Laman

Sunday, 30 August 2015

Menikmati Desa Tanggulangin


Desa Tanggulangin merupakan desa bagian paling selatan di kecamatan Klirong, Kebumen, Jawa Tengah. Gue sendiri besar dan dilahirkan di Klirong tepatnya desa Bendogarap yang letaknya tidak terlalu jauh dari desa Tanggulangin. Jangan tanyakan ada apa di desa gue, karena desa gue itu tidak punya tempat buat jalan jalan. Mangkanya gue perlu pergi jauh dari desa agar bisa jalan jalan.

Nah ketika gue kecil untuk bisa jalan jalan adalah pergi ke pantai Petanahan atau jalan jalan menapaki jalanan yang dulunya belum beraspal untuk bisa wisata ke desa Tanggulangin itu. Ada apa sih di desa paling selatan itu. Kalau jaman gue masih kecil yang menjadi daya tarik dari desa itu adalah bangunan Menara suar yang terletak di dekat Kali buntu.

Kenapa desa Tanggulangin yang letaknya dekat laut itu tidak punya pantai, yah gegara terhalang Kali Buntu yang membentang panjang. Nah misal eloh eloh yang orang Kebumen atau mana saja dan pengin jalan jalan yang belum mainstream, bisa lah kau tengok desa itu. Gue rasa desa itu punya daya tarik yang bisa dinikmati untuk mata mata kalian yang butuh piknik.

Menara Suar Klirong

Menara Suar Klirong
Saat gue kecil, masih SD, bangunan menara belum lama dibangun. Namanya juga hidup di desa, apapun itu yang baru bisa dijadikan tempat tujuan piknik mendadak. Menara suar tersebut berfungsi untuk tujuan pelayaran, untuk detilnya gue sendiri kurang paham. Bangunan itu yah cuma menara yang tinggi menjulang dan dibawah ada beberapa bangunan seperti komplek rumah kecil yang ditempati oleh para pekerja menara. 

Tempat ini akan ramai dilihat oleh beberapa anak dari desa gue diantaranya, saat puasa. Jadi saat puasa adalah saat dimana beberapa anak desa pergi jalan jalan menyusuri desa untuk cari mangga jatuh dipagi buta sebelum pergi ke masjid untuk subuhan dan masih banyak hal seru lainnya. Gue rasa kalian yang anak desa juga tak jauh beda kok.

Habis subuhan dilanjut jalan jalan sampai sawah yang terletak diujung desa dan kalau pas libur sekolah rute nya bisa sampai Menara suar yang ada di desa Tanggulangin. Hanya sekedar melihat bangunan tinggi itu, bermain pasir didaerah tersebut dan sesekali metik jambu monyet yang kala itu banyak tumbuh disekitar kawasan menara. Sungguh piknik yang teramat sederhana yang membawa kepuasan kala itu. 

Kali Buntu

Kalau misal gue terjemahkan dalam bahasa Indonesia bisa jadi "Sungai Ujung". Jadi sungai itu merupakan sungai yang akan bermuara langsung ke pantai. Kenapa disebut kali buntu mungkin gegara itu kali yah. 

Kali Buntu
Karakteristik dari sungai itu tenang dengan warna air yang menurut gue sudah seperti air laut. Jangan tanyakan kedalaman dan lebar sungai itu, karena gue gak ngukur jadi gak tau. Bisa jadi sungai itu mempunyai kedalaman yang lumayan dan gue rasa masih dalaman cintaku padamuh....*gagal fokus pemirsah

Nah sungai ini juga dijadikan tempat yang kece buat orang yang hobi mancing. Mancing ikan yang jelas bukan mancing keributan yah.

Jaman gue kecil sudah ada beberapa orang yang hoby mancing disitu dan ketika gue udah uzur ini pun masih ada yang demen mancing disitu. Malah gue rasa sekarang ini lebih rame buat para pemancing. Nah gue sangat berharap sekali yah, buat para kru TV yang punya acara mancing, bisa lah kali buntu dijadikan tempat untuk syuting acaranya. Kali aja dapat hasil pancingan yang lebih strike dari sebelumnya.

