Laman

Friday, 31 January 2014

Happy Travelling Near 24Guesthouse Seoul Station

Selama saya menginap di 24guesthouse Seoul station ada beberapa tempat yang letaknya tidak terlalu jauh untuk saya kunjungi. Letak guesthouse yang dekat dengan Seoul station sangat strategis dan mudah untuk melakukan perjalanan keluar Seoul dengan kereta api. Seoul station memberikan pemandangan dengan bangunan kuno yang indah. Puas menikmati bangunan kuno stasiun Seoul, bisa juga berbelanja di Lotte outlet yang ada di Seoul stasiun.

Night in Seoul Station

Bangunan Kuno Seoul Stasiun 
Jumat sebagai hari pertama saya jalan jalan, dan karena saya seorang muslim maka saya memutuskan untuk pergi ke daerah Itaewon. Cukup kurang lebih tiga puluh menit dengan naik subway turun di Itaewon station exit 3. Itaewon merupakan daerah dimana terdapat penduduk yang beragama islam cukup banyak, dan kebanyakan adalah warga pendatang dari daerah asia timur. Terdapat sebuah masjid yang megah biasa disebut Seoul Central Masjid.

Seoul Central Masjid
Selain terdapat masjid, Itaewon juga merupakan kawasan yang banyak dikunjungi oleh wisatawan., karena selain terdapat sebuah semacam distrik belanja yang menjual beraneka rupa mulai dari souvenir, sepatu, baju dan terdapat beberapa outlet resmi merk terkenal.

Hallal Restaurant
Sebagai daerah yang terkenal banyak warga muslim maka di Itaewon banyak terdapat rumah makan Hallal yang sangat cocok untuk muslim. Restoran hallal mulai dari makanan Turkey seperti kebab, masakan melayu, masakan India dan beberapa toko yang menjual produk hallal dan produk makanan dari luar Korea.

Puas berkeliling Itaewon maka saya melanjutkan perjalan ke Memorial War of Korea, sebuah museum tentang berbagai kenangan tentang perang Korea pada jaman dulu. Selain itu juga terdapat Seoul Snow Festival yang ramai di kunjungi oleh anak anak yang asyik bermain snow.


Karena tidak masuk ke arena festival saya cukup mengambil foto dan sambil melihat beberapa koleksi museum yang berada di luar. Setelah itu saya melanjutkan perjalan ke Namsan Seoul Tower, agar perjalanan menjadi lebih hemat saya memilih menggunakan bus untuk ke Namsan Tower. Ada banyak pilihan sebenarnya tetapi saya memilih untuk turun di Dongguk University station subway line 3 dan kemudian dilanjut dengan bus nomer 02/03/05 yang khusus untuk rute ke Namsan Tower. Turun dari halte cukup dilanjut jalan sekitar lema menit.

Namsan Tower
Selain bisa memasang gembok cinta sebagai lambang keabadian dengan pasangan pengunjung juga bisa menikmati pemandangan Seoul dari ketonggian yang cukup membuat decak kagum. Museum alive juga ada sebagai ganti dari museum Teddy Bear sehingga bisa puas bernarsis dengan efek tiga dimensi. Toko cendera mata, kafe, foudcourt juga ada sehingga pengunjung sangat dimanjakan dengan berbagai banyak fasilitas pendukung. Tiket masuk ke observatory 9.000 won dan jika ingin lebih murah bisa membeli sistem paket dengan museum ataupun pilihan paket lainnya.

Traditional performance in Namsan Tower
Selain dimanjakan dengan berbagai fasilitas dan keindahan panorama kota Seoul dari ketinggian, pengunjung juga bisa menikmati penampilan pertunjukan tradisional yang ada di Namsan Tower. Jam pertunjukan sesuai dengan jadwal dan pengunjung bisa berfoto bareng dengan para pemain pertunjukan seusai pertunjukan selesai.



Puas melihat keindahan kota Seoul dari ketinggian, saatnya untuk menikmati Myeongdong dengan segala macam keramaian mulai dari outlet fashion, penjual berbagai aksesoris, cendera mata, makanan jajanan, kosmetik dan masih banyak lainnya. Pengunjung bisa berbelanja dengan puas di berbagai macam outlet. 

Keramaian Myeongdong
Penjual disini sebagian besar bisa menggunakan bahasa Inggris jadi tidak perlu khawatir dalam melakukan transaksi. Berbagai jenis toko kosmetik banyak dijumpai sehingga pengunjung bisa berbelanja jenis kosmetik sesuai dengan pilihan. Berbagai outlet makanan cepat saji tersedia sehingga bisa menjadi pilihan buat wisatawan untuk makan.

