalah adalah saya tidak menerima sms pemberitahuan berapa jumlah nominal duit yang saya kirim setelah menjadi rupiah. Padahal sih udah nyantumin no hp, mungkin gegera pulsa habis kali yah. Atau jangan jangan mamah minta pulsa-nya tidak kunjung dikirim oleh anaknya.

Akhirnya saya ganti lagi ke bank lain, saya datang ke Woori Bank dekat pasar tempat langganan beli jajan. Bahasa Korea masih ngehe dan saya langsung ke teller bilang kirim duit dan bikin buku tabungan otomatis. Pegawai bank bingung, saya bingung dan akhirnya kami bertengkar. Ini mah kalau di sinetron kali...

Realnya saya di telponkan langsung Bank Woori yang ada di Jakarta dan akhirnya barulah se-paham bukan se-hati yah catat baik baik itu. Bikin buku tabungan beres dan dijelaskan, tapi kan itu bahasa Korea, saya sih iya iya saja berasa ngerti, padahal mah blas gak tahu. Uji coba, duit saya kirim dan ternyata seminggu belum nyampe. Duh emak di kampung kan udah menanti dengan sabar bagai para jones  yang nunggu jawaban gebetan.

Akhirnya minta tolong sama orang pabrik untuk telpon pihak bank. Jawabannya adalah rekening yang ada di Indonesia nomernya tidak aktif dan duit tetap manja aja di buku tabungan. Demi apa cobak adik saya kirim nomer rekening salah. Benerin nomer rekening by phone  dan sampalah duit ke rumah. OK fain, bye untuk akun buku tabungan itu.

Ansan adalah tempat dimana para pekerja dari berbagai negara ngumpul. Seperti halnya pekerja Indonesia. Waktu itu (dua tahun lalu) dengar informasi dari teman kalau bikin Easy One Woori Bank Ansan dapat galaxy tab gratis. Cuma beli pulsa berapa gitu lupa, kasih ID card dan tablet bisa dipake hanya di Korea saja.

Ini Buku Tabungan atau banner iklan sih...


Yah alasannya sih itu, lumayan lah dapat gratis. Tapi setelah beberapa kirim duit dengan Easy One Woori Bank Ansan kok saya selalu dapat sms berapa jumlah rupiah yang diterima. Itu bikin saya senang banget, secara kan hape selalu sepi bagai hp para jones. Terus ada facebook Woori Bank Ansan atau Melda Yani Ibrahim pegawai bank dari Indonesia yang selalu siap membantu misal ada masalah tentang pengiriman duit. Sunday aja buka kakak, itu kan emejing banget sambil nge-gaya di Ansan bisa lah mampir ke bank.

Sampai sekarang misal kirim duit ke rumah,  masih sama  dengan akun easy one yang buat di Woori Bank Ansan, udah cocok saja gitu. Info yang saya dapat katanya tanggal 19 dan 20 Desember 2015 Bank Woori Ansan mau mangkal di daerah saya tinggal di warung Bakso Mas Bejo di Songuri. Misal yang daerah Pocheon dan Uijeongbu bisa makan bakso sambil kepo-in banknya.

Kirim duit ke nomer rekening sampailah duit ke tangan emak di kampung. Bebas ribet, bebas macet, bebas jambret, dan bebas banjir. Hei hei eloh kira pergi dari Jakarta sehingga bebas dari semua itu.

Ok sekarang udah gitu dulu cerita bank di Korea, kemudian ada part duanya dan kalau bisa sampai bagian keseribu biar kayak sinetron.


Note : cerita ini berdasar pengalaman pribadi pemilk blog belaka


Saturday, 28 November 2015

Macau : Main di Tempat Casino


Macau itu terkenal dengan tempat casino. Informasi yang gue dapat di Macau terdapat tiga puluh tiga tempat casino. Begitu banyaknya tempat casino di Macau membuat gue penasaran untuk sekedar melihat tempat casino paling epic menurut beberapa orang. Masalahnya kan gue tidak paham banget bagaimana itu orang orang bermain di Casino. Haduh setelah melihat langsung itu kayak orang bermain game di timezone.

Sebenarnya dari beberapa tempat casino yang sudah gue datangi di Macau semuanya sangat bagus dan membuat gue takjub dengan segala macam bangunannya. Tetapi yang paling bikin gue betah jalan yah cuma satu yaitu Venetian. Tempat ini jadi tempat paling dituju bagi orang yang berkunjung ke Macau. Karena di Venetian itu akan membuat para pengunjung serasa di benua Eropa khususnya kota Venesia, Italia. 