Mancing gak make mania di Kali Buntu
Saat gue berkunjung di hari lebaran kedua disiang hari yang terik itu sudah banyak orang yang asyik nongkrong di pinggir kali nungguin pancing. Berderet dan terpencar dibawah terik mentari. Malah ada yang bikin tenda kemping gitu biar bisa istirahat disaat nungguin ikan. 

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanggulangin

Bangunan ini belum lama dibangun, kayaknya 2004, yang diresmikan langsung oleh Bupati Kebumen kala itu Rustriningsih. Jadi tempat ini yang buat dijadikan tempat transaksi ikan atau apalah oleh para nelayan setempat yang habis nyari ikan.

TPI Tanggulangin
Seingat gue, jaman gue kecil belum banyak nelayan, tapi sekarang ini sudah lumayan banyak orang yang bekerja sebagai nelayan di daerah tersebut. Pemerintah-pun banyak memberi dukungan dengan pemberian perahu kepada para nelayan dan dibangunlah TPI tersebut.


Nah beberapa perahu nelayan ada yang bersandar di kali buntu tersebut karena letak TPI nya yang tidak terlalu jauh. Hasil tangkapan itu gue rasa tidak banyak yang dijual di daerah gue, karena gue sangat jarang melihat ikan laut hasil tangkapan nelayan berada di pasar. Katanya sih ikan ikan tersebut akan dijual ditempat berbeda dan guepun gak tahu, bisa sampai luar kota yang jelas.

Seiringe berkembangnya kawasan itu, sekarang ini banyak yang mendirikan tambak udang disekitar kawasan TPI tersebut yang merupakan usaha dari perorangan. Usaha tambak udang-nya seperti apa gue sendiri kuarang tahu banyak gegara gue gak update info tentang itu.

Eksodan Komplek

Bebarapa rakyat Indonesia pasti tidak akan lupa dengan bencana Tsunami Aceh. Desa Tanggulangin yang letaknya teramat jauh dengan Aceh akan membawa ingatan eloh tentang bencana tsunami itu. Karena desa itulah yang dijadikan salah satu tempat pemindahan beberapa warga Aceh yang terkena Tsunami.

Eksodan Komplek
Namanya Eksodan merupakan kawasan pesisir laut yang dijadikan salah satu komplek perumahan yang dibangun pemerintah untuk beberapa korban Tsunami. Komplek rumah sederhana siap huni yang dibangun dengan batako dan kayu. Gue masih ingat jaman SMA, gue punya kakak kelas yang pindahan dari Aceh yang tinggal di komplek itu.

Sekarang ini sudah terjadi banyak perubahan, yang dulunya jalanan terjal dengan batu sekarang sudah aspal halus, dan beberapa rumah sudah direnovasi dengan bangunan yang lebih bagus. Puskesmas-pun ada tapi sayang pas gue lihat tempatnya sangat tidak terawat. Selain dihuni orang pindahan korban tsunami juga dihuni oleh beberapa masyarakat sekitar. Mengenai jumlah berapa orang yang pindahan dan warga lokal saya sendiri tidak paham.

Misal ingin pergi ketempat tempat itu tinggal lah pergi ke desa Tanggulangin paling ujung. Nah kalau misal dari arah kota Kebumen bisa lah kau tempuh dengan beberapa petunjuk jalan yang sudah ada. Atau bisa juga gunakan GPS di hape pintar eloh. Duh lah pokoknya gampang, apalagi misal eloh orang Kebumen tidak ada kata bingung yang menyelimuti pikiranmu. Jadi letak menara suar, kali buntu dan kompleks eksoden berdekatan jadi akan bikin rute piknik-mu akan makin mudah.


Sunday, 16 August 2015

Tempat Mainstream di Hongkong

Jadilah rasa rasanya setelah gue tiba di Hongkong itu berasa capek sekali. Gara-garanya adalah gue milih penerbangan pagi dari Seoul dan gue harus pergi ke bandara dari malam harinya. Intinya gue semalaman gak tidur dan nongkrong lelah di Incheon. 

Setelah terbang, gue tertidur sambil sesekali ngelap iler yang kadang mengalir gak sopan tanpa setahu empunya dengan selimut yang disediakan. Sebelah kursi ada orang tapi setelah beberapa lama kemudian pindah tempat, dan gue berasa merdeka sebelum tujuh belas Agustus. Kan itu artinya gue tidur seperti apa di kursi tanpa ada orang lain yang tahu.