Cruise in Han River
Menikmati keindahan malam kota Seoul bisa juga dilihat dari sungai Han. Saya mencoba menikmati keindahan sungai Han malam hari dengan menggunakan kapal ferry. Keindahan kota Seoul bisa dinikmati lewat ferry di sungai Han baik siang ataupun malam. Ferry sungai Han bisa dinikmati dengan tiket bervariasi, saya mencoba menikmati sungai Han malam hari dengan naik Ferry yang ada live concert dengan harga tiket 15.000 won. Cukup turun di Yoinaru station line lima exit dua atau tiga. Paket ferry sungai Han memberikan pengalaman yang menarik dengan sensasi romantis di malam hari.

Live Concert in Han River Ferry
Sebagai orang tropis membuat rencana bermain ski ataupun snowboard juga memberikan pengalaman yang menarik selama liburan di Korea. Sebagai pilihan yang letaknya dekat dengan Seoul adalah Woongjin Play do C terletak di kota Bucheon yang bisa ditempuh dengan subway kurang lebih satu jam perjalanan. Subway line tujuh turun di stasiun Samsan Gymnasium exit satu dan jalan lurus kurang lebih 500 meter. Ini adalah arena bermain ski dan snowboard yang buka setiap musim dan merupakan wahana didalam ruangan. 

Woongjin Play Do C
Jadi bagi saya yang biasa hidup di daerah tropis cukup bisa mengurangi rasa dingin. Selain itu karena buka setiap saat maka jika rencana tour ke Korea bukan di musim dingin masih bisa mencoba bermain salju. Harga tiket dan rental sangat bervariatif  tergantung dari waktunya, saya bermain ski di waktu sore dan harga tiket plus rental tanpa sewa baju 43.200 won. 

Me in Woongjin Play Do C
Salah satu permainan yang sangat mengasyikan, selain itu fasilitas penunjang seperti foodcourt, minimarket juga tersedia. Spesialnya adalah di tempat ini menyediakan prayer room bagi umat muslim jika akan melakukan sholat. Cukup menghubungi petugas maka akan diberi petunjuk dan kita cukup menulis nama dan berapa lama kita akan menggunakan tempat untuk sholat. 

Icekitting in Seoul City Hall
Selain bermain ski atau snowboard jika ingin bermain icekitting yang murah juga cukup dekat. Cukup naik Subway line satu atau dua turun di Sichong atau Seoul City Hall exit lima. Harga tiket sudah termasuk rental alat cukup 1.000 won selama satu jam. Ini adalah permainan yang sangat murah dan cukup menyenangkan untuk semua kalangan dan jenis umur. 

Beberapa atraksi dan tempat yang menarik yang bisa dinikmati disekitar 24Guesthouse Seoul station yang sudah saya coba. Masih ada banyak tempat menarik yang letaknya berdekatan seperti Deoksugung palace, Chonggyechon Stream, Gwanghwamun dan Gyeongbokgung palace dan tempat lainnnya yang bisa dinikmati sambil berjalan santai setelah puas bermain icekitting di Seoul City Hall. Letak beberapa tempat wisata yang dekat dan mudahnya jangkaun dengan subway adalah salah satu poin lebih untuk 24Guesthouse Seoul station. Oleh karena itu 24Guesthouses Seoul station merupakan pilihan yang baik saat liburan di kota Seoul.

Wednesday, 29 January 2014

Pesan Kamar Guesthouse dan Homestay di Seoul

Ini adalah penjelasan singkat dari saya terkait cara memesan kamar guesthouse atau homestay di Seoul melalui B&B Seoul. Cerita sebelumnya saya bercerita tentang kamar dan segala kemudahan di 24guesthouse Seoul station tetapi saya tidak menjelaskan secara detail tentang cara pesan kamar dan hanya memberikan link situsnya. Berikut langkah langkah pesan kamar semoga bisa membantu dan bermanfaat:

Buka link B&B Seoul berikut linknya stay.visitseoul.net setelah dibuka akan muncul seperti tampilan berikut :

Setelah itu klik B&B Seoul Certified yang berada ditengah, maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

Dari tampilan diatas sudah terlihat beberapa nama daerah yang ada di Seoul, sehingga ini akan sangat memudahkan pencarian penginapan. Tinggal memilih daerah yang diinginkan maka akan muncul beberapa list guesthouse atau homestay, contohnya seperti gambar berikut ini:


Setelah melihat alternatif pilihan penginapan maka kita bisa melihat detail penjelasan dengan cara mengklik nya. Nantinya akan muncul beberapa informasi tentang guesthouse dan kontak yang bisa dihubungi. Ada beberapa yang hanya melalui email, nomor telepon dan ada juga yang tersambung dengan link website booking guesthouse atau homestay. Karena saya memilih 24guesthouse maka setelah saya memilih tombol booking langsung terhubung dengan website 24guesthouse. Gambar awal website seperti gambar dibawah ini:


Untuk mendapatkan website yang versi english bisa mengklik yang bertuliskan huruf roman. Dari website tersebut kita bisa memilih kembali daerah yang kita inginkan dan detail informasi tentang kamar, harga dan hal lainnya. Ada banyak pilihan kamar dan tempat sehingga bebas memilih sesuai dengan kebutuhan. Setelah melihat beberapa model kamar maka saya langsung mengisi data diri untuk booking kamar di 24Guesthouse. Berikut gambarnya isian form booking kamar :


Lengkapi semua isian data diri yang diperlukan dan perhatikan dengan baik tentang peraturan booking agar tidak terjadi kekeliruan. Setelah mengisi data diri nantinya akan medapat konfirmasi melalui email terkait pemesanan kamar. Jikalau tidak mendapat konfirmasi bisa menghubungi melalui email yang tersedia ataupun nomer telepon yang tercantum. Karena saya agak mendadak dalam pemesanan kamar maka setelah saya mengirim form booking saya langsung menghubungi nomer telepon untuk konfirmasi tentang banyak hal. Sebagai bukti berikut email balasan terkait pemesanan kamar di 24Guesthouse Seoul station :




Karena pemesanan awal single room tapi karena sudah tidak tersedia maka saya diberi penawaran lain dan diberikan harga yang menarik. Sungguh penawaran yang menggiurkan menurut saya, sehinnga saya menerima dan melakukan pembayaran melalui transfer bank account Korea. Pembayaran juga bisa dilakukan pada saat check in baik secara tunai maupun kartu debit dan kredit. Sangat mudah menurut saya, jadi rencanakan liburan di Korea mu dengan baik dan pesanlah penginapan melaui B&B Seoul

Semoga bermanfaat....

Tuesday, 28 January 2014

24 Guesthouse Seoul Station


Ceritanya saya habis menginap di 24 Guesthouse Seoul Station selama dua malam.  Sebenarnya jarak asrama saya tinggal ke Seoul bisa di tempuh dengan bus dan kereta hanya dua jam. Karena saya sedang mengikuti program tertentu saya diharuskan untuk menginap selama dua malam.

Setelah searching disitus stay.visitseoul.net saya menemukan guesthouse yang sekiranya cocok dengan rencana dan pilihan saya. Saya agak kurang percaya diri sebenarnya untuk urusan reservasi online karena pengalaman sebelumnya sering mengalami kegagalan proses, sebabnya beraneka ragam seperti nama, model pembayaran dan lainnya. Dan karena metode reservasi yang mudah maka saya berhasil memesan kamar untuk dua malam di 24 Guesthouse Seoul Station.

Dari situs tersebut kita bisa memilih daerah di Seoul sehingga memudahkan kita dalam memilih penginapan dan tempat yang akan dikunjungi. Pemesanan kamar di 24 Guesthouse Seoul Station bisa buka situsnya di 24guesthouse. Dari tampilan situs bisa memilih pilihan bahasa sehingga memudahkan bagi orang yang buta dengan bahasa Korea. Tinggal memilih kamar yang sesuai dan mengisi data diri dan kemudian akan diberi email konfirmasi, sangat mudah menurut saya.

Twin Bunk Room 24guesthouse Seoul station
Fasilitasnya saya rasa sangat lengkap mulai dari tv, kulkas, handuk, pemanas air, pengering rambut, tisu dan keranjang cucian atau bisa juga dimanfaatkan untuk tempat sepatu. 

Bathroom
Selain fasilitas yang komplit juga memberikan sarapan pagi berupa roti, kopi, teh dan disediakan telur. Jika ingin memasak disediakn mini dapur yang bisa dimanfaatkan dan sekaligus sebagai tempat sarapan pagi. 

Kitchen 24 guesthouse Seoul  Station
Fasilitas lain seperti komputer, beberapa brosur tentang informasi tempat wisata juga tersedia di meja resipsionis. Jika ingin bertanya tentang beberapa tempat atau informasi lain bisa juga menanyakan ke resipsionis yang ramah dan bisa berbahasa China, Inggris dan Korea. 

Meja resipsionis
Bangunan 24 Guesthouse Seoul Station sangat mencolok dengan warna kuning sehingga sangat mudah dicari. Seoul station exit 12  lurus dan belok kiri pada belokan pertama, jarak tempuh kurang lebih lima menit dengan jalan kaki. 

Selain jarak yang dekat dengan Seoul stasiun, kita juga bisa berbelanja di Lotte Outlet yang ada di Seoul Station, menikmati keindahan bangunan kuno di  Seoul station. Beberapa obyek wisata penting seperti Seoul City hall, Deoksugung palace, Gyeongbokgung Palace, Chonggyechon Stream sangat dekat karena hanya ditempuh satu stasiun dari Seoul station.