Cara ke tempat ini mudah, cuma tinggal nunggu shuttle bus gratis di pelabuhan atau bandara yang ada di Macau. Cocok deh buat gue yang suka gratisan. Busnya akan mengantar sampai depan lobby, dan begitu turun dan masuk, siap siap akan terpesona dengan segala apapun yang ada di dalam bangunan. 

Tempat main casino
Bangunan terbagi dalam berbagai peruntukan untuk casino, mall, dan hotel. Ditempat casino hanya orang yang cukup umur yang boleh masuk dan di larang mengambil gambar. Semua dominasi warna gold dan sangat sejuk didalamnya walaupun ramai banget. Tidak semua orang yang ketempat ini untuk shopping atau main casino, banyak pula orang macam gue yang cuma lihat saja sambil foto foto.

Venetian ini sangat terkenal karena didalamnya terdapat kanal buatan yang berkelok kelok yang hampir mengelilingi dalam bangunan mall. Selain kanal buatan indoor, langit langitnya dibikin seperti langit sungguhan dengan warna biru dan berawan. Kanal buatan dilengkapi dengan atraksi perahu dengan mendayung yang bisa dinikmati oleh pengunjung tapi bayar.

haduh bening pisan airnya...
Jadi bangunan disamping kanal itu outlet segala rupa dari baju sampai barang apapun yang kalian mau ada. Tapi saran gue jangan cari Rita pasaraya disini yah gak ada soalnya, apalagi misal eloh cari tukang bakso itu mah entar misal gue jualan disono. Tapi setelah gue lihatin orang orangnya, sebagian yah hanya bernasib seperti gue yang cuma lihat dan gak shoping.

Sorry pemirsa...ada penampakan 
Nah dimanapun eloh berada sempatkan untuk foto yah, misal tidak kalau loh mau ngeblog dikiranya hoax. Sekarang kan sudah zaman dimana no pic hoax atau no pic no hits atau yang lebih mainstream no pic no spirit. Terimakasih buat yang sudah moto-in walaupun gue selalu menggerutu karena hasilnya kurang puas menurut versi gue

Ehm...udah mirip di Venesia?
Saat jalan yang membuat gue selalu mendongak ke atas adalah langit langit yang seoalah olah bergerak layaknya langit beneran. Ini gimana sih kok bisa, udah gitu berasa teduh banget walaupun pas di luar lagi sangat panas. Selain bisa asyik lihatin berbagai macam outlet, beberapa sisi ada pertunjukan dance atau apa yang bisa disaksikan sembari mengisitirahatkan kaki.

Ini indoor kakak...
Misal udah puja puja tempat terus eloh ingin pup atau buang air pastinya pergi ke toilet. Penasaran kan sama toilet kayak apa, apakah macam toilet berbayar seribu kencing dan mandi dua ribu. Kenyataannya gue serasa bukan masuk toilet, diringi musik syahdu, dengan nuansa gold menjadi pilihan utama serta banyak hiasan lampu didindingnya. Demi apa coba toilet macam itu, kacanya saja macam kaca rias. Makin lancar deh pupnya jika toiletnya macam ini.

Toilet epic

Food court
Food court nya yah tidak kalah indah, tempat makan dibuat di tengah dan outlet disamping. Berbagai pilihan menu ada. Tapi misal eloh cari nasi pecel sama tempe goreng, gue rasa sih gak ada. Harganya gue rasa relatif, kan tiap dompet relatif juga isinya.

Tempat ini luas banget dan berasa tidak ada ujungnya, jalan dan terus jalan yah selalu ada jalan dan banyak outlet atau apa sajalah yang sampai gue sendiri gak ngerti itu tempat apa. Jika kalian ingin menginap di hotel yang ada di Venetian gue rasa ide bagus, tapi bagi gue mahal banget.

Mencari jalan keluar di Venetian agak susah, jadi bacalah petunjuk papan yang ada, kalau butuh bertanya silahkan tanya sama beberapa petugas. Kalau memungkinkan ingat ingat dengan baik jalan yang tadi dilewati. Karena apa sih, gue sama teman dibuat bingung untuk mencari jalan keluar dan mencari shuttle bus. Setelah nemu jalan keluar akhirnya keluar gedung dan eloh juga bisa menikmati pemandangan luar gedung yang tak kalah epic. Nyari shuttle bus nya gak tau akhirnya nyebrang jalan buat lihat tempat casino yang lain. 