Mendarat dibandara HK udah siang dan mata gue langsung jelalatan melihat area bandara. Lebih pasnya liatin berbagai petunjuk untuk bisa keluar. Semua aman dan beres tinggal menuju hostel dengan bus seharga 33 dolar. Perjalanan sekitar satu jam untuk bisa sampai dan gue harus mencari petunjuk lagi setelah sampai halte bus.

Sampai halte bus gue berasa manusia hilang diantara kerumunan banyak orang dengan suhu HK yang sangat panas dan gerimis gak jelas. Intinya gue bingung, jalan tak tau arah sambil geret koper dan bawa bag pack yang berat dan guepun akhirnya telpon petugas hostel untuk minta di jemput di area halte bus.

Ini sebenarnya gue kan mau menikmati HK kenapa awal postingan gak jelas banget gini. Tapi fix yah gue bisa menikmati HK dengan suhu yang bagi gue teramat panas. 

Sky Terrace

Ceritanya gue ini beli tiket ke Sky Terrace di Hostel. Sky terrace itu semacam bangunan yang ada di puncak gunung dan ditempuh dengan naik tram dengan lintasan pegunungan. Istimewanya saat perjalanan dalam tram yang super padat itu pada bagian lintasan tertentu penumpang tram seolah olah melihat bangunan dan apapun yang ada di lintasan tersebut terlihat miring. 

Tram yang bikin jadi miring gedung dll
Itu sih karena apa gitulah jadi gue gak paham. Jadi saat gue naik tramnya gue melihat gedung, pohon dan lainnya miring. Ingat.... tapi otak gue gak miring loh. Setelah melihat langsung barulah gue berkata emejing...

Terus ada apalagi disonoh, yang jelas ada gue dong setelah gue sampai dengan sehat dan tampak tetap cool. Jadi setelah turun kau akan disambut oleh banyak toko yang jualan rupa rupa barang. Jalan aja terus dan kau akan menemukan meseum narsis yang udah terkenal di seantero jagad ini. Museum Madame Tussauds HK yang memajang patung lilin tokoh tokoh terkenal di dunia. 

Gue gak beli tiketnya pemirsa........... kan gue sendiri rugilah misal masuk gak bisa foto sama patung. Akan sangat tidak enak bila foto minta bantuan sama orang. Yah you know lah gue suka kurang puas hasilnya. Berasa selalu kurang bagus, tapi yang salah kan bukan yang ngambil foto, yang salah kan modelnya, Ok fain,,gue terima...

Madame Tussauds HK
Karena gak masuk gue cukup foto sama patung lilin yang ada didepan museum dan kabar gembiranya adalah kulit manggis sudah ada ekstraknya, eh salah.... Kabar gembiranya ada petugas yang baik hati menawarkan diri untuk fotoin gue. Yes...aksi narsis gue terendus oleh orang...!!!!!

Utamanya dari tempat itu yah museum itu sama lihatin HK dari ketinggian. Jadi yang udah beli tiket akan naik ke bangunan paling atas semacam teras dimana dari tempat itu bisa melihat pemandangan gedung gedung tinggi di HK.

Saat siang hari di HK from Sky Terrace
Night Version
Sebagai orang dari desa yang hanya suka lihat sawah, gunung dan laut gue melihat itu takjub banget. Duh gue merasa gaol seketika saat melihat itu semua. Berasa dari mana gue itu, eh ternyata kan gue dari Hongkong...

Tempatnya itu lengkap banget ada food court, restoran keceh dengan view yang sangat rupawan dan berbagai outlet barang barang gitu lah. Intinya malah kayak mall menurut gue. Nah kalau dibandingin sama Seoul tower view yang ini lebih bagus menurut gue.

Lah...jauh jauh ke HK cuma ke tempat gituan...? gak juga kelesss kan gue nglanjutin jalan dan bener bener jalan kaki untuk menyebrang dengan kapal ferry untuk sampai Hostel dan mampir ke satu tempat tujuan paling mainstream di HK. Gue cuman perpatokan sama petunjuk yang ada dijalan sambil berdoa biar gak nyasar. 

