Laman

Wednesday, 26 March 2014

Cara Hemat Ke Namsan Seoul Tower

Bus Namsan Tour (dokumentasi pribadi)
Kebanyakan orang sepertinya sudah tahu dengan tempat wisata yang satu ini. Namsan Seoul Tower adalah salah satu tujuan wisata di Korea yang hampir semua wisatawan kunjungi jika berlibur ke Seoul. Selain terkenal dengan gembok cinta, Namsan Seoul Tower juga menawarkan pemandangan yang  indah dari ketinggian.

Dari Namsan Seoul Tower pengunjung bisa menikmati keindahan kota Seoul dari ketinggian, dan jika sesuai dengan jadwal show maka pengunjung bisa menikmati pertunjukan kesenian tradisional Korea. Untuk menuju ke Namsan Seoul Tower banyak pilihan mode transportasi. Mulai dari yang mahal sampai dengan yang murah, dan dari jalan kaki sampai naik cable car.

Jika termasuk wisatawan dengan budget yang tidak terlalu besar atau bagpacker, bus adalah salah satu transportasi yang sesuai untuk menuju Namsan Seoul Tower. Alasannya adalah ongkos yang di keluarkan jauh lebih hemat dibanding dengan menggunakan cable car.

Selain hemat, bus menuju Namsan Seoul Tower menyediakan banyak pilihan dan dapat di jangkau dari beberapa tempat di Seoul.  Hal itu memudahkan wisatawan asing atau bagpacker yang berwisata tanpa menggunakan jasa guide atau travell. Bus ke Namsan Seoul Tower terdapat tiga pilihan dengan nomor bus 02,03 dan 05. Pembedanya adalah rute awal dan beberapa halte yang dilewati dari bus tersebut. Lebih detail rute tentang bus bisa baca di Namsan Tour

Sebagai bahan pertimbangan, jika kita memilih menggunakan bus biaya yang dikeluarkan hanya 1.200 won sekali jalan tanpa menggunakan kartu transportasi. Artinya jika wisatawan asing tidak mempunyai T Money (kartu transportasi) bisa menggunakan uang tunai untuk membayar bus. Biaya itu akan bisa menghemat anggaran transportasi saat berwisata di Seoul, karena dibanding menggunakan cable car harganya jauh lebih murah. Sebagai informasi jika menggunakan cable car sekali jalan 6.500 won dan jika pulang pergi 8.500 won.

Saya sendiri sudah dua kali ke Namsan Seoul Tower dengan menggunakan bus, dan saya lebih memilih naik dari halte Dongguk University station (line 3) exit 6 (arahkan pandangan ke kiri, jarak halte kira kira 100 meter) dengan alasan karena jarak tempuh yang sudah dekat dan halte ini dilewati oleh semua bus yang menuju ke Namsan Seoul Tower. Sesampai di halte Namsan Seoul Tower wisatwan berjalan dengan medan menanjak beberapa meter dan kurang lebih lima menit untuk sampai ke Namsan Seoul Tower.

Halte bus di Namsan Seoul Tower (dokumentasi pribadi)
Waktu tempuh naik bus dari halte Dongguk University station hanya kurang lebih lima belas menit. Jika sudah puas menikmati pesona Namsan Seoul Tower dan ingin melanjutkan rute perjalanan maka wisatawan tinggal memilih bus yang akan dinaiki untuk kembali sesuai tujuan selanjutnya. Sebagian tujuan halte dari bus Namsan Tour  adalah beberapa tempat wisata penting di Seoul seperti Myeongdong, Namdaemun, Dongdaemun dan Itaewon.

Me in Action 
Jika budget merupakan salah satu hal yang diperhatikan saat berwisata ke Seoul maka cara ini bisa mengurangi biaya transportasi selama berwisata. Tetapi jika berwisata ke Seoul sudah menggunakan jasa guide atau menggunakan jasa travel maka akan lebih mudah, karena dari pihak penyedia jasa yang akan mengatur segala bentuk transportasi entah itu menggunakan bus, mobil sewa ataupun cable car. Semoga bermanfaat, selamat menikmati keindahan cinta dan pesona kota Seoul dari Namsan Seoul Tower.

Mengurus Uang Kembalian Belanjaan Yang Salah


Kesalahan memang bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada kasir di supermarket  yang salah menghitung uang kembalian atau salah menghitung uang yang diterima dari pembeli. Kejadian ini terjadi pada saya, ketika berbelanja beberapa barang kebutuhan sehari hari di salah satu supermarket dekat asrama saya tinggal di Korea.

Selesai memilih barang saya langsung bergegas menuju meja kasir untuk membayar barang yang akan saya beli. Total belanjaan senilai 10.870 won, sayapun memberikan uang 20.000 won pada kasir dengan pecahan 10.000 dua lembar.  Kasir tak lama kemudian memberi  uang kembalian sejumlah 130 won. Saya kaget ketika kasir memberi uang kembalian senilai 130 won beserta struk pembayaran, kemudian saya langsung memperhatikan bagian akhir dari struk yang saya terima.

Tertera tulisan uang yang saya bayarkan hanya 11.000 won pada struk belanja. Dengan keterbatasan  bahasa Korea, saya langsung protes ke kasir sebelum saya beranjak pergi dari meja kasir. Menjelaskan bahwa uang yang saya bayarkan sejumlah 20.000 won dengan rincian dua pecahan 10.000 won. Kasir terlihat kurang yakin dan berkali kali menanyakan kembali tentang hal itu kepada saya.