Gak shopping, gak main casino jadi gue cuma jalan, foto, bengong, duduk bentar ya udah gitu doang di Venetian. Wifi bisa diakses jadi hasrat upload foto di sosmed gue tersalurkan. Gue perginya pas summer ini sudah winter jadi ini berasa buka memori lama. Selama bukan memori disakiti mantan sih, gak masalah atuh...


Friday, 27 November 2015

Aksi Manja di Senado Square



Beberapa perjalanan yang sudah gue lakukan seringnya sendirian. Tapi pas ke Senado Square yang ada di Macau, gue ada teman jalan. Teman satu kamar hostel di Hongkong. Gue berusaha membujuk agar pergi bareng, gegara dia-nya pergi jalannya sendirian juga. Gue promosi kalau harga tiket ferry lebih murah jika beli di hostel. Singkatlah kami berdua ke Macau seharian, dan senangnya adalah gue bisa minta tolong untuk foto-in sampe puas di Macau.

Maaf sajalah gue agak males untuk menjelaskan cara pergi ke Macau naik ferry dari Hongkong, soalnya sudah ada banyak blog yang menjelaskan. Kalaupun males nyari di google, bisalah kau pergi dengan tour travel agar lebih mudah kakak.

Ingin ke Macau sih simpel aja, gara garanya di Korea banyak banget promosi tour ke sana. Pas dilihat fotonya sih emang asyik aja misal bisa ke Macau. Rekomendasi teman nge-blog misal sudah ke Hongkong wajib mampir ke Macau karena lebih cantik.

Bebas Visa untuk pemegang paspor Indonesia selama 30 hari. Mata uangnya MOP dan bisa menggunakan dolar Hongkong untuk segala transaksi. Gue aja pas di Macau gak mengeluarkan duit buat naik bus, kan sudah ada shuttle bus gratis yang mengantarkan wisatawan ke beberapa area hits di Macau.

Uniknya Macau adalah bangunan dan beberapa nama daerah yang menggunakan bahasa Portugis. Yah wajarlah, kan bekas dijajah Portugis sebelum akhirnya diserahkan ke China. Informasi lengkapnya di google saja kakak...

Senado Square itu tempat paling hits di Macau menurut gue. Bangunannya Portugis abis dan namanya pun dengan menggunakan bahasa Portugis. Duh rasa rasanya lidah gue susah untuk melafalkan beberapa nama tempat kalau disana. Katanya sih pembangunannya mendatangkan langsung orang Portugis. Senado Square jane kui opo?

Senado Square
Alun alun kali yah kalau versi orang ngapak macam gue ini. Jadi di tempat itu buat nongkrong, belanja, jalan jalan, makan, selfi dan apapun kegiatan yang eloh mau. Suka suka eloh, asal jangan melanggar aturan aja.

Pas gue ke sana ramai banget, mungkin gegara summer, yang biasanya dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk liburan. Eloh bisa jalan jalan sampai kaki gempor sembari lihatin bangunan unik. Misalkan mau nongkrong manja juga bisa, banyak kafe dan tempat makan. Saran gue adalah puaskan hasrat foto narsis dan selfi eloh pas di Senado Square. 

Nama bangunananya gue gak tau
Kami nyampe tempat ini masih sore, karena ingin menikmati versi malam dengan berbagai cahaya lampu, yah puasin jalan aja sampai gelap, baru lanjut nunggu bus ke pelabuhan buat balik ke Hongkong lagi. Di daerah ini lalu-lintas padat dan banyak dijumpai motor layaknya di kampung gue. Bedanya mungkin gak ada astrea prima tahun 90-an.


gue gak tau namanya

semacam ruko menurut gue
Paling unik dari tempat ini adalah lantai yang terlihat bergelombang. Kenyataannya pas gue datang lantainya rata pemirsa... Jadi lantainya itu tersusun dari beberapa mozaik keramik kecil yang disusun melengkung sehingga menimbulkan efek bergelombang pada lantai. Bagi gue itu emejing sekalih...

