Laman

Monday, 23 December 2013

Second Graduation


Ini adalah graduation kedua saya selama mengikuti kelas bahasa Korea di Seoul Global Migrant Center. Walaupun sudah dua kali lulus (ga make ujian) kelas bahasa tapi  perkembangan kemampuan bahasa Korea saya tidak signifikan. Penyebabnya adalah sifat malas saya untuk belajar dan menghapal kosa kata baru.

Kelas tingkat dua ini didominasi oleh teman teman dari Vietnam, berbeda dengan tingkat dasar sebelumnya yang didominasi oleh orang orang Indonesia. Saya adalah siswa paling rajin datang terlambat dan hampir bisa dikatakan selama berlangsung kelas saya selalu datang terlambat mulai dari lima menit hingga satu jam. Sebenarnya ini sebagai alibi klasik dimana jarak tempuh  kurang lebih 2,5 jam perjalanan dari asrama saya tinggal ke tempat belajar.

Suasana party
Spesialnya diacara party kelulusan kali ini sangat meriah dengan berbagai macam hiburan. Mulai dari fashion show dari beberapa negara, magic show, B-boy  performance dan penampilan dari masing masing kelas. Kelas saya menampilkan hiburan membacakan lagu yang sangat fenomenal di Korea. Lagu ini dibacakan dengan lima logat bahasa Korea  yang berbeda dari beberapa daerah yang ada di Korea. FYI bahasa Korea juga mempunyai perbedaan logat dan bentuk bahasa di beberapa daerah. Seperti halnya di Indonesia yang mempunyai bahasa yang beragam.

Bergaya  ala Boy Band sebelum perform *Me : batik ungu

Saya sendiri ikut perform dan kebagian daerah Gangwon-do dengan logat yang sedikit keras dan mendayu di bagian akhir. Menurut saya seperti halnya orang gunung yang cenderung mempunyai nada suara yang lebih keras. Walaupun sudah berusaha , saya beranggapan logat ngapak saya masih begitu berasa. Jadi bisa dikatakan Korea ngapak gituh.

Kesepakatan kami sebagai WNI untuk memakai batik, tapi karena kebiasaan buruk saya lupa dan buru buru baju batik yang mau dipinjamkan ke teman tertinggal di kamar, jadi yang satu tidak jadi berbatik. Maaf yah teman.....sebagai salah satu bentuk promosi batik juga sih,,, 

Kelas bahasa  yang saya ikuti selain menambah sedikit peningkatan bahasa Korea, juga bisa menambah teman baru yang beragam, mulai dari emak emak Vietnam yang selalu bikin telinga saya bersengau sengau gituh. Tentunya juga teman sesama orang dari kampung halaman. Sebut saja Tarno tentunya ga pake mbah loh… yang berasal dari Wonosobo  dan yang sudah banyak bisa bercakap dengan bahasa Korea.

Narsis bareng teman kelas dan bu guru paling depan ujung kiri.
Tidak mengherankan teman saya yang satu itu paling disukai sama bu guru karena sudah cakap berbahasa juga paling rajin datang. Dan yang paling mengesankan adalah diakhir kelas dapat hadiah sebagai siswa terbaik di kelas. Selamat yah sobat….
Sebagai orang yang suka menyebar bola panas saya beranikan menyampaikan anggapan saya tentang ketertarikan bu guru dengan Tarno ckckckckkc,,, itu sih pengamatan saya saja sihhhh...

cie cie
ehem ehem
Sampai ketemu di kelas berikutnya ya....

*Second graduation yang sangat saya cita cita kan adalah bisa graduation untuk esdua tapi tak apalah gradution kedua ini sebagai penyemangat hehehehhehe.... 

Wednesday, 18 December 2013

Narsis di 63 Wax Museum

Ceritanya saya habis ke sebuah museum yang isinya berbagai macam patung beberapa tokoh terkenal. Mulai dari tokoh lokal orang Korea sampai tokoh  yang sudah mendunia. Museumnya bernama 63 Wax Museum  di 63 Building lantai B3F dengan biaya masuk 14.000 won perorang.  63 Wax Museum bisa dijangkau dengan subway line satu turun di daebang station exit 6 dilanjut naik bus no 62 atau bisa menggunakan free shuttle bus. Informasi lengkap bisa buka situsnya di https://www.63.co.kr/home/63CITY/eng/main.do

Sebenarnya di 63 Building selain ada 63 Wax Museum juga ada 63 Sea World Aquarium, 63 Sky Art,dan  63 Art Hall (Imax 3D dan performance). Semua wahana namanya berawalan 63 mungkin karena tempatnya bernama 63 square atau apalah saya kurang tahu. Anggapan saya sebelum ke tempat ini mungkin karena jumlah lantainya 63 tetapi untuk kebenarannya perlu menghitung jumlah lantai yang ada.

