Laman

Saturday, 19 December 2015

Kerja di Korea #2



Postingan ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya tentang bagaimana kerja di Korea. Di awal, saya lebih memberikan sedikit tips untuk lebih focus menyiapkan diri dalam menghadapi ujian bahasa Korea. Karena apa? lulus ujian bahasa Korea adalah syarat wajib sebelum mengikuti proses selanjutnya. Setelah usaha dan doamu maksimal dan ternyata membuahkan hasil positif maka baru kemudian menyiapkan proses lanjutan yang berkaitan dengan administrasi.

Berbagai berkas yang perlu disiapkan akan diinformasikan secara jelas untuk kemudian diproses oleh pihak BNP2TKI. Berbagai berkas perlu dipersiapkan, fotokopi KTP, ijazah, pas foto dan masih banyak lainnya. Disinilah biasanya peran lembaga kursus akan membantu peserta didik. Ada beberapa lembaga kursus yang memang menggunakan system dimana semua anak didik akan dibantu segala proses pengurusan tapi ada pula yang memberikan kebebasan peserta didik untuk mengurus berbagai berkasnya sendiri,  yang kemudian setelah lengkap baru di kirim. Jika begitu tentunya akan ada berbagai biaya tambahan yang akan dikenakan  oleh calon TKI dari lembaga kursus.

Medical check up, membuat paspor dilakukan mandiri, kadang proses itulah yang membuat beberapa orang malas, yang kemudian akhirnya menggunakan pelayanan pelayanan yang ditawarkan oleh berbagai lembaga kursus bahasa Korea. Bayar, ikuti arahan dari lembaga kursus, beres deh.

Saya lebih mengarahkan yang minat jadi TKI di Korea, untuk memahami proses bagaimana ke Korea secara lebih detail. Beberapa orang akan  kurang paham jika hanya membaca informasi berbentuk tulisan. Menanyakan langsung berbagai hal yang berkaitan bagaimana proses ke Korea di lembaga kursus atau orang orang yang kerja di Korea adalah baik adanya. Jadi tidak paham baca, masih mendapatkan penjelasan yang detail secara langsung. Baca dan tanyakan langsung adalah cara terbaik  menghindari gagal paham.

Ketika ada pertanyan, eloh ke Korea melu sopo? Yah jelas, dalam hati akan saya jawab melu sama proses dan tahapan yang ada. Bukan ikut sama orang yang bisa bawa saya ke Korea bak koper, tinggal diseret kemudian sampai Korea. Atau pertanyaan kamu bisa bantu saya ke Korea gak? Dan gue mah apah atuh bisa bantu orang kerja di Korea. Saya kan Cuma TKI buruh pabrik dan kalaupun membantu hanya dalam bentuk doa supaya lolos atau ngeblog seperti ini, barang kali bisa memberikan informasi bermanfaat bagi orang orang yang ingin jadi TKI ke Korea.

Saya langsung syok dengan segala macam bentuk pertanyaan sejenis yang saya utarakan diatas. Ketika zaman sudah bisa mengakses segala macam informasi ini masih dalam pola pikir dunia antah berantah  dimana orang lebih ingin cepat bisa tanpa mau melakukan berbagai banyak proses. Kalaupun tidak seperti itu, ada pola pikir "nyangking" saudara atau teman. Ini orang, bukan bawa belanjaan sayur dari pasar pagi yang bisa ditenteng sama tas kresek. Percayalah terkadang beberapa hal tidak selalu instan seperti  indomie.

Penempatan TKI di Korea sepanjang tahun 2010 sampai dengan November 2015 berjumlah 38.646 orang. Tahun 2013 tercatat sebagai tahun paling banyak penempatan dimana angkanya mencapai 9.441 orang. Jadi dengan besarnya kebutuhan jumlah TKI Korea yang dibutuhkan, saya rasa peluang akan semakin besar untuk bisa lolos ke Korea.  