Gue lagi aksi manja 
Sebelum pergi ke Macau saya sempat browsing untuk mencari penginapan murah, tetapi hasilnya selalu lebih mahal dari pada Hongkong dan tidak banyak pilihan. Misalkan berencana menikmati Macau sampai berhari hari sih nginep aja di Macau daripada bolak balik dari Hongkong. Perjalanan naik ferry dari Hongkong hanya satu jam dan satu jam itu membuat gue tersiksa dengan kepala puyeng karena mabok laut. 

Bersambung....


Note: buang kata manja saat baca blog ini 


Wednesday, 25 November 2015

Ucapan Hari Guru Anti Mainstream

Beranda facebook gue, hari ini penuh dengan ucapan hari guru yang diucapkan oleh rakyat dunia maya. Kalau tidak ada status hari guru, gue aja tidak tahu kalau ternyata tiap tanggal 24 November diperingati sebagai hari guru. 

Informasi aja nih, ternyata di Korea juga ada hari guru yang diperingati setiap tanggal 15 Mei. Sebelum ngeblog gue iseng iseng browsing, dan ternyata beberapa negara lain, mempunyai hari khusus yang diperingati sebagai hari guru. Wajar sih, guru kan profesi yang mulia. 

Pernah jadi guru?
Curhat aja lah, jadi jaman ketika gue masih kuliah, profesi menjadi guru private pernah gue jalani. Kerja paruh waktu di sela sela jadwal kuliah sebagai upaya untuk me-merdeka-kan diri dari belenggu mamah minta pulsa, eh salah ding bebas belenggu minta duit bulanan sama ortu.

Gue masih ingat betul, dimana gue manaruh surat lamaran di depan rumah kecil sang pemilik les private. Tahapan seleksinya itu yang membuat sampai kapanpun gue inget. Disuruh mengerjakan beberapa macam soal, kemudian memilih soal mana yang akan dijelaskan dihadapan penyeleksi. Yakinlah gue memilih soal matematika, tetapi entah kenapa yah disaat penjelasan gue sendiri malah tidak bisa menyelesaikan itu soal. Mentok aja gitu....

Tapi gegara kurang tenaga kali yah, gue akhirnya tetap diterima menjadi guru private dan langsung diberi siswa untuk ngajar, beruntungnya  adalah anaknya masih SD. Capeknya jadi guru private adalah mulut gue yang untuk berapa jam ngomong terus. Misal jadwal padat dari sore sampe malam baru pulang kos dengan keadaan capek mulut. Pernah ngerasain capek mulut? Cus coba ngomong dari jam tiga sampe jam delapan dengan jeda yang gak lama.

Senangnya jadi guru private, gaji perjam jelas dapat dan tambahannya gue dapat suguhan makanan di rumah anak yang gue private. Mulai dari cemilan sampai makan berat, wajar saja lah dimana kala itu sebagai anak kos yang haus akan makanan. Malahan sampai ada singkatan PMDK alias program makan dua kali, demi penghematan tentunya. Walaupun sebagai guru private tapi kala itu gue cukup menikmati, apalagi misal siswa yang diajarin paham dengan materi yang gue sampaikan. 

Tapi tadi gue nemu foto yang cukup bijaksana dan bikin gue terharu biru...*lebay



Pertanyaan gue sekarang adalah apakah guru guru sekarang sudah semua aktif di facebook sampai beranda gue penuh dengan status ucapan. Beberapa memang sudah aktif di facebook seperti teman sekolah gue yang sekarang menjadi guru. Tapi misal dapat ucapannya cuma di beranda opo yo dadi spesial? Gue rasa sih enggak, yang ada malah kayak eloh ketemu mantan, mlengos aja gituh.

Bisa jadi akan lebih sweet ketika eloh ngasih surat dimeja guru, kemudian memberikan ucapan dengan tulisan tangan dan ditambah ucapan apa gitu. Atau dengan bertemu langsung jabat tangan seraya berucap, dan kalaupun belum bisa, gue rasa eloh bisa kirim pesan ucapan langsung bukan dengan menulis di dinding ratapan facebook. 

Karena profesi guru mulia jadilah sekiranya eloh memberi ucapannya dengan gaya yang elagan dan sweet dong. Jangan hanya cuma ke pacar doang....

Udah sih gitu aja....pengin ngomong itu saja gue harus ada curhat segala di blog. Siapapun eloh nantinya akan jadi guru, karena sebenarnya guru itu tidak hanya di sekolah tetapi dimanapun engkau berada. Guru dari anak anakmu kelak atau bahkan kau bisa menjadi guru kehidupan buat orang lain. Guru di gugu lan ditiru.