Beberapa tempat penting seperti Itaewon, sungai Han, Myeongdong juga tidak terlalu jauh dari Seoul station. Karena menurut saya Seoul station mempunyai posisi tengah dan tersedia dua line yaitu satu dan empat sehingga memudahkan wisatawan untuk melakukan pergerakan ke beberapa tempat. Jika ingin melakukan bepergian ke luar kota Seoul dengan kereta api bisa langsung melalui Seoul Station, sehingga 24 Guesthouse Seoul Station sangat cocok untuk menginap di Seoul.

Me and 24 Guesthouse Seoul station staff
Beberapa tempat wisata di sekitar 24 Guesthouse Seoul Station yang sudah saya kunjungi akan saya ceritakan di judul blog berikutnya.


Friday, 10 January 2014

Jeonju Bibimbap

Jeonju Bibimbap
Makanan atau kuliner Korea sangat beragam jenisnya dan tentunya mempunyai cita rasa yang berbeda dengan makanan Indonesia. Sebagian orang yang sudah mencicipi makanan Korea,pastinya  mempunyai pendapat yang berbeda dan beragam. Contoh rasa yang pedas, asam, enak, gurih atau bahkan berasa aneh di lidah.

Bagi yang muslim mungkin akan sedikit lebih pilih pilih menu jika ingin mencicipi kuliner di Korea, untuk alasan keamanan. Seperti halnya masyarakat Indonesia, masyarakat Korea juga menjadikan nasi  atau bap dalam bahasa Korea sebagai bahan pokok, maka tidak heran beberapa nama masakan Korea menggunakan kata bap.

Sebagai contoh menu makanan yang baru saya coba adalah Bibimbap. Walaupun sekarang sudah hampir dua tahun tinggal di Korea, saya baru sekali menikmati bibimbap dalam tampilan yang sempurna. Karena ditempat saya bekerja sudah menyediakan makan tiga kali sehari jadi membuat saya jarang beli makan di warung ataupun restoran.

Sedikit history tentang bibimbap, banyak pendapat tentang asal usul makanan ini. Ada yang berpendapat bibimbap merupakan  makanan sesaji atau ritual, makanan musim pertanian, dan makanan dari meja kerajaan. Tetapi dari banyak pendapat yang paling bisa diandalkan adalah makanan dari meja originitas kerajaan, dimana makanan ini pertama kali disajikan di meja kerajaan yang kemudian diturunkan dan disebarkan masyarakat kelas bawah.

Daerah di Korea yang terkenal dengan bibimbapnya adalah kota Jeonju di provinsi Jeollabuk-do, bisa ditempuh dengan bus kira kira tiga jam perjalanan dari Seoul. Maka tidak heran kemudian nama Jeonju bibimbap terkenal bagi para wisatawan luar Korea ataupun masyarakat lokal. Tetapi untuk menikmati Jeonju bibimbap tidaklah harus ke Jeonju langsung karena beberapa restoran atau rumah makan di Seoul atau kota kota lainnya juga menyediakan menu ini.

Bibimbap merupakan menu yang cara makannya mencampur nasi dengan beberapa jenis sayuran seperti daun selada, wortel, kecambah, rumput laut, telor dan beberapa sayuran Korea yang tidak saya ketahui namanya. Berbagai kreasi  bibimbap sangat beragam, sebagai contoh ada yang menambahkan daging dan jamur. Tentunya tidak ketinggalan ditambah semacam sambal Korea dan taburan wijen yang membuat tampilan terlihat cantik dan menggoda lidah.

Penyajian bibimbap menggunakan mangkok baik mangkok biasa ataupun mangkok yang bisa menahan panas. Untuk telornyapun  beragam ada yang menyajikan dengan telor yang sudah diceplok  dan ada yang menyajikan dengan telor mentah. Bibimbap yang saya nikamati adalah Jeonju Bibimbap yang saya pesan dan makan di Jeonju. Berbekal tiket  free shuttle bus yang disediakan dari Seoul saya dan teman  melakukan tour ke Jeonju untuk bisa menikmati bibimbap dan  melihat keindahanJeonju Hanok Village.

Di Jeonju Hanok Village banyak tersedia rumah makan yang menyediakan menu Jeonju Bibimbap dan menu makanan Korea lainnya. Harga bibimbap per porsi tiap rumah makan beragam mulai dari 7.000-13.000 won, tetapi dari hasil survey beberapa rumah makan rata rata harga per porsi 10.000 won. Saya sendiri membeli dengan harga sepuluh ribu,  bibimbap tanpa daging dengan penyajian telor yang masih mentah.