 

Kerja di Korea

Bagaimana bisa kerja di Korea? Jadi itu pertanyaan paling banyak ditanyakan oleh teman teman saya. Kalau tidak salah di blog ini sudah ada postingan yang sedikit bercerita tentang itu. Tapi untuk menjawab beberapa pertanyaan dari teman yang chatting ke saya melalui media sosial, akan ada cerita singkat cara kerja di Korea versi saya. Cekidot....

  1. Niat kerja di Korea sebagai TKI. Niatkan dengan sungguh sungguh bahwa akan kerja di Korea sebagai TKI dengan visa E9 (non profesional worker). Jangan sampai salah niat pergi ke Korea untuk main drama Korea, karena itu susah apalagi jadi artis debut SM Entertainment itu lebih susah lagi. Eloh siapa? 
  2. Kursus Bahasa Korea. Jadi untuk kerja di Korea harus bisa bahasa Korea dan harus lulus ujian bahasa Korea yang rutin diadakan penyeleksian hampir setiap tahun. Dimana tempat kursus bahasa Korea yang bagus? jawaban saya di Korea dong. Kalau di Indonesia semuanya bagus tergantung pilih lembaga yang menurutmu bisa jadi tempat belajar yang asyik.
  3. Daftar Ujian masuk kerja di Korea. Tahapannya pertama harus ujian bahasa terlebih dahulu. Jangan sampai sudah niat dan kursus tapi lupa daftar. Tanpa mendaftar tidak bisa ikut ujian, waktu dan tempat rajin saja cari informasi. 
  4. Jalani test bahasa dengan baik. Jangan lupa berdoa biar lulus dan dapat nilai yang bagus. Sebelum waktu test dilaksanakan gunakan waktu kursus sebaik mungkin untuk belajar bahasa Korea. Jangan belajar bahasa lain, fokus saja bahasa Korea sampai benar benar menguasai kosakata dan materi materi yang diujikan.

Tahapan dasar untuk kerja di Korea versi saya seperti itu. Penempatan TKI di Korea merupakan program G to G yang artinya program kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Korea. Masa kontrak awal tiga tahun dan bisa nambah kontrak selama satu tahun sepuluh bulan. Calon TKI akan ditempatkan di usaha kecil dan menengah yang ada di Korea sebagai karyawan produksi di sebuah pabrik.

Proses untuk menjadi TKI di Korea tidak dilakuan oleh agen penyalur TKI tetapi ditangani langsung oleh BNP2TKI. Lembaga kursus biasanya membantu proses yang berkaitan sebelum keberangkatan. Biaya dan semua persyaratan bisa dilakukan secara online dan segala informasi bisa di akses di situs BNP2TKI.

Syarat umum biar bisa daftar :
  1. Pria dan wanita boleh mendaftar
  2. Usia 18-39 tahun
  3. Minimal pendidikan SLTP
  4. Tidak mempunyai catatan kriminal dan tidak dalam status pencekalan di larang bepergian ke luar negeri
Itu adalah syarat agar bisa ikut test bahasa Korea untuk bisa kerja di Korea. Adapun syarat lebih terperinci pada saat mendaftar ujian bahasa Korea akan ada informasi pada setiap lembaga kursus bahasa Korea atau bisa mengakses informasi di internet. Gampang, mudah, tidak ribet yang penting jalani dan laksanakan, jangan cuma ingin dan niat tanpa ada tindakan. Ada tindakan juga harus benar benar bersungguh sungguh agar bisa lulus ujian bahasa.

Mengenai hal lain yang terkait segala macam kehidupan dan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan di Korea jangan dipikirkan dulu. Fokus pada hal mendasar, baru kemudian berfikir yang lain. Jangan sampai terbayang dengan segala macam Korea, tetapi pada akhirnya ujian bahasa saja tidak lulus. 