Salam winter dari gue yang gak ngucapin hari guru ke para guru


Sunday, 22 November 2015

Seoul City Instagram


Jamuran gak sih blog kesayangan gue ini? Ehm... gue rasa sih, cuma berdebu doang gegara gue jarang posting. Baiklah untuk membersihkan debu pada blog, postingan gue kali ini ngajak eloh eloh semua untuk ikutan mengadu keberuntungan disalah satu kuis yang diadakan oleh akun instagram Seoul City.

Sebelum ikutan kuisnya eloh harus udah punya akun instagram, kalau belum punya baruan bikin akun biar eloh makin hits didunia maya dan tenar disegala penjuru media sosial.

Informasi aja yah, Seoul merupakan ibukota dari negara Korea Selatan yang tenar dengan K-Pop, K-Drama, hondphone SAMSUNG dan tentunya operasi plastik dll. Jadi gue di Korea tinggal disalah satu kota dipinggiran kota Seoul. Sekitar satu jam deh naik bus untuk bisa sampai Seoul. Nah entah bagaimana gue selalu suka dengan segala rupa Seoul gegara serba teratur, bersih dan bersahabat.

Kota Seoul sebelumnya mempunyai slogan Hi Seoul tetapi sekarang sudah berubah slogan menjadi I SEOUL U tepatnya tanggal 23 Oktober 2015 launching ceremony dengan konser K-POP yang meriah. Penentuan slogannyapun diadakan secara polling. I SEOUL U artinya begini :
 
 Between people, there is Seoul.
Between “you” and “I,” among citizens, and among people all around the world… Seoul is at the center of all relationships. Seoul is a city where diverse nationalities and generations, mountains and rivers, ancient palaces and skyscrapers, and all disparate elements coexist in harmony.

Seoul fills the gap between the two dots, which represent passion and relaxation.

The red dot next to “I” signifies passion, while the blue dot next to “U” symbolizes relaxation. Seoul is what allows everything to coexist in harmony, from “my heated passion” to “your calm relaxation.”

The Korean letter “ㅇ” and English letter “O” are brought together as one.

The letter “O” in “SEOUL” is expressed as the Korean letter “ㅇ,” illustrating the pride of Koreans and highlighting Seoul’s coexistence with the rest of the world. The Korean letter “ㅇ” is also the same shape as the traditional Korean door handle. Therefore, it also suggests that “you and I knock on the door to Seoul and walk in together.”

Cara ikutan kuisnya biar kalian dapat hadiah kece berupa 2 aplle watch dan amazon gift card :

  1. Follow akun Seoul City Instagram (https://www.instagram.com/iseoulu/)
  2. Uploud foto tentang Seoul dan kasih kalimat ucapan atau deskripsi tentang Seoul disertai #iseoulu
  3. Kirim postingan ke akun Seoul City Instagram  
 
Misal pengin tau lebih detail caranya bisa langsung cek di SINI. Mudah dan gampang deh...selanjutnya suruh teman loh untuk ikutan, like dan komentar. Setelah usaha sudah kau lakukan selanjutnya tinggal berdoa supaya beruntung dapat hadiah keceh.

Gue aja udah ikutan loh, gue sudah berdoa supaya dapat hadiah selanjutnya bantu gue yah untuk like dan komen postingan di akun instagram gue. Syukur syukur kalian ikhlas follow deh akunnya biar makin banyak followernya. Cek akun IG gue di @antoskm. Misal mau langsung like dan komen ataupun share postingan gue bisa cek di SINI
 
Semoga beruntung.... 
 
 

Saturday, 3 October 2015

Drama KL


Singkat kisah, gue nemu harga tiket pesawat yang murah meriah. Terlebih lagi hari itu masih dalam rangka hari raya Chuseok, dimana semua masyarakat Korea sedang berlibur dan berkumpul bareng keluarga. Jalanan padat dengan kendaraan dan semua tiket pesawat ke Jeju ludes terjual dan hanya menyisakan harga yang mahal.

Gue sendiri dapat libur empat hari dan plus bolos kerja sehari. Rute penerbangannya mengharuskan gue transit dulu sebelum melanjutkan lokasi tujuan. Jadi gue harus transit di KLIA 2 atau Kuala Lumpur International Airport  2 yang dikhususkan untuk maskapai budget. 