Sebenarnya awal melihat bibimbap dengan kondisi telor mentah nyali makan saya dan teman menjadi berkurang. Saya sudah membayangkan pasti ini akan berubah menjadi makanan yang  berasa aneh. Awal makan saya hanya mencicipi yang dipinggir mangkok, tetapi kemudian sang pelayan langsung mendekat seraya berkata untuk mengaduk atau mencampur semua yang ada di mangkok kemudian baru dimakan. Setalah mencampur barulah saya mencoba makan dan ternyata telor mentahnya tidak berbau amis pada nasi dan bahan lainnya.

Banchan
Rasa secara keseluruhan enak dan sedikit pedas, rasanya seperti makan nasi pecel tetapi tidak ada sambal kacang dengan sayuran yang masih segar. Sebagai pelengkap dari bibimbap sudah tersedia banchan (lauk pauk) khas Korea seperti kimchi, irisan cabe hijau, jamur, sambal seafood dan lainnya yang namanya saya kurang tahu. Tidak ketinggalan sop sayuran yang masih hangat, membuat tubuh sedikit hangat disaat suhu yang sangat dingin.

Selamat menikmati Jeonju Bibimbap….

Tulisan ini sebelumnya saya publish di account kompasiana saya berikut linknya : http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2013/12/31/uji-nyali-dengan-jeonju-bibimbap--624326.html

Guide in Seoul


Sebagai orang yang lebih tahu dulu tentang Seoul saya selalu menawarkan jasa tidak penting untuk teman saya semasa kursus jika sudah sampai di Korea. Karena hoby saya muter muter sampai kaki pegel maka saya sedikit tahu berbagai tempat wisata yang ada di Seoul. Seoul is my Journey, karena hampir tiap minggu saya selalu berselancar Seoul untuk berbagai keperluan.

Kali ini saya sudah bersemangat untuk menjadi guide teman kursus yang merupakan Korea lovers. Jadi saya tidak usah menjelaskan panjang lebar tempat yang akan saya datangi karena teman yang satu ini sudah paham tentang Korea. Cukup datang ke tempat barulah kumat  narsis sejadi jadinya.

Teman yang satu ini merupakan ibu dari satu anak yang rela meninggalkan sang buah hati untuk merantau mencari nafkah tambahan biar lebih banyak untuk masa depan yang lebih baik, katanya sih. Andalan saya sebagai guide amatir adalah turun di  Seoul City Hall station line satu atau dua barulah kemudian berkeliling di daerah sekitar.

Alasannya turun di City Hall adalah paling gampang dan sudah menjangkau berbagai tempat wisata penting di Seoul. Dari exit lima langsung sampai di Seoul Plaza, kemudian dari depan sudah terlihat Deoksugung palace, dan bisa berkeliling di Seoul City Hall yang didalamnya terdapat berbagai  koleksi layaknya sebuah museum yang modern.

Di Doeksugung semua orang bisa berfoto dengan para prajurit jika sesuai dengan jadwal ceremony rutin palace. Selain itu bisa mencoba pakain prajurit palace dengan tanpa biaya tetapi harus sesuai jadwal operasional ceremony tersebut. Jadi bersabarlah menunggu jika datang tidak sesuai jadwal.

Kesempatan itu menjadi ajang saya dan teman emak emak saya yang masih tetap terlihat muda untuk ikut mencobanya. Durasi pemakaian baju hanya tiga menit membuat sesi photo yang kami lakukan harus cepat dan sigap agar tidak kena marah sama petugas yang cantik jelita.

Puas berphoto dengan kostum yang cerah bak warna crayon tinggal menuju ke sungai yang menjadi andalan kota Seoul. Chonggyechon stream merupakan sungai yang wajib didatangi karena bangunan sungai yang modern dan air yang jernih serta sejuta pesona lainnya yang tak bisa diungkap dengan kata tapi hanya bisa diungkap dengan mata. Datang saja ke sungai ini jika tidak percaya dan sekaligus sebagai pembuktian ucapan saya.

Gyeongbokgung palace adalah rute terakhir dalam perjalanan kami, walaupun kami tidak masuk karena berbagai alasan maka sejenak berfoto kemudian melanjutkan antri di bagian mencoba pakain kerajaan. Di palace yang super besar dan megah ini juga menyediakan sesi mencoba baju kerajaan tetapi jadwalnya saya kurang paham. Saya beranggapan ini adalah kebetulan bertubi tubi datang di dua palace pada waktu yang pas. This is lucky time for me and you? I dont know.

Sebenarnya  ini  untuk yang keberapa kali saya datang ke tempat ini. Sebelumnya sudah ada dua teman dan turis dari Indonesia yang tertinggal rombongan tour yang saya ajak jalan jalan ala rute saya yang membuat kaki dijamin super pegal pegal.  Tetapi sebagai guide untuk kaum emak emak rasanya tidak memberi  tahu tempat shoping bagai sayur tanpa garam, maka walaupun sudah kedinginan  jadwal shoping tetap menjadi acara wajib.