Ada niatan dan tertarik silahkan cari lembaga kursus bahasa Korea di daerah anda tinggal. Hampir setiap kabupaten ada lembaga kursus yang memang menyiapkan peserta didik untuk ikut seleksi penerimaan TKI ke Korea. Tanyakan hal mendasar dan bagaimana proses pada pengurus lembaga kursus agar tidak gagal paham mekanisme ke Korea. Atau bisa baca baca dulu tentang kerja di Korea diberbagai situs. 

Kesimpulannya saya cuma TKI dengan pemegang visa E9 jadi jangan tanyakan ke saya tentang bagaimana kerja di Korea selain dengan proses G to G. Apalagi menanyakan informasi beasiswa kuliah, itu malah tidak tahu. Kalau mau nanya tentang jalan jalan di Korea bisa juga ubek-ubek isi blog ini. 

Alamat website BNP2TKI : http://www.bnp2tki.go.id/

Bersambung....

Saturday, 12 December 2015

Internet Banking di Korea

Saya bukan pegawai bank, hanya sebatas customer dua bank di Korea. Biar jadi customer yang baik, saya akan cerita beberapa produk bank yang saya gunakan. Kali saja bisa membantu, kalaupun tidak yah sekedar menghibur. Walaupun ingin menghibur, saya bukan laki laki penghibur macam artis yang bertarif jutaan rupiah itu.

Di Indonesia dan Korea layanan bank sama, tapi sebagai warga pendatang yang selalu ingin hits makanya saya menggunakan beberapa layanan bank yang bisa memudahkan beberapa urusan tentang perbank-an. Internet banking itu adalah salah satu yang baru saya buat agar bisa transfer duit tanpa harus pergi ke ATM atau bank. Biar sambil tiduran, saya bisa transfer duit ke kampung.

Pengorbanan untuk membuat internet banking Bank Woori Ansan bagi saya itu bikin geregetan. Jadi setelah dua kali membuat di Bank Woori Ansan langsung selalu gagal untuk memproses di hape saya. Saya tidak tahu, teller bank nyerah, dan staff yang lain juga sama. Dosa apa hambamu ini, Tuhan...?

Dua kali gagal itu tidak buat saya putus asa, beberapa bulan lalu Bank Woori Ansan datang ke warung Bakso Bejo daerah Songuri. Saya datang untuk mengganti kartu debit dan membuat internet banking lagi. Isi form super simpel dibantu staff, dan proses setting di hape pun di mulai. Staff uthek uthek hape sambil isi ini ono hasilnya gagal, kedua gagal dan ketiga gagal. Sang pakar Bank Woori Ansan pun bertindak, datang ke teller again urus ini ono, setting di hape dan jeng jeng jadilah Internet/Smart Banking Woori di hape saya.

Bukan nomer togel
Di Indonesia pada umumnya menggunakan token untuk membantu proses internet banking. Tapi disini saya hanya dikasih kartu yang berisi angka untuk membantu proses transaksi internet banking. Hanya yang sudah mempunyai akun yang tahu cara menggunakan angka angka itu. Tapi gampang kok, kan yang pakai internet banking tidak disuruh menjumlah, mengurangi, membagi apalagi mengalikan. Pusing-lah kalau gitu caranya, kan itu bukan soal matematika kakak...

Transfer duit mudah, cepat dan tinggal pakai hape saja. Misal kalau ngambil duit yah tetap harus ke ATM lah, kan hapemu itu gak bisa ngeluarin duit. Aplikasi smart banking woori dilengkapi dengan menu bahasa Indonesia. Dijamin tidak bingung dan galau. Belum punya..? bikin saja, misalkan tinggalnya daerah Songuri, Pocheon, Uijongbu bisalah datang tanggal 19 dan 20 Desember 2015 di warung Bakso Bejo. Naik bus turun di songuri tominol, lihat ke atas ada menara mesjid ikuti jalan pasti deh liat warung baksonya. Bank Woori Ansan kurang baik apa cobak?