Ini adalah kesempatan kali pertama gue, terbang dengan maskapai low budget. Ya iya lah kan gue seringnya naik bus atau subway... Maskapai model gini memberi banyak pilihan pada calon penumpang mau make bagasi atau cuma pergi dengan bawaan cabin saja. Menu makanan di pesawatpun bisa memilih membeli atau tidak tergantung dari calon penumpang. 

Menu yang gue beli
Perjalanan Incheon ke Kuala Lumpur kira kira 6 jam, dan gue sendiri tiba di KLIA 2 jam sepuluh malam. Beres urusan imigrasi yang super cepat, gue langsung membeli tiket kereta untuk menuju KL Sentral seharga 35 ringgit. Nah, dari KL Sentral masih dilanjutkan lagi naik MRT untuk menuju stasiun KLCC dimana salah satu ikon Malaysia berada.

Jadi pergi cepet cepet dan berusaha fokus agar tidak salah jalan hanya untuk satu tujuan yaitu lihat gedung menara kembar atau Petronas Twin Tower. Keluar dari stasiun KLCC, menara itu sudah berdiri kokoh dengan sorot lampu yang sangat terang. Waktu sampai Petronas Twin Tower sudah menunjukan jam setangah dua belas malam, tapi lokasi masih banyak orang yang sedang asyik berfoto atau sekedar duduk menikmati malam di area taman gedung itu.


Gue sendiri begitu sudah lihat langsung gedung itu merasa takjub aja. Tinggi, dan begitu terang dengan lampu sorot kala malam hari. Gue langsung beraksi ambil handphone, keluarkan tongsis dan jeprat jepret selfi asyik dengan bantuan tongsis. Beberapa tempat ada petunjuk untuk ngambil foto agar menghasilkan foto yang bagus, Perlu diketahui juga untuk dapat selfi dengan gedung ini gue rasa mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. Gue aja sampe lihat orang jumpalitan dengan berbagai gaya agar bisa dapat ngambil foto sesuai harapan.

Lokasi gedung ini dijaga oleh beberapa polisi keamanan yang menjaga agar pengunjung tidak berfoto dilokasi lokasi yang sudah diberi garis batas. Pokoknya polisi ini selalu beraksi dan menegur para pengunjung yang tidak tertib. Sekitar gedung ini juga banyak gedung gedung lain khas perkotaan, tapi gue rasa jalanannya tidak sepadat Jakarta.

Ehm...bagus, cuma kalah saing aja sama Petronas twin tower
Jam dua belas malam beberapa lampu sorot gedung dipadamkan dan para polisi gedung itu langsung memberi informasi ke orang orang yang masih dilokasi depan gedung bahwa sudah tutup. Gue aja berkali kali dikasih tahu bukan tempe sama polisi tersebut. Okeh gue tahu keleus cuman kan gue pengin disini dulu. Eloh sih gak tau kalau gue ini pengin ngeksis dulu bentaran....

Selain selfi asyik dengan tongsis gue juga minta bantuan orang untuk ngambilin foto. Dan ternyata hasilnya yah gedungnya gak terlihat, tapi terima kasih aja lah kan udah mau motoin gue. Setelah berkali kali minta tolong orang buat motoin di tempat jalan jalan, tingkat kepuasan gue sangat rendah dengan hasil fotonya. Tapi yah gue sadar juga sih kadang ada faktor X agar dapat foto bagus dan salah satunya adalah objek model nya yang kurang bagus. Okeh fain gue terima itu..

Foto diambil oleh orang yang tak di kenal
Rencana balik ke KL Sentral sih naik MRT lagi tapi apa daya jam operasionalnya sudah tutup. Daripada gue jalan gempor dan gak tau jalan, akhirnya naik taksi yang bertulis bermeter dan gak boleh tawar menawar. Ya elah mobil taksinya jadul abis tapi AC mobil masih dingin. Pas sudah nyampe gue rasa argo cuma nunjukin harga 14 ringgit dan pas mau bayar sopir mencet argo dan gubrag harga jadi 21 ringgit. Ajaib deh, dan gue setengah protes tapi sopirnya bilang buat tips atau apalah gue gak gubris. Wajar kali yah karena sebelum pergi gue baca kalau taksi di Kuala Lumpur itu terjelek di dunia. Ehmmm...tapi di Jakarta juga ada kok yang kayak gitu...