Kembali ke cerita awal tentang 63 Wax Museum, sebagai orang yang suka foto *narsis* ketemu seorang tokoh dalam bentuk patungpun menjadi suatu obyek yang menyenangkan untuk berfoto. Kalau biasanya saya pergi jalan jalan seorang diri, saat ke museum ini saya bersama seorang teman yang bisa membantu bakat narsis saya, jadi saya tidak repot minta bantuan orang lain untuk mengambil foto saya.

Setelah menunjukan karcis yang sudah dibeli di petugas  museum yang cantik, barulah masuk ke dalam 63 Wax Museum. Sebelum menjamah lebih luas lagi museum kami berdua agak kaget karena selang berapa meter dari pintu masuk sudah menunggu tukang foto yang cantik untuk memfoto kami berdua dalam berbagai pose sesuai keinginan kita. Pokoknya serasa jadi artis dadakan yang jumpa dengan wartawan gosip. Sebagai orang yang berbakat narsis tentulah saya langsung pose cerah ceria yang sudah diinstrusikan sang fotografer cantik.

Saya dan patung .......
Beberapa patung sudah siap menunggu dengan sabar untuk berfoto dengan saya  *baca terbalik* seperti presiden Barack Obama dengan gaya pidatonya yang fenomenal. Micheal Jackson dengan jogetnya, Leonardo De Caprio dengan coolnya, Tante Merlin dengan baju seksinya, David Bechkam dengan seragam bolanya. Dan masih banyak tokoh lain dengan pose yang berbeda. Saya agak sedikit malas membaca keterangan dari patung koleksi yang ada maka untuk beberapa tokoh lokal Korea saya kurang paham. Saya lebih sibuk menata gaya berfoto dengan patung dan setting kamera yang tak kunjung sesuai harapan. Jadi bagi yang mau ke 63 Wax Museum bisa membaca keterangan patung/koleksi  dalam versi bahasa Inggris dan Korea.




Om Bechkam
Koleksi patungnya mulai dari sejarawan, ilmuwan, pemain olahraga, maestro music, artis dan ada juga bagian yang berisi koleksi yang menyeramkan seperti  beberapa tokoh hantu. Penggemar horor  bisa bernarsis ria dengan tokoh hantu yang ada,  tersedia juga semacam lorong hantu. Siapkan nyali sebelum masuk lorong hantu karena  di lorong ini berserakan hantu  luar negeri *tidak ada pocong kuntilanak, tuyul, dan hantu jeruk purut dan semacamnya* jadi agak sedikit kecewa  karena saya tidak bisa jumpa dengan tante Jupe dan Depe.

Koleksi gitar asli The Beatles
Beberapa koleksi museum ini merupakan barang asli dari beberapa orang terkenal. Contohnya koleksi gitar dari band legendaris The Beatles. Untuk koleksi yang asli  disampingnya terdapat sertifikat tentang keaslian barang koleksi museum. Koleksi lain dari museum ini adalah beberapa tokoh pahlawan imajinasi seperti Spiderman dan Batman. Saya sedikit heran dengan teman saya yang lebih antusias berfoto dengan spiderman dan batman dalam berbagai gaya. Sudahlah selera orang kan berbeda dan tidak bisa dipaksakan.

Do not try this pose
Bagian akhir dari museum ini terdapat toko souvenir, tukang lukis berbayar, dan tukang pembuat replika telapak tangan dengan lilin. Jika ingin mencetak hasil foto yang diambil oleh petugas museum maka kita tinggal memberikan kertas barcode yang sudah di kasih sehabis difoto, dan tentunya harus membayar. Setelah berpikir sejenak dan menimbang maka kami tidak mencetak foto dengan alasan ####### *sensor*. Agak kasihan sebenarnya sama petugas yang sudah menjelaskan dengan bahasa Inggris dan Korea yang membuat saya bengong karena kurang paham. Di 63 Square terdapat foodcourt dan beberapa outlet belanja, jadi sehabis jalan jalan dalam rangka pemotretan bareng patung, bisa mengisi perut yang kelaparan dengan aneka pilihan menu dan harga. 