Uijongbu saya pilih sebagai salah satu tempat untuk shoping dengan harga yang kompetitif. Menawarkan banyak harga terjangkau bagi kaum TKI seperti saya dan letaknya yang sudah mendekati arah kami pulang ke asrama masing masing. Rasanya ekstra sabar menemani shoping kaum emak emak yang sungguh selektif memilih model, warna dan yang paling maha penting adalah harga. But this is happy time for me because I know women peoples is rempong person.


Bertemu dengan teman dari kampung menjadi sebuah acara untuk bercerita segala rasa kerinduan pada kampung tercinta. Tentang berbagai hal untuk membuat pengobat sejenak rasa kangen yang berkepanjangan. Tapi sebenarnya ini adalah salah satu membuat perjalanan naik subway yang bikin bosan agar berasa begitu cepat yaitu dengan bercerita dengan teman (tips yang susah dilakukan saya karena sering melakukan perjalanan sendiri). Selamat datang dan selamat berjuang kawan selalu semangat dan tetap narsis walaupun status ibu sudah tersandang. 

*Ternyata temen ku bawa temen yang baru datang juga
*Minat di guide-in oleh saya inbox me. Berasa sok tahu banget, penting dan bikin senyum nyengir sebagai ekspresi kecewa berat membaca cerita tidak penting. Pokoknya Happy narsis....


Free Shuttle Bus Jeonju


Gratis itu menyenangkan, itulah salah satu kalimat  yang pas buat saya setelah dapat tiket bus gratis ke Jeonju, provinsi  Jeollabuk-do untuk jalan jalan tidak jelas dan tak tau arah. Dari Informasi yang  ada  tujuan akhir bus gratis ini adalah Jeonju Hanok Village. Bus gratis (Free Shuttle Bus )  yang disediakan untuk wisatawan atau orang asing di Korea pada tahun 2012 rutenya sampai ke Busan. Tetapi untuk tahun 2013 rute bus hanya sampai kota Jeonju.

Bus gratis bisa dinikmati hanya oleh orang asing yang ada di Korea, baik itu wisatawan atau orang asing yang tinggal di Korea. Cara pemesanan tiket bus dengan on line disitus yang telah disediakan. Sebenarnya bisa langsung datang ke pangkalan bus (Gwanghwamun) tetapi ini tidak menjamin ketersediaan kursi. Intinya jika ada sisa kursi barulah bisa ikut naik bus.

Email Tiket
Operasional bus pada hari Jumat, sabtu dan minggu dan start  dari Seoul jam 8 pagi, sedangkan dari Jeonju jam 5 sore. Jika mempunyai akhir pekan yang panjang bisa di Jeonju untuk beberapa hari. Saya sendiri mencoba bus ini baru sekali dan waktunya di hari terakhir waktu operasional bus tahun 2013 yaitu tanggal 29 Desember 2013. Tahun 2014 operasional bus belum ada informasi yang saya dapat untuk mencari informasi bisa dilihat di situs Visit Korea.

Saya sarankan untuk sign up disitus pemesanan tiket agar memudahkan pada saat melakukan pemesanan tiket. Setelah mempunyai account apabila akan memesan tiket hanya dengan log in  dan nantinya data otomatis terisi,  hanya sedikit memberi tambahan informasi data diri. Lebih senangnya lagi bisa bawa teman, jadi nanti pas email tiket sudah diterima pada saat boarding bus tinggal tunjukin paspor asli dan email tiket.

My Friend
Perjalanan Seoul-jeonju kira kira 3 jam, cukup lama menurut saya apalagi jalan yang dilewati adalah jalan tol jadi yang bisa dilihat hamparan sawah, pegunungan dan mobil yang berpacu dengan kencangnya. Untungnya saya bisa mengajak salah satu teman sehingga perjalanan tidak berasa membosankan. Maklum bahasa Inggris saya sangat tidak layak, hal ini menjadikan saya pendiam jika berinteraksi dengan orang asing.

Ada  kejadian yang cukup bikin saya merasa kasihan karena sebelum berangkat ada 3 orang penumpang yang berharap dapat tiket on site tetapi karena bus penuh jadi batal. Melihat dari penampilannya sebenarnya sudah style travelling dan tiga orang itu adalah cewek. Seandainya saja saya bisa bantu saya rela memangku untuk beberapa menit (karena badan saya yang kecil) dan selanjutnya saya serahkan kursi saya padanya, kemudian saya akan posisikan badan berdiri dengan cool bak pahlawan bertopeng.

Ngapain aja di Jeonju  yang hanya punya waktu sekitar enam jam itu akan saya ceritakan selanjutnya. Yang jelas penuh tragedi, penderitaan, kegembiraan dan misteri. Diharap sabar pemirsa (emang ada yang baca?).