Naik ferry seharga lima dolar dengan view yang menawan

Evanue of stars

Nyebrang make ferry di HK itu cuma bentar paling sepuluh menit kali yah, bayarnya cuma lima dolar dan bisa make octopus card semacam T money kalau di Korea. Itu ferry-nya banyak dan kau bisa milih kemana arah tujuanmu. Gue sih milih yang bisa sampai ke evanue of stars, tinggal jalan dikit nyampe lah gue.

Evanue itu sih semacam kawasan buat nongkrong aja di pinggir laut dengan pandangan gedung dan hilir mudik kapal. Disitu ada berbagai macam patung, cap kaki atau tangan, tanda tangan para artis. Biasa, kan artis juga suka narsis jadi ada macam tempat gituan. Patung artis, patung pura pura lagi syuting, dan spot narsis sangat menghiasi tuh tempat. 

Lah gue sih nikmati saja tempatnya, cuman lagi lagi gue kan suka lihat laut dengan pinggirnya gedung tinggi, kapal lewat dan hembusan angin. Senang aja sih bisa duduk sendiri di tempat yang ramai. Tempat cocok buat duduk santai, ada kafe juga kok disana. 

Malamnya ada pertunjukan sinar laser yang disorotkan dari gedung gedung yang ada di sekitar, sambil diiringi musik. Menjelang petang pokoknya rame banget orang orang yang udah duduk or berdiri di pinggir pagar pembatas. Nyari tempat dengan view paling keceh.

Katanya sih pertunjukan sinar laser dari gedung
Lelah pokonya yang gue rasakan saat itu, cuman kan udah resiko orang yang pengin hits. Maksudnya resiko pengin jalan jalan gitu. Pertunjukan lasernya gak jelek sih tapi juga gak bagus banget. Itu kan versi gue, gak tau deh versi orang lain. 

Sudah lelah dan puas nikmati HK sedari siang tiba saatnya gue untuk unjuk gigi di tempat paling mainstream di HK. Ceritanya disaat gue lagi duduk ada orang minta fotoin ke gue. Yah mau mau saja lah gue, dan habis itu barulah gue minta tolong bantuin. Hasilnya bagus kok apalagi modelnya. Hus salah, apalagi pemandangan nya yang keceh itu.

Gue di tempat paling mainstream di HK
Lagi lagi sebelum pergi gue cuma pergi aja dulu perkara entar mau kemana yah lihat saja nanti. Tapi udah ada gambaran tempat yang bisa dikunjungi sih. Pas kesini juga cuma berdasarkan searching di google sama petunjuk yang diberi sama hostel. Aman dan nyaman transportasi di HK maka tidak usah khawatir copet atau apalah yang akan mengganggumu. Maka segera nikmati HK dengan gaya-mu sendiri...!!!!!

Salam ngeksis dari gue yang selalu pengin hits..

Saturday, 8 August 2015

Ngeksis Hemat Di Hongkong

Sudah lama sih sebenarnya perginya, tapi gegara malas untuk ngeblog jadilah baru bikin postingan. Puasa kemarin gue pulang cuti ke rumah untuk bisa berpuasa dan lebaran bareng keluarga. Sebagai orang yang suka pengin hits dan eksis maka gue mencari tiket pulang yang murah dan sekaligus bisa mampir jalan jalan selama transit.

Setelah browsing sana sini akhirnya beli tiket melalui email reservasi ticket di Chatay Pacific. Cukup kirim nama dan waktu yang diinginkan maka gue sudah bisa beli tiket untuk pulang dengan harga yang gak terlalu mahal dan gue-pun memilih mampir lebih lama selama transit di Hongkong. Gue memilih rute seperti itu untuk lebih menghemat biaya pembelian tiket.

Menginap lima malam di Dragon Hostel Hongkong dengan kamar sederhana dan tentunya biaya yang sangat terjangkau. Tarifnya kurang dari dua ratus ribu rupiah permalam dengan pilihan kamar dorm dengan isi lima ranjang, sempit sih tapi nyaman buat tidur dan mempunyai lokasi yang sangat strategis.

Terus ngapain saja selama di Hongkong, gue sih jalan jalan seorang diri dengan tujuan yang gak banyak. Tujuan pertama adalah ke Ngong Ping, sebuah kawasan di gunung yang bisa ditempuh dengan naik Cable Car. Daerahnya sih standar ada Kuil, patung Budha yang super gede dan panorama alam khas pegunungan. Sensasi naik cable car nya lah yang bikin gue penasaran. 