Kalaupun anda maksa ingin ke ATM yah silahkan, itu urusan eloh ama temen eloh dan tetangga eloh *alay style. ATM yang ada di Korea ada ke-unik-an tersendiri, tetapi secara keseluruhan ATM mau dimana saja yah sama. ATM bank yang ada di Indonesia dan Korea juga sama, berbilik kaca (beberapa), CCTV, mesin dan duit. Kalau semua sudah ada tapi duit tidak ada podo wae lembo. 

Bedanya kalau di Korea mesin ATM dilengkapi dengan tambahan suara saat menggunakan mesin. Mesin otomatis akan ngomel ngomel macam pasanganmu yang tahu kalau eloh ketahuan masih stalking sosmed mantan. Jadi begitu mesin mendeteksi adanya keberadaan orang, mesin akan otomatis bunyi tanpa harus di pencet apalagi di gampar. KDRT dong kakak...

Selain suara, pada mesin ATM terdapat menu pilihan bahasa, tidak hanya bahasa Korea dan English saja loh tetapi dilengkapai bahasa lain seperti bahasa Indonesia. Itu sangat membantu bagi kaum seperti saya yang mengalami gangguan pada bahasa Korea, Englsih dan bahasa bahasa lain. Mesin dilengkapi dengan pilihan untuk mengeprint buku tabungan secara berkala tanpa harus pergi ke teller bank. Dilarang sedih saat membaca buku tabungan, karena isi tergantung dari dirimu sendiri bukan tanggung jawab penerbit.

Suara, pilihan bahasa dan bisa ngeprint tabungan terus apalagi uniknya? Kadang ada beberapa ruang ATM yang menyediakan mesin pengahancur kertas bukti transaksi. Jadi tinggal masukin kertas, langsung deh hancur lebur berkeping keping semacam hatimu misal diputus sama pacar gitu deh.

Mesin penghancur kertas dan tong sampah tampak depan

Mesin penghancur kertas tampak dari atas
Bagi para pengguna kursi roda beberapa mesin ATM didesain berbeda dengan desain pada umumnya, cenderung lebih pendek dan menyesuaikan dengan penggunanya. Duh baik banget deh kamu,,,eh maksudnya baik deh yang bikin ATM, bersahabat sama kaum pemakai kursi roda. Info aja deh, jadi misal mau naik turun tangga di stasiun subway juga disediakan alat khusus untuk pemakai kursi roda. Tinggal pencet tombol datang deh petugasnya.

ATM untuk VIP
Tidak semua ATM di lengkapi seperti fasilitas yang tadi saya tulis, Biasanya terdapat pada mesin ATM yang letaknya bareng dengan banknya. Beberapa ATM juga mempunyai jam operasional yang tidak dua puluh empat jam, jadi misal ingin menggunakan ATM yang dua puluh empat jam bisa menggunakan ATM yang biasanya berada di minimarket. Jumlah ATM sangat banyak dan gampang di jumpai mulai dari stasiun subway sampai mini market kecil yang dekat dengan asrama saya tinggal.

Ingin gabung di facebook Bank Woori Ansan tinggal like saja atau bisa juga follow facebook pakar Bank Woori Ansan (Melda Yani Ibrahim). Info kurs selalu update loh di facebooknya.


Penting : demi suksesnya proses transaksi smart banking ataupun di mesin ATM pastikan duit anda tersedia dan mencukupi. Jika duit habis segera hubungi dompet masing masing...


Tuesday, 8 December 2015

Bali : Horor Sama Sopir Taksi

Liburan di Bali baru sekali dan itupun sendirian, apa istimewa-nya coba..? Perginya sudah lama tapi tidak masalah-kan misal baru ngeblog sekarang. Sebenarnya keinginan ngeblog selalu menggebu gebu, tapi males saja misal sudah pulang kerja, badan capek berasa ingin tiduran manja sembari nge-youtube.

