Laman

Saturday, 17 January 2015

Gue Berjudi


Judi dilarang oleh agama Islam. Kalimat pembuka yang pas untuk posting blog gue kali ini. Gue adalah orang yang kurang pergaulan untuk beberapa hal. Termasuk tentang judi yang ada di Korea, di Korea yang namanya bentuk perjudian itu bersifat legal atau resmi. Bentuk judinyapun sangat beragam mulai dari Casino gak make warkop DKI sampai judi tebak bola dan angka yang sudah terkenal di seantoro jagat Korea.

Casino seperti apa bentuk judinya gue tidak tahu, tapi yang jelas di Korea disediakan tempat khusus. Contohnya saja di daerah Gangnam dan beberapa tempat lain di Seoul. Lah yang paling laris menurut gue adalah bentuk judi tebak angka dan tebak permainan olahraga baik itu sepakbola, basket, voly, dan baseball.

Awal ceritanya ketika teman gue yang memulai dan mencoba keberuntungan dengan yang namanya judi tebak permainan sepak bola. Sepengetahuan gue, jenis judi di Korea di bagi beberapa nama ada seperti Proto dan Lotto yang sudah sangat familiar untuk warga lokal maupun pendatang. 

Judi tebak permainan olahraga ini bisa dilihat disitus nya langsung yang kemudian bisa melakukan pembelian di beberapa supermarket yang menjualnya. Cukup mencari supermarket yang ada tulisan Proto atau Lotto, gampang dan dijamin tidak nyasar.

Jadi awal gue pergi pergi gak jelas, kadang gue merasa heran dengan beberapa minimarket yang super duper rame dengan orang. Setelah bertanya ke teman yang lebih gaol, ternyata itu adalah minimarket yang menjual beberapa bentuk judi. Karena ruangan yang kecil terkadang sampai menimbulkan antrian yang panjang terutama jika akhir pekan.

Gue yang merasa butuh pergaulanpun bertanya bagaimana mekanisme judi tebak permainan sepakbola yang banyak diminati. Jadi setelah butuh perfikir dengan segala kemampuan, akhirnya gue bisa mudeng dengan cara mainnya. Itupun setelah bertanya banyak hal sampai berbusa busa ke-dua orang yang berbeda.

Setelah mudeng dan pada akhirnya gue hanya bisa ngomong, duh kalau begitu sangat menggiurkan sekali yah. Apalagi jika tebakan kita benar maka akan menghasilkan uang dengan jumlah yang banyak tanpa gue harus pegal kaki dan bahu untuk bekerja. *syeitanpun mulai tertawa jahat

Gue selalu berpesan bagi para pencari keberuntungan seperti itu dengan bilang banyak hal. Gue akan mengeluarkan segala macam kitab agar segera berhenti. Gue akan ceramah panjang, sepanjang kasus korupsi dikampung gue yang tak kunjung usai. Dan inilah wejangan gue yang anti mainstream "ya sudah... kalau begitu belinya yang sekiranya pasti dapat, tanpa berharap hasil yang banyak, kecil tak masalah yang penting rajin menang dan kalau sering nantinya juga jumlahnya banyak". 

Gue berasa mendukung aksi perjudian itu, sebagai upaya penambahan jumlah hasil banting tulang di Korea. Atau bahkan malah menjadi semakin boros pengeluarannya, entahlah..... yang jelas semangat semoga kau beruntung.......
*bentuk penolakan paling aneh

Jadi setahu gue beberapa waktu lalu ada TKI yang menang judi tebak angka dan bisa mendapatkan duit sampai dua milyar won lebih. Tapi pada akhirnya TKI tersebut di deportasi dari Korea. Gak masalah yah...kan udah jadi milyuner dadakan. Gue rasa sih makin laris dan makin banyak TKI beli. Nah tanpa promosi yang mahal kan, usaha macam itu...? Segera wujudkan setelah balik dari Korea dan dijamin kau akan sukses masuk koran dan terkenal.

Karena sifatnya yang resmi ini maka bentuk perjudian tersebut mempunyai nilai ekonomi untuk Korea. Misalnya saja dari pajak yang dihasilkan oleh pemenang ataupun pajak lainnya yang gue tidak ketehui. Keuntungan dari perjudian tersebut juga digunakan untuk kegiatan sosial dan digunakan untuk suport beberapa kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat ataupun olahraga di Korea. Gue rasa sih namanya juga usaha seperti itu, pasti pajaknya besar dan penghasilannya juga banyak, kan laris banget.....

Duh jangan jangan majunya negara ini karena penghasilan pajak yang besar dari judi itu kali yah.....Gak juga sih masih banyak aspek kok menurut gue yang bisa menjadikan negara ini maju.