Cable Car ketjeh


Perjalanan menggunakan cable car dengan melintasi lautan dan pegunungan disertai tiupan angin membuat hati gundah gulana selama berada didalam cable car. Waktu yang ditempuh kurang lebih setengah jam kali yah untuk sekali jalan. Duh alih alih pengin rileks naik cable car sembari melihat Hongkong dari atas malahan gue deg deg-an gak jelas ketika angin berhembus dan membuat cable car bergoyang. 

Tips dari gue adalah beli tiket di penginapan karena harga jauh lebih murah dibanding beli on the spot dan sebelum naik cable car baca doa sembari menguatkan tekad. Cuaca juga sangat menentukan tingkat ketegangan saat naik cable car, dan gue pas naik cuaca mendung agak gerimis dan hembusan angin lumayan kenceng.


Nah ketika gue udah turun dari cable car berasa lega maka gue-pun langsung selfi biar kekinian. Tapi untuk alasan norma norma yang ada gue publish hanya di instragram. Dan kemudian ngeksis sebenarnya dimulai. Jalan seorang diri jeprat jepret foto sana sini. Hasilnya mah biasa saja sih, tapi kan intinya gue bisa eksis, dan begini nih tempatnya....


Tampak sepi yah tapi sebenarnya gak sepi banget, mau gambar yeng lebih rame lagi dengan banyak turis bule dan turis lokal, tenang gue ada kok fotonya.


Jadi dilokasi banyak tempat makan dan hiburan lainnya, tidak melulu melihat gunung sama patung sih. Kalian juga bisa beli souvenir untuk oleh oleh atau bagi bagi ke kaum penggila souvenir. Harganya standar Hongkong dan menurut gue tidak jauh beda dengan harga di Seoul.

Lokasinya menurut gue sangat luas dan butuh stamina yang kuat untuk bisa jalan kaki dengan heppi tanpa ada keluhan penyakit penua-an dini like this gue. Ada temple atau kuil yang gak tau namanya gue, dan dengan nuansa emas yang sangat berkilau.


Ada namanya desa Ngong Ping tapi setelah gue lihat tidak ada kantor Balai Desa ataupun Kades nya. Jadi gue rasa sih perlu dilakukan pilkades dengan segara dan mungkin gue bisa nyalon biar tempatnya makin eksis.

Ngong Ping Village
Telinga gue selama ditempat ini sering mendengar bahasa bahasa tanah air gue tercinta dan sesekali terdengar bahasa Korea. Namanya juga gue yang pemalu dan memalukan, maka gue memilih tidak untuk bertegur sapa atau minta uang jajan gegara dollar gue yang limit. Nah butuh foto yang lain di tempat itu, tenang gue masih ada fotonya.


Yakin gak sih yang nulis itu pergi ke sono, kan gak ada fotonya. Jangan jangan hanya sensasi belaka demi popularitas rakyat jelata. Secara kan yang nulis itu wong ndeso yang gila eksis dan hits. Mau bukti...? ada kok penampakan gue di salah satu spot...

Gue yang selalu pengin eksis...
Untuk bisa sampai pada pucuk tersebut, kalian harus menaiki ratusan anak tangga. Mangkanya kalau misal loh mau hits juga butuh stamina yang oke lah, selain faktor X. Patungnya super gede dan di dalamnya semacam kayak museum. Dari tempat yang lebih tinggi itu terpampang nyata keindahan alam sekitar.


Puaslah gue berkeliling tuh tempat, udah alamnya keceh, guepun sudah tidak lagi penasaran naik cable car yang horor itu. Sebenarnya tempatnya bisa ditempuh dengan naik bus misal kalian tidak mempunyai keberanian untuk naik cable car. 

Gue pergi ke Hongkong kan cuma berbekal dollar jadi mengenai rute gue rencanakan setelah sampai hostel. Untuk bisa ke tempat inipun gue beli tiket di hostel dan langsung diberi sacarik kertas petunjuk jalan untuk bisa sampai lokasi. 

Ketika salah satu tempat udah bisa jadi tempat ngeksis, maka giliran tempat lainnya di Hongkong. Tapi entar aja lah nge blognya...

Salam Eksis dari gue yang pengin hits..."_"