Happy Narsis.....

* Hanya beberapa foto yang bisa saya upload karena setelah saya cek beberapa patung menjadi tidak sedap dimata karena keberadaan sang model tambahan (penulis blog). Penasaran kan.....makanya jadikan 63 building sebagai salah satu tujuan wisata ke Korea agar lebih seru. Bagi yang sudah di Korea buruan kesonoh ,,,, Dijamin gila foto deh... 


Wednesday, 11 December 2013

Part Of Nature

Korea mempunyai beragam  alat music tradisional. Contohnya adalah gayageum, geomungo, haegeum, daegeum, janggu dan masih banyak jenis lainnnya. Berbagai alat music tradisional Korea ini dibuat menjadi sebuah pertunjukan orchestra yang menarik. Tema yang diambil adalah Part of Nature, True combination of authenticity and passion. Conductor Won Il dengan composer Chung Il Ryun, Kim Dae Sung dan Ahn Hyun Jung.

Berlokasi di Haeorem Hall, National Theater of Korea tanggal 29 /11/2013, saya berkesempatan untuk menyaksikan langsung berbagai alat music tradisional Korea dimainkan dalam bentuk orchestra. Durasi kurang lebih dua jam memberikan hiburan music dengan nuansa tradisional yang unik. Harmonisasi dari beragam alat music tradisonal Korea membuat alunan music yang begitu merdu di telinga. Unsur tradisional dibawakan dengan bentuk yang berbeda sehingga pertunjukan orchestra ini memberikan hiburan yang kaya seni dan pelajaran.

Saya sebagai orang asing merasa begitu kagum dengan pertunjukan orchestra ini. Cara ini bisa sebagai contoh untuk melestarikan dan mencintai alat music tradisional walaupun jaman sudah modern. Kesan tradisional yang kuno dibuat menjadi pertunjukan menarik dan menghibur untuk generasi muda. Pada saat show tidak diijinkan untuk mengambil foto, maka saya tidak ada dokumentasi foto. Berikut foto lokasi dan panggungnya.

Haeorem Hall
Stage Part of Nature
Korea have manys  variety of traditional music instrument. An example is gayageum, geomungo, haegeum, daegeum, Janggu and many types of others. Various Korean traditional music instrument  made ​​into an interesting orchestra performances. The theme show is Part of Nature, True combination of authenticity and passion. Conductor Won Il with composer  Chung Il Ryun, Kim Dae Sung and Ahn Hyun Jung.

Located in Haeorem Hall, National Theater of Korea 29/11/2013, I had the opportunity to looked the various  of Korean traditional music played in orchestra. Duration of approximately two hours provide music entertainment with unique traditional feel. Harmonization of the various Korean traditional music instrument made ​​ good melodious  music in the ear. Performed traditional elements with different styles  give entertainment and art lessons.

I as a foreigner feel so amazed with this orchestra performances. This method could be for example to preserve and love traditional music instruments. The show very  entertaining for young generations.

Link information for Theater : http://www.ntok.go.kr/english/

Sunday, 1 December 2013

RIVAL ( Comic Magic Action Fantasy )

The rival show have themed action and comedy in the show. Early show opened with a comedy part that makes the atmosphere becomes more relaxed. The next show with various scenes of martial arts or taekwodo. Rival show have storyline without dialogue between the players. Performing rely on with various techniques and art in motion taekwondo.

This show there was an interactive session with the audience. The lucky audience will come slightly mimicked the movement of players and then the lucky audience  to be awarded a prize. Rival can be seen for all ages, although themed action comedy element but pretty much, so it is entertaining for audience.

Myungbo Art Hall
When I watch (Saturday, 24/ 11/2013 ) many children are watching and I see them very enjoy with rival show. Rival provide complete entertainment from comedy until action in the match and we can learn about some of the martial arts or taekwondo.

If you want to watch the Rival show ticket can be booked at the Auction, place on the Myungbo Art Hall sixth floor. Direction place, can use subway line three/two and take  Euljiro 3 ga station exit  8. Rival show in weekdays at 16.00, Saturday at  16.00 and 20.00, Sunday and holiday at 16.00 and 19.00. I don't have rival photo because in the show audience can not take pictures.

About  rival show photo and others you can like on Rival facebook https://www.facebook.com/rival1432

Happy Looking Rival show....