Kembali pada bahasan judi dan TKI. Misal nih yah temen gue nebak permainan sepak bola dengan beberapa partai, setelah dihitung oleh aplikasi dan pasang seharga dua ribu won bisa sampai 10 juta lebih kalau benar tebakannya. Duh lah gue sih cukup bilang stress kau dan itu tebakan ngawur yang pasti gak dapat.

Rasa rasanya setelah gue mudeng, harusnya gue meng-aplikasikan langsung biar afdol. Setelah melihat situsnya langsung, gue pun merasa pengin mencobanya. Cukup nebak dua permainan liga Inggris dengan partai yang menurut gue pasti menang untuk Chelsea dan MU. Tuh kan syeitannya berhasil menggoda gue yang labil ini.....

Pembelian uji coba nitip sama teman.... doakan semoga menang 
Gue pasang lima ribu saja dan jika tebakan gue benar untuk kemenangan Chelsea dan MU maka gue akan dapat 9.500 won. Judi macam itu tanpa menghasilkan yang besar.......
Jadi teman gue yang baru mencoba dan selalu salah nebak dan belum pernah dapat, selalu berujar gini; partai sudah dibeli sama bandar. Guepun tetap menyanggah dengan bilang oh tidak bisa, tebakanmu saja yang tidak teranalisis dengan baik hanya fokus dapat poin besar biar dapat duit banyak.

Dekat asrama gue ada minimarket yang menjual jenis judi proto dan untuk kenyamanan pembeli, menyediakn kopi gratis. Nyaman sekali bukan sembari nebak bisa minum kopi...
Berharap keberuntungan dengan cara lain juga ada dengan membeli kertas yang ada hologramnya kemudian digosok dan jika angka sesuai maka, selamat anda mendapat sekian juta. Pokoknya menggoda dan sangat menggiurkan.

Beberapa orang beli proto tebak sepakbola hanya untuk iseng iseng saja, katanya. Atau biar nonton bolanya semangat, sesemangat jika ada Jupe yang tiba tiba ada di tengah lapangan kali yah...Tapi iseng iseng berhadiah itu tetap menimbulkan pengharapan bagi pembeli menurut gue. Intinya sih pelaku judi adalah orang yang langganan di PHP-in. 

Berita online lagi rame tentang rekening gendut dari salah satu polisi yang akan jadi Kapolri. Guepun mbatin, ya sudahlah duitnya buat pasang proto saja biar makin banyak. Entar tidak usah jadi pejabat lagi, dijamin kau akan makin kaya tapi kalau beruntung loh. 

Gue adalah orang yang tidak suka dengan situasi dan keadaan yang tidak pasti. Hal yang berbau kemungkinan dan keberuntungan juga sangat tidak gue sukai dan jalani. Judi menurut gue adalah hal yang memberi harapan ketidak pastian dan serba kemungkinan yang sangat kecil, Jadi gue akan berfikir panjang untuk melakukannya, bukannya menghasilkan malah bisa jadi bikin bangkrut. 

Semoga beruntung.....^_^


Wednesday, 7 January 2015

Ngamar Area Seoul Station

Pecinta jalan jalan akan merasa puas jalan jalan jika kaki sudah berasa pegal. Dan itu terjadi pada saya minggu lalu. Jalannya sih cuma area Seoul dan tempatnya yah gitu gitu saja. Ceritanya, minggu lalu kedatangan tamu istimewa dari Jakarta yang datang ke Seoul untuk wisata.

Setelah kerja setengah hari dihari Sabtu, saya bergegas pergi ke Seoul untuk menjadi guide dadakan ke beberapa tempat di Seoul. Itaewon dan beberapa tempat wisata disekitar Seoul City Hall kami jelajahi dengan berjalan kaki dengan suhu yang teramat dingin. Yang jelas dinginnya suhu waktu itu tidak sedingin hatiku kepadamu. *gagal pokus

Malam Minggu malam yang asyik buat pacaran, kata lagu dangdut jaman dulu. Lagu dangdut itu rupaya sesuai dengan beberapa kawasan Seoul yang masih ramai hingga larut malam. Kamipun pulang malam dengan kondisi lelah berjalan menyusur jalanan kota Seoul. Tamu saya itu menginap disalah satu guesthouse dekat Seoul station. Sampai Seoul station kondisi masih ramai, dan jadwal subway masih tersedia untuk saya pulang ke asrama.

Pertimbangan capek membuat saya urung pulang untuk balik ke asrama. Keluar stasiun kondisi sudah mulai sepi dan di sambut beberapa orang yang menawarkan berbagai macam jasa. Sampai sampai tamu sayapun menanyakan tentang keberadaan orang tersebut. Setelah balik mengantar tamu ke guesthouse saya putuskan untuk makan dekat Seoul station dengan menu andalan cumi cumi.