Sebelum cuti sebulan, gue sudah mengatur jadwal kepulangan dengan mampir ke beberapa tempat terlebih dahulu. Setelah mampir Hongkong, gue lanjut ke Bali dengan penerbangan langsung kurang lebih empat jam ditambah perasaan horor pas mau landing gegara roda pesawat sudah nongol, tapi malah kembali terbang karena alasan apa yang gue sendiri tidak tahu. Gue pikir pilotnya lagi galau kali yah mikirin mantan.

Urusan imigrasi di bandara Ngurah Rai Bali menurut gue cepat pelayanannya dan kondisi bandara juga bagus. Keluar bandara sudah disambut oleh beberapa orang yang menawarkan jasa taksi. Ceritanya gue di Bali tidak sewa penginapan tapi numpang di kos salah satu teman sekolah dulu,  yang kerja di daerah Denpasar.  Alamat sudah di tangan dan teman gue sudah bilang naik taksinya burung biru saja paling seratus ribuan.

Pengalaman naik taksi pertama kali pas ke Jakarta, atas rekomendasi banyak orang, naik taksi burung biru saja yang aman. Pas sudah naik ditanya sopir pergi kemana dan gue jawab alamat yang gue tuju. Supir nanya lagi mau lewat mana, gue jawab yang cepat saja pak. Jawaban ngeles, kan gue juga tidak tahu jalan mana yang harus dilewati. Selamat sampai tujuan dan ongkos sesuai argo yang hitungannnya benar. Jadi itu kesan pertama gue naik taksi yang baik dan benar di Jakarta. 

Selama di Korea gue jarang naik taksi. Asrama gue tinggal, dekat dengan halte bus dan cuma jalan tidak genap lima menit. Jadwal bus bisa di akses di hape dan tujuan akhir di salah satu stasiun subway. Kalaupun naik taksi hanya dalam kondisi mendesak dan sudah tidak ada pilihan lain. Hemat kakak...

Ketika di bandara Bali, gue malah tidak bisa lepas dari tawaran supir taksi gelap yang menghampiri. Sudah gue lakukan dengan segala daya upaya, supir tetap nunggu. Setelah tawar menawar harga disepakati harga yang jauh lebih mahal daripada harga taksi argo.

Supirnya berbadan gemuk, hitam dan bertato dan sebelum naik mobil, gue harus jalan menuju parkiran mobil. Sebenarnya agak merasa takut juga. Sudah berada di Indonesia itulah perasaan yang menguatkan gue kala itu, marasa aman dong di negeri sendiri.

Gue langsung ajak nari kecak tuh sopir di mobil. Di-iringi musik yang ada di mobil. Akhirnya gue sadar bahwa itu semua ilusi dan fantasi. Karena yang benar gue mengajak ngobrol sopir taksinya tentang rupa rupa yang ada di Bali. Asyik juga sih diajak ngobrol, bapaknya juga nanya macam macam tentang gue dari mana dan sebagainya. Sampailah di kos teman gue, dengan telpon bolak balik dan nanya berkali kali. Yes gue aman, gue rasa itu hanya perasaan horor belaka sama seseorang.

Biar hemat, selama dua hari gue berkeliling Bali naik motor sewa untuk menuju tempat wisata. Baca petunjuk jalan yang ada, nanya penduduk lokal, sesekali melihat GPS yang ada di hape. Karena lama sudah tidak naik motor maka jalannya pelan dan kuping gue sampai berisik denger bunyi klakson motor lain gegara laju motor gue terlampau lambat sepertinya.

Tanah Lot
Naik motor untuk sampai tanah Lot membuat pantat gue sampai tepos. Jalanan yang dilewati beraspal halus dan tidak terlalu padat. Tempatnya emejing, bikin betah dan biar dapat sunset tungguin aja misal eloh datangnya siang. Pokoknya dijamin derita para kaum jomblo hilang dari muka bumi kalau nongkrong ditempat ini.