Balik ke Seoul pun masih menggunakan bus yang sama, dimana bus menanti dengan setia di tempat parkir. Selama perjalanan nanti ada pemandu bus yang akan sedikit memberikan informasi  dan berbagai hal terkait perjalanan. Cemas, bingung pun akan sirna pada waktunya. Setiap penumpang diakhir perjalanan diberikan kuisioner survey terkait dengan keberadaan free shuttle bus Jeonju. Pokoknya dijamin nyaman selama perjalanan, tanpa ada promosi produk dan hal lain yang mengganggu.

Tragedi berangkat terulang lagi pada saat bus akan balik ke Seoul. Dimana ada tiga orang penumpang yang sudah mempunyai tiket tetapi karena datangnya terlambat kursi sudah diberikan kepada penumpang lain yang sudah menunggu. Perdebatan terjadi antara penumpang dan pemandu, dimana pemandu memegang teguh aturan penumpang datang jam lima kurang sepuluh sesuai kesepakatan sedangkan tiga cewek yang terlambat datang pas jam lima sore. Pemandu terlihat sangat tegang tetapi tetap saja tiga cewek tidak terangkut ke bus. Naluri pahlawan bertopeng saya sebenarnya timbul tetapi apa boleh buat akhirnya saya tetap duduk manis di bus sembari melihat tiga cewek tersebut berjalan dengan lesu sambil beranjak pergi mencari bus.


Dimohon berdoa agar bus gratis ini tetap ada di tahun 2014. Saya juga mau mengucapkan terima kasih kepada bus dan pak sopir yang sudah mengantar saya ke Jeonju tetapi sebelumnya juga sudah berterima kasih ke pemandu bus sih. Selamat mencoba bus gratis ke Jeonju ya...


*Informasi detail bisa dilihat di situs pemesanan tiket bus http://shuttle.dongbotravel.com/en/
*Harap booking ticket  dan tepat waktu agar tidak bernasib tragis seperti cerita diatas 
*Happy gratis dan nge-bus

Kecelakaan Kerja (Tragedi Senin Pagi)

Pabrik Tempat Saya Kerja
Pabrik tempat saya bekerja mengolah tembaga menjadi beraneka  bentuk dan ukuran. Bahasa yang paling umum digunakan peleburan tembaga. Selain memproduksi tembaga menjadi aneka ukuran dan bentuk juga mendaur ulang barang rongsok berbahan dasar tembaga untuk dilebur kembali menjadi bahan mentah.

Saya bekerja  dibagian produksi tembaga mentah menjadi tembaga olahan yang beraneka bentuk dan ukuran. Lebih seringnya saya dibagian penyelesaian atau finishing produk. Terkadang juga dibagian produksi yang mencetak tembaga sebelum proses finishing.  Memotong  tembaga yang sudah setengah jadi  adalah tugas saya. Tentunya masih ada banyak tugas lain yang menguras tenaga dan keringat. *Derita gue banget, please give me support or sang perubah status.

Sedikit gambaran tentang pekerjaan saya di Korea. Bagi yang penasaran, saya rasa mulai sekarang sudah terjawab. Karena saya sering bercerita tentang kegiatan jalan jalan, banyak yang mengira saya di Korea itu enak pake banget. Padahal banyak derita dan nestapa sebagai TKI yang belum saya ceritakan, dan saya berpikir lebih baik berbagi kebahagiaan dari pada berkeluh kesah tiada guna.*Pembelaan biar terlihat bahagia agar dapat segera menemukan sang perubah status.

Menurut saya faktor resiko terjadinya  kecelakaan kerja di pabrik lumayan besar. Mulai dari tembaga yang super panas, proses memindahkan tembaga, saat mengoperasionalkan mesin dan kegiatan lain yang beresiko.  Semenjak saya bekerja di pabrik, saya sudah beberapa kali menjumpai kasus kecelakaan kerja. Mulai dari yang kecil sampai yang lumayan parah.  Mulai dari  yang membuat sakit hati sampai keluhan yang tak kunjung dapat jodoh *ga nyambung, silahkan delet.

Saya tidak akan bercerita detail kasus terjadinya kecelakaan kerja yang sudah terjadi sebelumnya,tapi saya akan bercerita kasus yang baru terjadi  tepatnya senin pagi kemarin. Jadi kasusnya dialami oleh pekerja yang paling junior yang masih berumur 18 tahun. Saya tidak tahu tentang statusnya bocah ini apakah ini semacam PKL seperti dulu pas saya sekolah ataupun sudah resmi menjadi karyawan.