Sambil makan sebenarnya saya berfikir akan menginap dimana, tadinya saya rencanakan untuk begadang di stasiun sambil online untuk menunggu pagi dan kembali melanjutkan menjadi guide dadakan. Begitu keluar dari rumah makan dan sambil berjalan saya sudah disambut oleh seorang ajuma yang hanya terlihat matanya saja sambil menanyakan butuh tidur atau bagaimana.

Saya agak sedikit respek dengan tawaran yang disampaikan ajuma, dan kemudian terjadilah percakapan antara saya dan ajuma yang hanya terlihat mata dan sedikit wajahnya. Dan karena bahasa Korea saya yang kacau maka ini kira kira isi dialog yang bisa saya terjemahkan versi bahasa Indonesia.

Ajuma :Hai apa kabar pemuda ganteng yang cool.
Saya    : Iya bu... dengan saya pemuda cool nan baik hati.
Ajuma : Butuh tidur nyenyak?
Saya    : Iya nih, saya capek banget. 
Ajuma : Ada kamar 20.000 won. plus agasi 60.000
Saya    : Saya hanya butuh kamar bu.... tolong lah kasih saya diskon bu... bagaimana kalau 10.000
Ajuma : tidak bisa
Saya    : ehm... 15.000 ?
Ajuma : Tidak bisa. sana kamu masuk stasiun saja.

*cetakan tebal hanya harapan penulis blog

Setelah tawaran harga kamar ditolak saya berjalan untuk sekedar cek lokasi area stasiun sambil berfikir dengan tawaran kamar tadi yang seharga dua puluh ribu won. Berjalan lurus sampai mentok dan akhirnya balik arah saya bertemu lagi dengan ajuma yang berbeda yang menawarkan jasa tidak jauh beda dengan ajuma pertama.

Saya putuskan untuk menerima tawaran kamar seharga dua puluh ribu won dari tawaran ajuma yang kedua. Sebenarnya alasan menerima tawaran tersebut karena penasaran sama tempat tersebut. Setelah sepakat saya dibawa ke tempat yang letaknya tidak jauh dari stasiun. Berjalan menuju tempat, ajuma ngobrol dan sambil menghisap rokok ala mamih mamih di sinetron. Ajuma bertanya apakah saya sudah punya won. Saya jawab ada dan bilang akan tidur sampai jam sembilan pagi. 

Sampailah saya ditempat.....

Jeng jeng.........

Kamar dibuka, wangi pengharum ruangan langsung tercium, ada sebuah bed yang empuk dan lemari, sebelahnya sebuah televisi layar datar yang super besar.

Tapi...................................................

KENYATAAN

Kamar seharaga dua puluh ribu won
Tempatnya berupa bangunan yang sudah lusuh dan berada di lantai tiga. Yang jelas saya kaget dengan kondisinya. Ternyata itu adalah sebuah ruangan yang disewa dan dibentuk sekat sekat kamar dan lorongnya digunakan untuk dapur dan terdapat toilet yang tragis.

Onggokan selimut, matras yang tergelar dilantai dan sebuah TV, lemari kecil menyambut kedatangan saya. Pokoknya semrawutnya tidak jauh beda dengan kamar asrama, bahkan lebih parah. Lebar Kamar satu rentang tangan dan panjangnya satu setengah rentang tangan saya. Setelah membayar sewa kamar ajuma masih menawarkan jasa seks. Langsung saya jawab ogah dan sambil memperhatikan muka. OH MAI GAT ternyata mukanya menor abis ala ala artis yang tertunda. Jadi agasinya ini kali yah,,,,,sambil mbatin ....dan tertawa getir dalam hati melihat kamar seharga 20.000 won. 

Pasang matras hangat sampe full karena kamar berasa dingin dan matikan lampu. Saya langsung posisi tidur dengan full kostum jalan jalan. Berasa risih awalnya dengan selimutnya tapi karena dingin terpaksalah saya pakai. Berusaha untuk cepat tidur, malah sering terdengar orang keluar masuk dengan suara kaki dan ajuma ngobrol super keras.

Tidurpun lelap berkat matras hangat, dan pagipun segar kembali dan bersiap untuk melanjutkan jadwal guide dadakan. Pergi meninggalkan kamar sambil bergumam dan akhirnya bisa tidur juga semalam. Pengalaman nginep tragis yang tidak akan pernah terlupakan. Tragis sih, tapi saya jadi tahu sisi lain hingar bingar kota Seoul.