Garuda Wisnu Kencana (GWK)
Biar sampai sini gue harus lewati jalanan yang menanjak dan berkelok, dimana gue merasa horor gegara motor sewa-an berasa rodanya kurang beres. Terlebih lagi sebelum sampai tujuan, melihat bule kecelakaan motor dijalan yang gue lewati. Tempatnya cocok buat aksi narsis dan menikmati beberapa budaya dan kesenian Bali.

Sanur Beach
Pantainya tidak seramai Kuta, dan banyak kapal penyeberangan. Berombak kecil, cocok buat bersantai dan sangat tidak direkomendasikan untuk aksi demonstrasi guna menurunkan pimpinan DPR. Apalagi buat demo masak, itu sangat tidak diperbolehkan oleh gue.

Ceritanya udahan dulu dan sebagai penutup ada pose dari empunya blog dengan gaya paling cool. Harap tutup mata jika tidak berkenan melihat aksi penulis blog dan sekiranya mau liburan ke Bali buruan aja kakak.....

matur nuwun wes maca blog ku ya...
Note : tungguin cerita Bali untuk edisi berikutnya yahhhh...


Saturday, 5 December 2015

Cerita Bank di Korea

Mau tidak mau, selama di Korea saya harus berhubungan dengan bank. Sebagai buruh pabrik rasa rasanya tidak banyak interaksi yang sering dengan yang namanya bank. Awal datang di Korea sebelum memulai kerja di pabrik, terlebih dahulu di training lagi di tempat khusus tentang kehidupan di Korea. Saat itulah ada bank yang memang memberi kemudahan dengan datang langsung ke tempat pelatihan untuk membantu para calon pekerja supaya bisa membuat buku tabungan. Saya ingatnya cuma tanda tangan dan mengisi data diri langsung deh jadi buku tabungan dan debit cardnya. Waktu itu dari Woori Bank yang datang jemput bola.

Kemudian sesudah masuk ke pabrik tempat bekerja, dari pihak pabrik membuatkan buku tabungan lagi di Kookmin Bank, yah kami sih tingggal ikutin saja. Sampai sekarang gaji bulanan masuk ke rekening Kookmin Bank yang dibuatkan dari pabrik.

Singkat kisah awal terima gaji sampai tiga bulanan pertama, saya belum kirim duit ke rumah. Karena yah bingung saja cara kirim duitnya bagaimana, terus masih buat jaga jaga saja duitnya kalau nantinya terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Awal kirim duit dari Korea ke rumah, saya langsung datang ke bank. Masalahnya adalah awal datang, bahasa Korea yang saya kuasai masih sangat parah dan sampai sekarangpun masih sama. Dengan bahasa yang terbatas, datanglah saya ke bank dan bilang kalau saya mau kirim duit ke Indonesia. Setelah menunggu dan mengisi data barulah saya dilayani.

Mekanisme kirim di Kookmin Bank pas dulu saya kirim, duit won di tukar US Dollar dulu baru kemudian ditukar ke rupiah, untuk jasa pengiriman biaya dikenakan kepada pengirim. Motode ini, waktu itu kurang menguntungkan bagi saya karena pada saat yang sama nilai tukar rupiah menjadi tidak sama dengan model pengiriman yang dari Won langsung ke rupiah.

Beberapa waktu berlanjut kemudian nanya ke beberapa teman cara kirim duit di Bank agar lebih mudah dan dengan currency yang bagus. Lah tahunya sudah ada cara mudah dengan membuat buku tabungan khusus yang mana buku tabungan itu akan langsung mengirim duit otomatis ketika buku tabungan itu diisi duit. Kemudia lebih dikenal dengan EASY ONE. Bikinlah buku tabungan itu disalah satu bank yang waktu itu hits banget. Korea Exchange Bank (KEB) metodenya duit di kirim ke nomer akun yang sudah dibuat dan di akun itu pemilik sudah mendaftarkan nomer rekening di Indonesia yang akan menerima. Tinggal kirim dan duit nyampe ke Indonesia setelah dua hari-an.