RIVAL (Comic Magic Action Fantasy)

Rival itu pertunjukan yang bertema action dengan bumbu comedy yang dikemas menjadi sebuah show yang mengagumkan. Ceritanya tentang dua kelompok yang bertarung atau bermusuhan yang pada akhirnya dua kelompok tersebut berdamai dan saling bersahabat.

Awal show dibuka dengan sebuah part komedi yang membuat suasana menjadi lebih rileks. Selanjutnya show kemudian berisi berbagai adegan seni beladiri atau taekondo yang dikemas menjadi apik dengan sentuhan alur cerita tanpa terjadi dialog antar pemain. Pertunjukan mengandalkan berbagai teknik dan seni dalam gerakan taekwondo.

Menariknya lagi dalam show ini ada sesi interaktif dengan para penonton. Penonton yang beruntung akan ikut sedikit menirukan gerakan gerakan pemain dan kemudian penonton yang beruntung akan diberikan hadiah. Rival bisa disaksikan untuk semua umur, walaupun bertema action tetapi unsur komedinya cukup banyak sehingga sangat menghibur penonton.

Saat saya nonton (Sabtu, 24 /11/2013) banyak anak anak yang menonton dan saya melihat mereka sangat terhibur. Rival memberikan hiburan yang lengkap dari action sampe komedi sehingga dan cocok untuk sedikit belajar tentang beberapa gerakan gerakan seni bela diri (taekwondo).

Jika ingin menyaksikan show Rival ticket bisa dipesan di Auction, tempatnya di Myungbo Art Hall lantai enam. Petunujuknya bisa naik subway line tiga/dua turun di Euljiro 3 ga exit delapan. Jam pertunjukan weekdays jam empat sore, Sabtu jam empat dan jam delapan malam, minggu dan hari libur jam empat sore dan tujuh malam. 

Thursday, 7 November 2013

Cara Ikut Cheong Wa Dae Tours


Sebelum bercerita bagaimana cara ikut Cheong Wa Dae Tours ada sedikit informasi tentang Cheong Wa Dae yang saya copykan dari wikipedia. Cheong Wa Dae terjemahan Rumah dengan genting biru atau sederhananya Rumah Biru (Blue House), adalah kantor kepresidenan Republik Korea Selatan. Namanya berasal dari genting atap bangunannya yang berwarna biru. Cheong Wa Dae termasuk dari bagian kompleks bangunan yang dibangun dengan bentuk rumah tradisional Korea namun dengan struktur modern.
Saat ini Cheong Wa Dae terbagi atas bangunan kantor utama, yakni tempat kediaman presiden, ruang tamu (Yeongbin-gwan 영빈관), ruangan konferensi (Chunchugwan 춘추관), dan bangunan sekretariat. Luas dari keseluruhan kompleks adalah 76.685 pyeong (sekitar 250.000meter persegi).   
Blue House ini merupakan kawasan yang steril sehingga untuk ikut tour ini terlebih dahulu mendaftar melalui online. Peminatnya cukup banyak dan tidak setiap hari diadakan tour. Saran saya mendaftar harus jauh jauh hari, tentunya disesuaikan dengan jadwal pergi Koreanya. Untuk ikut tour ini gratis atau tidak dikenakan biaya, menyenangkan sekali pokoknya dengan kata gratis. Jadi makin pengin kan untuk bertamu ke rumah presiden Korea Selatan. Berikut langkah langkah untuk bisa ikut tour.
1. Buka situs Cheong Wa Dae Tours, linknya bisa buka Blue House Tours  Tampilan seperti gambar dibawah.
Tampilan web
2. Pilih menu untuk Tour aplication dan nanti akan muncul gambar seperti dibawah. Karena situs dalam bahasa Inggris saya kira sangat mudah dipahami. Memilih hari dan tanggal yang bisa yang bertuliskan Apply.
Memilih tanggal dan hari

Setelah menentukan tanggal dan hari dan klik apply maka akan muncul pilihan jam. Tampilan seperti gambar dibawah ini
Menu pilihan jam Tour
3. Setelah tombol submit di klik maka akan muncul tampilan form isian data diri. Sebagai catatan pada saat pengisian data diri harus sesuai dengan paspor. Jadi harap teliti karena jika data tidak sesuai dengan paspor bisa dibatalkan untuk ikut tour.Tampilan seperti gambar dibawah.
Form isian data diri
Jika ingin mengajak teman atau rombongan bisa mengisi form yang tersedia pada bagian bawah. Tampilan sebagai berikut :
Form isian Accompany person
Setelah data terisi dengan lengkap klik menu submit. Jika tidak bersama teman atau sendirian, maka menu accompany person dikosongkan atau tidak usah diisi.