KL Sentral masih rame orang dan beberapa foodcourt dan minimarket masih buka. Gue harus nunggu ampe jam tiga pagi buat naik bus ke bandara. KL sentral itu menurut gue, kawasan sentral dimana semua transportasi terhubung ke beberapa daerah di Malaysia dan yang jelas ada Mall nya. 

Duduk dilantai nyender didinding sambil makan jajan itu yang bisa gue lakukan buat nunggu. Dan tak berapa lama kemudian ada orang Indonesia juga yang senasib dan ternyata mempunyai jadwal penerbangan yang sama. Mayanlah bisa ngobrol biar gak boring gegara hape gue gak bisa konek dengan wifi di KL sentral.  

Gak tidur semalaman dan ampe bosen nunggu itu yang bisa gue lakukan sebelum terbang untuk rute selanjutnya. Ehm...tapi pengorbanan aja kali yah biar bisa eksis di Petronas Twin Tower. Namanya juga hidup katanya harus ada pengorbanan, begitupan juga orang yang demen eksis, mereka juga butuh pengorbanan.

Thanks Tongsis

Sunday, 30 August 2015

Menikmati Desa Tanggulangin


Desa Tanggulangin merupakan desa bagian paling selatan di kecamatan Klirong, Kebumen, Jawa Tengah. Gue sendiri besar dan dilahirkan di Klirong tepatnya desa Bendogarap yang letaknya tidak terlalu jauh dari desa Tanggulangin. Jangan tanyakan ada apa di desa gue, karena desa gue itu tidak punya tempat buat jalan jalan. Mangkanya gue perlu pergi jauh dari desa agar bisa jalan jalan.

Nah ketika gue kecil untuk bisa jalan jalan adalah pergi ke pantai Petanahan atau jalan jalan menapaki jalanan yang dulunya belum beraspal untuk bisa wisata ke desa Tanggulangin itu. Ada apa sih di desa paling selatan itu. Kalau jaman gue masih kecil yang menjadi daya tarik dari desa itu adalah bangunan Menara suar yang terletak di dekat Kali buntu.

Kenapa desa Tanggulangin yang letaknya dekat laut itu tidak punya pantai, yah gegara terhalang Kali Buntu yang membentang panjang. Nah misal eloh eloh yang orang Kebumen atau mana saja dan pengin jalan jalan yang belum mainstream, bisa lah kau tengok desa itu. Gue rasa desa itu punya daya tarik yang bisa dinikmati untuk mata mata kalian yang butuh piknik.

Menara Suar Klirong

Menara Suar Klirong
Saat gue kecil, masih SD, bangunan menara belum lama dibangun. Namanya juga hidup di desa, apapun itu yang baru bisa dijadikan tempat tujuan piknik mendadak. Menara suar tersebut berfungsi untuk tujuan pelayaran, untuk detilnya gue sendiri kurang paham. Bangunan itu yah cuma menara yang tinggi menjulang dan dibawah ada beberapa bangunan seperti komplek rumah kecil yang ditempati oleh para pekerja menara. 

Tempat ini akan ramai dilihat oleh beberapa anak dari desa gue diantaranya, saat puasa. Jadi saat puasa adalah saat dimana beberapa anak desa pergi jalan jalan menyusuri desa untuk cari mangga jatuh dipagi buta sebelum pergi ke masjid untuk subuhan dan masih banyak hal seru lainnya. Gue rasa kalian yang anak desa juga tak jauh beda kok.

Habis subuhan dilanjut jalan jalan sampai sawah yang terletak diujung desa dan kalau pas libur sekolah rute nya bisa sampai Menara suar yang ada di desa Tanggulangin. Hanya sekedar melihat bangunan tinggi itu, bermain pasir didaerah tersebut dan sesekali metik jambu monyet yang kala itu banyak tumbuh disekitar kawasan menara. Sungguh piknik yang teramat sederhana yang membawa kepuasan kala itu. 

Kali Buntu

Kalau misal gue terjemahkan dalam bahasa Indonesia bisa jadi "Sungai Ujung". Jadi sungai itu merupakan sungai yang akan bermuara langsung ke pantai. Kenapa disebut kali buntu mungkin gegara itu kali yah. 