Beberapa bulan cukup membantu tapi yang jadi masalah adalah saya tidak menerima sms pemberitahuan berapa jumlah nominal duit yang saya kirim setelah menjadi rupiah. Padahal sih udah nyantumin no hp, mungkin gegera pulsa habis kali yah. Atau jangan jangan mamah minta pulsa-nya tidak kunjung dikirim oleh anaknya.

Akhirnya saya ganti lagi ke bank lain, saya datang ke Woori Bank dekat pasar tempat langganan beli jajan. Bahasa Korea masih ngehe dan saya langsung ke teller bilang kirim duit dan bikin buku tabungan otomatis. Pegawai bank bingung, saya bingung dan akhirnya kami bertengkar. Ini mah kalau di sinetron kali...

Realnya saya di telponkan langsung Bank Woori yang ada di Jakarta dan akhirnya barulah se-paham bukan se-hati yah catat baik baik itu. Bikin buku tabungan beres dan dijelaskan, tapi kan itu bahasa Korea, saya sih iya iya saja berasa ngerti, padahal mah blas gak tahu. Uji coba, duit saya kirim dan ternyata seminggu belum nyampe. Duh emak di kampung kan udah menanti dengan sabar bagai para jones  yang nunggu jawaban gebetan.

Akhirnya minta tolong sama orang pabrik untuk telpon pihak bank. Jawabannya adalah rekening yang ada di Indonesia nomernya tidak aktif dan duit tetap manja aja di buku tabungan. Demi apa cobak adik saya kirim nomer rekening salah. Benerin nomer rekening by phone  dan sampalah duit ke rumah. OK fain, bye untuk akun buku tabungan itu.

Ansan adalah tempat dimana para pekerja dari berbagai negara ngumpul. Seperti halnya pekerja Indonesia. Waktu itu (dua tahun lalu) dengar informasi dari teman kalau bikin Easy One Woori Bank Ansan dapat galaxy tab gratis. Cuma beli pulsa berapa gitu lupa, kasih ID card dan tablet bisa dipake hanya di Korea saja.

Ini Buku Tabungan atau banner iklan sih...


Yah alasannya sih itu, lumayan lah dapat gratis. Tapi setelah beberapa kirim duit dengan Easy One Woori Bank Ansan kok saya selalu dapat sms berapa jumlah rupiah yang diterima. Itu bikin saya senang banget, secara kan hape selalu sepi bagai hp para jones. Terus ada facebook Woori Bank Ansan atau Melda Yani Ibrahim pegawai bank dari Indonesia yang selalu siap membantu misal ada masalah tentang pengiriman duit. Sunday aja buka kakak, itu kan emejing banget sambil nge-gaya di Ansan bisa lah mampir ke bank.

Sampai sekarang misal kirim duit ke rumah,  masih sama  dengan akun easy one yang buat di Woori Bank Ansan, udah cocok saja gitu. Info yang saya dapat katanya tanggal 19 dan 20 Desember 2015 Bank Woori Ansan mau mangkal di daerah saya tinggal di warung Bakso Mas Bejo di Songuri. Misal yang daerah Pocheon dan Uijeongbu bisa makan bakso sambil kepo-in banknya.

Kirim duit ke nomer rekening sampailah duit ke tangan emak di kampung. Bebas ribet, bebas macet, bebas jambret, dan bebas banjir. Hei hei eloh kira pergi dari Jakarta sehingga bebas dari semua itu.

Ok sekarang udah gitu dulu cerita bank di Korea, kemudian ada part duanya dan kalau bisa sampai bagian keseribu biar kayak sinetron.


Note : cerita ini berdasar pengalaman pribadi pemilk blog belaka