Jika ingin melihat konfirmasi permohonan tour bisa melihatnya dimenu Tour Request Confirmation. Tampilan seperti gambar berikut
Form Konfirmasi permohonan tour
Setelah semua langkah sudah dilakukan maka tinggal persiapan deh. Untuk Form data diri diperlukan kontak person orang yang di Korea bisa cantumkan teman atau saudara yang ada di Korea. Saya sendiri belum ikut tour ini dan baru dapat cerita dari teman orang Filiphina. Ada sedikit kendala dengan nama saya yang hanya punya first name saja heheheheeheh,,,

Saya rasa dari situs yang ada berbagai informasi sudah sangat lengkap jadi saya tak usah panjang lebar bercerita tentang prosedur tour. Tetapi yang jelas sebelum ikut tour harap diperhatikan tentang aturan ikut tour. Semoga berhasil....

   

Tuesday, 5 November 2013

Tourist Information di Korea

Banyak wisatawan terkadang bingung dalam suatu tempat wisata, walaupun biasanya mereka sudah membekali dirinya dengan buku ataupun peta petunjuk. Hal ini biasanya terjadi untuk wisatawan yang sendirian tanpa menggunakan pemandu atau istilah kerennya sekarang bagpacker. Awal jalan jalan ke Korea saya juga bingung untuk dibeberapa tempat, dan biasanya saya akan bertanya kepada penduduk lokal dengan bahasa sebisanya. Seringnya informasi kadang kurang lengkap, dan untuk mendapatkan informasi yang detail biasanya saya akan mencari lokasi tourist information.

Tourist Information di Korea
Tourist Information di Korea mudah dijumpai  dan tempatnya tersebar  diseluruh tempat wisata. Baik itu berupa bilik kecil ataupun ruang kaca yang mempunyai ukuran lumayan besar.  Ditempat ini wisatawan bisa bertanya tentang apapun yang berkaitan dengan wisata Korea. Mulai dari petunjuk jalan, letak toilet, naik bus atau  kereta sebaiknya untuk menuju suatu tempat, dan semuanya pasti akan dijawab.  Jam operasionalnya  biasanya sampai malam dan setiap hari. Tersedia pegawai yang bisa menggunakan berbagai bahasa (Korea, Inggris, China dan Jepang) sehingga wisatawan tidak usah bingung dan khawatir.

Sebagai contoh tourist information yang ada didekat Gwanghwamun ada di Gwanghwamun station line lima exit enam. Ditempat ini sangat lengkap informasi mengenai wisata Korea dan tersedia dua pegawai yang siap melayani. Koleksi majalah, peta lokasi, leaflet juga banyak dan wisatawan bebas membawanya. Saya sendiri sudah beberapa kali berkunjung kesini untuk mencari informasi terbaru tentang festival ataupun mencari penawaran diskon yang selalu rutin ada di majalah In Seoul.


Meja Informasi untuk wisatawan

Rak majalah dan leaflet 

Komputer untuk pengunjung

Silahkan minum.....
Di Tourist Information wisatawan dapat memperoleh berbagai informasi melalui leaflet, majalah ataupun buku mengenai pariwisata suatu daerah yang ada di Korea. Majalah In Seoul misalnya banyak informasi mengenai wisata yang ada di Seoul dan tentunya penawaran diskon yang menarik untuk mengunjungi suatu tempat, salon kecantikan, museum, kafe, pertunjukan dan masih banyak lainnnya.

Beberapa tourist information letaknya ada yang di pintu keluar stasiun contohnya di Itaewon. Pasar Namdaemun juga ada, berupa bilik kecil, jadi kalau bingung lokasi suatu barang di sebelah mana bisa bertanya ataupun melihat denah pasar Namdaemun yang letaknya berdekatan. Jika memanfaatkan tourist information yang ada menurut saya acara nyasar dan bingung pasti tidak akan terjadi. Hal ini sangat membantu sehingga tidak membuang waktu terlalu banyak dan hemat tenaga karena tidak harus bolak balik atau muter muter kurang jelas disuatu tempat, tentunya juga tidak bikin capek. 