Saya terus menjelaskan kepada kasir bahwa uang kembalian yang saya terima tidak sesuai karena uang yang saya bayarkan senilai 20.000 won, dan kasir pun mulai bingung dan mulai menyadari kesalahannya. Kasir kemudian menanyakan solusi kepada teman kasir yang lain. Solusipun didapat dari teman kasir yang lain dimana saya dan kasir disuruh untuk melihat kamera hasil rekaman transaksi.

Saya dan kasir menuju kantor supermarket yang letaknya tidak terlalu jauh dan berupa ruang kecil. Kasir menjelaskan kepada petugas kantor supermarket tentang kejadian  yang telah saya alami. Staff kantor melihat struk belanjaan yang diberikan oleh kasir, dan langsung menuju meja monitor rekaman kamera supermarket.
Beberapa saat rekaman kamera di putar, saya dan staff kantor  bersama sama melihat monitor, kasir disuruh oleh staff kantor untuk kembali melayani pembeli yang sudah antri di meja kasir. Hasil rekaman terlihat sangat jelas dimana sang kasir menerima uang puluhan ribu kemudian memasukan uang kedalam laci ditumpukan khusus uang sepuluh ribuan dan tidak terlihat memasukan uang seribuan ke dalam laci.

Saya merasa sangat lega ketika melihat hasil rekaman membuktikan bahwa uang yang saya berikan memang benar senilai 20.000 won dengan pecahan 10.000 won dua lembar. Khawatir, cemas dan berbagai perasaan lain saya alami ketika harus protes ke kasir dan di bawa untuk melihat hasil rekaman. Walaupun saya memang sangat yakin bahwa uang yang saya berikan  senilai 20.000 won.  Saya sempat berpikir jangan jangan nantinya ini akan menjadi masalah ketika kamera tidak bisa membuktikan apa yang saya omongkan ke kasir.

Staff kantor dan saya langsung keluar dan menuju meja kasir, staff kantorpun menjelaskan ke kasir bahwa memang benar uang yang saya kasih 20.000 won. Kasir memberikan uang kembalian senilai  9.130 won, sayapun langsung mengambil barang belanjaan yang sudah di plastik dan staff kantor meminta maaf seraya menepuk bahu saya.  

Saya berpikir sembari berjalan menuju halte bus, alangkah bermanfaatnya fungsi kamera yang diarahkan ke kasir. Selain bisa mengontrol kerja kasir juga bisa sebagai salah satu cara pembuktian berbagai kekeliruan terkait pembayaran. Proses mengurus masalah yang saya alamipun tidak memakan waktu lama (sekitar lima menit) dan tidak sampai menimbulkan keributan yang mengganggu pelayanan supermarket.  

Welcome Party 3rd K-Performance Supporters


Selama ini setiap kali saya habis jalan jalan atau melihat pertunjukan/datang ke suatu acara biasanya saya menulis kedalam bentuk cerita. Entah itu di facebook ataupun di blog pribadi saya. Awal membuat blog tujuannya untuk menulis cerita tentang beberapa perjalanan atau pengalaman selama tinggal di Korea untuk menjadi TKI.

Tahun kedua (2013) saya tinggal di Korea saya bergabung di komunitas K-Performance Supporters di Google+ yang di bentuk oleh Korea Tourism Organization (KTO). Komunitas ini dibentuk oleh KTO dengan tujuan untuk mempromosikan tentang pariwisata dan pertunjukan yang ada di Korea melalui blog ataupun social media lainnya. Anggotanya adalah orang asing yang tinggal di Korea, syarat bergabung  dengan mengirim aplikasi pendaftaran saat dibuka pendaftaran.

Tahun ini adalah tahun ketiga dan tanggal 20 Maret 2014 merupakan acara Welcome Party dan ucapan terimakasih untuk supporters tahun sebelumnya. Saya sendiri datang dan sekaligus sebagai salah satu orang yang menerima hadiah untuk supporters yang mempunyai nilai poin tinggi. Diambil sepuluh orang dengan poin tertinggi, dan yang terbaik adalah supporter dari Pakistan.

Mekanisme dari K-Performance Supporters adalah setiap kali datang ke sebuah acara maka diwajibkan untuk membuat cerita/blogging dan di sebar melalui social media. Jadi bagi supporters yang rajin ikut acara yang ditawarkan oleh KTO dan rajin blogging maka akumulasi poin atau nilai akan semakin banyak.

Bentuk acara yang bisa diikuti oleh anggota K-Performance Supporters sangat beragam mulai dari nonton konser musik, pertunjukan B-Boy, Kesenian tradisional Korea, dan jalan jalan ke tempat wisata di Korea. Semuanya gratis dan hanya mendaftar pada saat acara di tawarkan untuk anggota K-Performance Supporters.

Selain berbagai acara tersebut terkadang dari anggota K-Performance Supporters diharapkan untuk  untuk turut serta menyebar informasi suatu event KTO di social media. Maka beberapa status saya terkadang seperti bentuk promosi mengenai Korea. Biasanya event yang di tawarkan untuk anggota  K-Performance Supporters waktunya di akhir pekan dan bisa jadi di hari kerja.

Kalau tahun lalu welcome party diisi dengan penampilan konser K-Pop, tahun ini setelah puas makan dilanjut dengan melihat pertunjukan KABOOM. Pertunjukan kompilasi B-Boy, magic show, permainan alat music tradisional Korea dan dance dengan pemainan sinar laser yang menarik. 

Terimakasih untuk KTO yang sudah memberi hadiah dan kesempatan saya melihat beberapa pertunjukan di Korea dan tak lupa untuk teman yang sudah baca beberapa postingan saya terkait Korea. 

* Tersadar berasa salah kostum setelah melihat photo bersama
* Berharap bisa dapat hadiah lagi untuk tahun ini