*Mengingat kembali pada saat saya berumur 18 tahun saya belum bekerja secara mandiri hanya membantu orang tua di rumah. Saya masih minta uang sama orang tua dan lagi senang senangnya menikmati massa sekolah. Betapa beruntungnya saya. Terima kasih my biyung (emak)…. Love  you so much… *lebay.

Bocah ini masuk pabrik kurang lebih baru setengah tahun. Dia bekerja disatu bagian dengan saya hanya saja berbeda mesin. Dia bekerja mengoperasikan mesin bareng dengan sang supervisor pabrik saya yang lumayan cerewet menurut saya.

Kronologisnya di senin pagi yang masih dingin dan baru mulai kerja kurang lebih satu jam, bocah ini berniat memindahkan tembaga yang berbentuk bulat berukuran 3,4 cm dengan panjang kira kira 2 meter lebih ke mesin untuk diluruskan dengan alat pemindah. Demi menulis cerita ini saya searching tentang nama alat dan sedikit informasi. Diwaca sing teliti ya ben mudeng, nek ura mudeng ya pada bae karo nyong (baca dengan teliti biar paham).



Gantry Crane
Gantry crane adalah jenis crane portal tinggi berkaki tegak yang mengangkat benda dengan hoist yang dipasang di sebuah troli hoist dan dapat bergerak secara horizontal pada rel atau sepasang rel, dipasang di bawah balok atau lantai kerja. Sebuah Gantry Crane memiliki ujung balok pendukung bertumpu pada kaki tegak beroda berjalan pada rel diatas pondasi. Biasanya pada dinding sisi paralel dari pabrik atau bangunan industri yang sama besar, sehingga seluruh crane dapat dipindahkan di sepanjang bangunan sementara hoist dapat dipindahkan ke sana kemari ke seluruh lebar bangunan. Sebuah Gantry Crane dapat pula ditempatkan diluar bangunan (outdoor).
Alat ini di pabrik saya bekerja mempunyai batas maksimal 2 ton. Barang yang dipindahkan jelas mempunyai berat berkilo kilo tetapi yang jelas beban berat hidup saya tidak seberat tembaga yang saya pindahkan.

Singkat cerita terdengarlah suara glomprang yang sangat keras, sekeras emak saya di kampung dikala membangunkan saya dari tidur lelap di pagi hari *edisi kangen emak. Waktu kejadian di TKP hanya dia seorang, maka pada saat suara keras terdengar, ajuma kedua saya langsung berlari melihat ke TKP. Namanya juga emak emak melihat kecelakaan dengan korban tertidur pulas (terkapar) maka dia langsung histeris semacam ketakutan. *Kenapa harus gitu wahai kaum emak emak? cool aja kali.

Ajosi tinggi menjulang dan bang mandor berlari menghampiri korban dan sayapun setelah mematikan mesin ikut menonton. Saya berpikir kenapa bisa sampai terkapar gitu padahal kan yang jatuh hanya barang yang dibawanya. Hanya korban dan Tuhanlah yang tahu kenapa bisa seperti itu. 

Setelah dibawa ke rumah sakit ternyata kondisi dari korban baik baik saja dan tidak mengalami luka yang berarti. Selang kemudian beristirahat di asrama dan tidak melanjutkan kerja. Yang bikin saya heran besok paginya masuk kerja. *Ya Alloh rajin bener kalau gue ogah, pasti gue akan minta ijin berhari hari untuk menenangkan hati dan pikiran yang masih syok agar segera bisa dipertemukan dengan sang perubah status *curhat ga nyambung.

Helm Unyu
Sehari kemudian dengan adanya peristiwa tragis tersebut, barulah style penampilan dari para pekerja pabrik dirubah tujuannya agar terlihat modis dan aman. You know lah Korea itu selalu mementingkan fashion agar terlihat modis dalam kondisi apapun. Semua pekerja harus memakai helm pelindung kepala yang berwarna kuning cerah ceria seceria hati saya jika sudah bertemu sang perubah status *always promote.

Sebelumnya helm hanya tertempel manis di tembok pabrik tanpa ada yang memakai. Saya rasa ini sebagai pelajaran gunakan alat pelindung kerja sesuai standar sebelum terjadinya kecelakaan kerja.  안전 제일 Utamakan Keselamatan.

Intinya semua pekerjaan mempunyai resiko terjadinya kecelakaan mulai dari emak emak ibu rumah tangga sampai pekerja pabrik seperti saya. Selalu hati hati dan berdoa saran saya. Karena setelah saya amati dari beberapa kejadian di pabrik saya lebih karena faktor human error. Bukan dari faktor alat, entah itu karena orang nya yang kurang hati hati, tidak konsentrasi ataupun belum terlatihnya dalam mengoperasikan alat. 

* Abaikan tulisan yang dicetak tebal.
* Sebelum saya posting di blog saya posting di note facebook