Sebagian tourist information bahkan terletak ditempat fasilitas umum sehingga sangat mudah dijangkau, dipusat informasi stasiun, terminal juga menyediakan beberapa informasi tentang pariwisata Korea untuk wisatawan. Bagi yang akan atau ingin berwisata ke Korea jangan segan segan untuk bertanya ataupun masuk ke tourist information karena banyak informasi yang bisa didapatkan di tempat itu. Rasa bingung, khawatir, cemas dan nyasar di Korea pasti akan hilang dan yang jelas akan dilayani dengan ramah dan tidak dipungut biaya.

Saturday, 2 November 2013

Menikmati Jajanan Khas Korea

Wisata kuliner di setiap daerah atau negara mempunyai ciri khas yang berbeda. Sebagai orang yang suka jalan jalan  mencicipi berbagai  makanan menjadikan kepuasan tersendiri. Makanan atau jajanan yang ada  di Korea sangat beragam, mulai dari rasa, bentuk, harga menjadi salah satu pertimbangan pada saat membeli atau memesan. Makanan atau jajanan ini bisa dijumpai di tempat umum seperti stasiun kereta, terminal, pinggir jalan, pasar dan ataupun distrik khusus makanan.  Ada banyak jenis jajanan dan masing masing mempunyai rasa yang istimewa dan harga terjangkau. 

Sebagai gambaran saya akan  menggambarkan persamaan rasa dan bentuk dengan makanan atau jajanan yang ada di Indonesia. Jajanan yang ada di Korea yang saya rekomendasikan ini kemungkinan besar halal jadi bagi yang muslim tidak usah khawatir. Berikut jajanan Korea yang wajib dicicip saat berwisata ke Korea. 


Wafel
Wafel
Makanan ini semacam roti/kue pada umumnya, rasanya manis dan dikreasikan dengan berbagai macam selai, cream, es cream ataupun coklat. Bentuk dan ukuran  mempunyai yang aneka ragam. Harganya cukup terjangkau mulai dari seribu won dan banyak dijumpai di stasiun yang ada di Korea.

Pajeon
Pajeon
Menurut saya pajeon hampir seperti bakwan. Berbahan dasar tepung yang dicampur dengan sayuran. Kalau biasanya makan bakwan dengan lalapan Lombok, kalau pajeon biasanya menggunakan semacam kecap asin. Bentuk awalnya bulat besar kemudian  dipotong potong menjadi beberapa bagian. Bisa dijadikan lauk saat makan dan banyak dijumpai dikawasan pasar  seperti di pasar Namdaemun.

3         
Gimbap

      Gimbap
Tidak jauh beda dengan lontong kalau menurut saya, nasi yang digulung dan isinya berupa sayuran (wortel), telor goreng ataupun sosis yang dipotong panjang. Harganya bervariatif mulai dari seribu won, dan cukup mengenyangkan perut . Bisa dibeli toko toko kecil di stasiun, minimarket dan warung pinggir jalan.

4       
Tokbokki

      Tokboki
Melihat saja sudah mengundang untuk mencicipi makanan ini. Saya kurang tahu cara pembuatannya, kayaknya bahan dasar tepung kanji sehingga kenyal yang dicampur dengan saus pedas khas Korea. Harganya mulai dari 2.500 won perporsi yang cukup bikin perut kenyang.

Teok
Teok
Ini adalah kue khas Korea dengan bahan dasar ketan. Biasanya pada saat ulang tahun teok menjadi salah satu hidangan, saya dan teman biasanya sering dikasih di tempat kerja jika salah satu dari keluarga atau teman kerja ada yang berulang tahun. Rasanya beragam, dengan berbagai bentuk dan kreasi. Banyak di jumpai pasar, toko kecil di stasiun dan Teok Jip (rumah teok) atau semacam toko bakery.

Kentang Goreng unik
Kentang Goreng
Bentuk kentang goreng ini yang unik menurut saya, dan ada yang dikombinasikan dengan sosis. Harga umum dua ribu won, dan bisa dijumpai dibeberapa tempat wisata di Korea contohnya Myeongdong. Rasanya seperti kentang goreng pada umunya tetapi karena bentuknya yang unik memberikan sensasi makan kentang yang berbeda.

Aneka Gorengan
Aneka gorengan
Jangan berpikir akan ada mendoan atau tempe goreng karena hampir pasti tidak tersedia di tukang gorengan yang ada di Korea. Gorengannya  berbagai jenis seperti ketela goreng, cabe hijau goreng, telor rebus goreng, udang goreng, cumi cumi goreng, mie bihun goreng, sosis goreng dan masih banyak lainnya. Harga satuan biasanya 500 won tetapi ada perporsi biasanya 2.500 won.  Gorengan disajikan masih panas dan dengan tepung yang renyah menjadikan gorengan semakin gurih, biasanya ada tambahan saus kecap asin.