Kali Buntu
Karakteristik dari sungai itu tenang dengan warna air yang menurut gue sudah seperti air laut. Jangan tanyakan kedalaman dan lebar sungai itu, karena gue gak ngukur jadi gak tau. Bisa jadi sungai itu mempunyai kedalaman yang lumayan dan gue rasa masih dalaman cintaku padamuh....*gagal fokus pemirsah

Nah sungai ini juga dijadikan tempat yang kece buat orang yang hobi mancing. Mancing ikan yang jelas bukan mancing keributan yah.

Jaman gue kecil sudah ada beberapa orang yang hoby mancing disitu dan ketika gue udah uzur ini pun masih ada yang demen mancing disitu. Malah gue rasa sekarang ini lebih rame buat para pemancing. Nah gue sangat berharap sekali yah, buat para kru TV yang punya acara mancing, bisa lah kali buntu dijadikan tempat untuk syuting acaranya. Kali aja dapat hasil pancingan yang lebih strike dari sebelumnya.

Mancing gak make mania di Kali Buntu
Saat gue berkunjung di hari lebaran kedua disiang hari yang terik itu sudah banyak orang yang asyik nongkrong di pinggir kali nungguin pancing. Berderet dan terpencar dibawah terik mentari. Malah ada yang bikin tenda kemping gitu biar bisa istirahat disaat nungguin ikan. 

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanggulangin

Bangunan ini belum lama dibangun, kayaknya 2004, yang diresmikan langsung oleh Bupati Kebumen kala itu Rustriningsih. Jadi tempat ini yang buat dijadikan tempat transaksi ikan atau apalah oleh para nelayan setempat yang habis nyari ikan.

TPI Tanggulangin
Seingat gue, jaman gue kecil belum banyak nelayan, tapi sekarang ini sudah lumayan banyak orang yang bekerja sebagai nelayan di daerah tersebut. Pemerintah-pun banyak memberi dukungan dengan pemberian perahu kepada para nelayan dan dibangunlah TPI tersebut.


Nah beberapa perahu nelayan ada yang bersandar di kali buntu tersebut karena letak TPI nya yang tidak terlalu jauh. Hasil tangkapan itu gue rasa tidak banyak yang dijual di daerah gue, karena gue sangat jarang melihat ikan laut hasil tangkapan nelayan berada di pasar. Katanya sih ikan ikan tersebut akan dijual ditempat berbeda dan guepun gak tahu, bisa sampai luar kota yang jelas.

Seiringe berkembangnya kawasan itu, sekarang ini banyak yang mendirikan tambak udang disekitar kawasan TPI tersebut yang merupakan usaha dari perorangan. Usaha tambak udang-nya seperti apa gue sendiri kuarang tahu banyak gegara gue gak update info tentang itu.

Eksodan Komplek

Bebarapa rakyat Indonesia pasti tidak akan lupa dengan bencana Tsunami Aceh. Desa Tanggulangin yang letaknya teramat jauh dengan Aceh akan membawa ingatan eloh tentang bencana tsunami itu. Karena desa itulah yang dijadikan salah satu tempat pemindahan beberapa warga Aceh yang terkena Tsunami.

Eksodan Komplek
Namanya Eksodan merupakan kawasan pesisir laut yang dijadikan salah satu komplek perumahan yang dibangun pemerintah untuk beberapa korban Tsunami. Komplek rumah sederhana siap huni yang dibangun dengan batako dan kayu. Gue masih ingat jaman SMA, gue punya kakak kelas yang pindahan dari Aceh yang tinggal di komplek itu.

Sekarang ini sudah terjadi banyak perubahan, yang dulunya jalanan terjal dengan batu sekarang sudah aspal halus, dan beberapa rumah sudah direnovasi dengan bangunan yang lebih bagus. Puskesmas-pun ada tapi sayang pas gue lihat tempatnya sangat tidak terawat. Selain dihuni orang pindahan korban tsunami juga dihuni oleh beberapa masyarakat sekitar. Mengenai jumlah berapa orang yang pindahan dan warga lokal saya sendiri tidak paham.

Misal ingin pergi ketempat tempat itu tinggal lah pergi ke desa Tanggulangin paling ujung. Nah kalau misal dari arah kota Kebumen bisa lah kau tempuh dengan beberapa petunjuk jalan yang sudah ada. Atau bisa juga gunakan GPS di hape pintar eloh. Duh lah pokoknya gampang, apalagi misal eloh orang Kebumen tidak ada kata bingung yang menyelimuti pikiranmu. Jadi letak menara suar, kali buntu dan kompleks eksoden berdekatan jadi akan bikin rute piknik-mu akan makin mudah.