Hoteok
      Hoteok
Makanan ini bentuknya mirip serabi menurut saya, lempeng bulat dan isinya biasanya manisan dari kacang atau apa saya kurang tahu. Kenyal alot gimana gitu kalau dimakan, tetapi yang jelas enak dan harganya murah meriah. Ada yang menjual perbiji  tujuh ratus won dan ada yang menjual 2000 won dapat tiga.

Hodo
Hodo
Bentuk kecil bulat dengan berbagai kreasi berwarna coklat dan rasanya manis. Teksturnya lembut empuk dan enak dimakan dikala hangat. Ada beberapa yang didalamnya diisi kacang dan bentuknya juga seperti kacang tanah. Penjual biasanya menggunakan gerobak dan banyak dijumpai dipasar, pinggir jalan dekat stasiun. Perpack biasanya dijual dua ribu won.

Bungeopang
Bungeopang
Ini rasanya manis dan bentuknya yang unik, berbentuk ikan. Dalamnya berisi selai kacang yang manis. Bisa dijumpai di pasar, dan bahkan di pinggir jalan seperti jalan dekat tempat saya tinggal. Harganya bervariatif ada yang lima ratus perbiji, dan bahkan seribu dapat tiga.

Jalan jalan keliling tempat wisata di Korea dan sambil menikmati jajanan murah yang bikin perut kenyang adalah hal yang mengasyikan.  Jadi bagi yang akan ke Korea, jangan lupa untuk mencicipi kelezatan jajanan Korea ya….

Note : Sumber foto saya ambil dari google (web detail tidak tercantum) untuk keperluan menulis blog, semoga yang mempunyai foto berkenan.



Friday, 1 November 2013

Belajar About Korea di National Museum of Korean Contemporary History

National Museum Of Korean Contemporary History
National Museum of Korean Contemporary History mempunyai bangunan yang super megah dengan berbagai fasilitas yang modern.  Letaknya di pusat kota Seoul sehingga sangat gampang dijangkau oleh para wisatawan. Dari sekian banyak museum yang ada di Korea ini menjadi salah satu museum favorit saya. Karena di museum ini bisa belajar singkat perkembangan Korea dari jaman sebelum merdeka atau masih perang sampai Korea sekarang yang sudah maju dan modern.

Koleksi museum dibagi menjadi empat bagian yang berbeda dari Korea jaman dahulu sampai Korea masa sekarang. Koleksi dipajang dengan sangat bagus yang dilengkapi dengan informasi dalam bahasa Korea dan Inggris. Saya pribadi tertarik tentang koleksi yang berhubungan dengan perkembangan produk elektronik, otomotif, dan hiburan yang ada di Korea.

Pengunjung bisa belajar sejarah Korea jaman dahulu dari koleksi yang ada khususnya dilantai satu dan dua. Saya lebih memilih berlama lama untuk melihat koleki museum tentang perkembangan teknologi dan otomotif. Sebagai contoh koleksi yang menampilkan berbagai perkembangan alat komunikasi. Korea mempunyai perusahaan Samsung dan LG dan bisa jadi beberapa produk yang dipakai kita bermerck itu. Penataan koleksi yang cantik dan minimalis, pengunjung bisa mengingat kembali tentang perkembangan alat komunikasi khususnya handphone.


Mobil Jadul
Koleksi Televisi lawas
Museum yang ada di Korea itu tidak membosankan karena koleksi dipajang dengan begitu apik dan ditunjang dengan kecanggihan teknologi. Museum ini juga memberikan banyak ruangan dimana kita bisa menonton tentang dokumentasi sejarah Korea dengan disertai terjemahan bahasa Inggris. Fasilitas toko cendera mata museum, kafe tersedia dan masih banyak fasiltas lain dalam museum ini. 

Museum ini menyediakan sebuah ruangan untuk menonton film empat dimensi mengenai perkembangan Korea. Dan lagi lagi ini membuat saya bengong terkagum kagum, secara anak kampung baru kedua kali nonton film empat dimensi. Satu ruagan lagi yang membuat saya merinding yaitu ruangan yang didalamnya menyediakan screen super besar dengan sound yang cetar membahana yaitu ruangan experience 2002 World Cup. Video menampilkan cuplikan suporter tim nasional Korea dengan segala macam atribut dan aksi pada saat menonton pertandingan bola. Bedug tradisional Korea juga ada di ruangan yang siap di tabuh, pokoknya serasa nonton bola sungguhan apalagi ditambah dengan suara sound yang mantap.

Ada bagian ruangan khusus dimana tempat itu dijadikan semacam foto zone bagi pengunjung, dan kesempatan itu saya manfaatkan untuk berfoto sebagai kenangan telah mengunjungi museum ini.

Narsis di Ruang Replika Kepresidenan

Informasi tambahan museum ini bebas biaya masuk dan buka sampai jam enam sore, sabtu minggu tetap buka tutup di hari senin. Letaknya dekat dengan gwanghwamun dan hampir semua wisatawan yang ke Korea pasti ke lokasi ini, jadi sangat mudah dijangkau. Lebih detailnya tentang museum ini bisa dilihat di websitenya di http://www.much.go.kr/en/mainen.do Direction untuk mengunjung museum ini bisa lihat peta dibawah ini. 

Direction ke Museum







Tuesday, 29 October 2013

Mengenang Piala Dunia 2002 di Seoul World Cup Stadium

Seoul World Cup Stadium adalah salah satu stadion yang digunakan pada saat piala dunia tahun 2002. Pada waktu itu Korea Selatan dan Jepang sebagai tuan rumah event paling akbar dalam dunia sepak bola. Ada banyak kenangan yang ditinggalkan di stadion khususnya untuk para warga Korea yang sangat mencintai tim sepakbolanya. Diajang tersebut secara mengejutkan Korea Selatan lolos sampai dengan babak semifinal. Nilai historis dan kemegahan stadion mebuat Seoul World Cup Stadium layak menjadi salah satu destinasi wisata pada saat ke Korea.

Sebagai stadion yang pernah digunakan dalam ajang piala dunia pastinya stadion ini mempunyai kemegahan tersendiri. Saya pribadi pernah sekali masuk untuk menonton langsung sepakbola di stadion ini. Jika ingin berkunjung ke Seoul World Cup Stadium bisa di tempuh dengan menggunakan subway Line 6   turun di World Cup Stadium Station Exit 1 or 2. Stadion yang mempunyai daya tampung kurang lebih 60.000 tempat duduk terlihat sangat megah. Fasilitas penunjang sangat lengkap mulai dari layar screen super besar, toilet, minimarket, parkir dan masih banyak fasilitas penunjang lainnya.

Sebelum masuk kedalam stadion mata akan disuguhkan dengan pemandangan yang sangat memukau menurut saya, begitu keluar dari stasiun maka akan terlihat jelas ratusan anak tangga yang super luas. Jangan capek dulu sebelum naik karena bagi yang malas naik anak tangga bisa menggunakan eskalator dan lift.

Ratusan anak tangga
Selain sebagai tempat main bola stadion biasanya juga digunakan untuk berbagai pertunjukan dan konser. Disekitar stadion juga ada taman yang membuat betah buat mata untuk berkeliling di luar stadion. Bagian dalam stadion tentunya terhampar lapangan bola yang cantik dengan aksen garis putih hijau.

Bagian dalam stadion
Pada waktu itu sudah masuk musim gugur jadi taman terlihat kurang begitu indah. Sebagai gantinya dari atas jembatan penyeberangan bisa kita lihat sungai dengan sedikit air dan jalan sepeda yang membentang. Warna coklat sebagai lintasan sepeda membuat sungai makin berwarna dan menyegarkan menurut saya.

Amazing river
Puas berkeliling taman, saatnya melihat beberapa foto kenangan pertandingan tim nasional Korea pada saat berlaga. Ada banyak foto yang dipajang, dari foto tersebut kita bisa membayangkan dan merasakan kemeriahan piala dunia pada waktu itu.

Pajangan Foto Pertandingan Timnas Korea di Piala Dunia 2002
Mungkin bagi kaum hawa yang kurang suka dengan bola bisa memanfaatkan kemegahan stadion untuk berfoto dan menikmati keindahan taman di samping stadion. Bisa berkunjung ke stadion yang pernah digunakan untuk piala dunia adalah kesempatan yang langka, maka ada baiknya gunakan moment wisata ke Korea untuk ke stadion ini. Selain lebih terjangkau kita tidak usah jauh jauh pergi ke daratan Eropa ataupun Amerika.

Info lebih lengkap kunjungi website nya di Seoul World Cup Stadium