Laman

Monday, 23 December 2013

Second Graduation


Ini adalah graduation kedua saya selama mengikuti kelas bahasa Korea di Seoul Global Migrant Center. Walaupun sudah dua kali lulus (ga make ujian) kelas bahasa tapi  perkembangan kemampuan bahasa Korea saya tidak signifikan. Penyebabnya adalah sifat malas saya untuk belajar dan menghapal kosa kata baru.

Kelas tingkat dua ini didominasi oleh teman teman dari Vietnam, berbeda dengan tingkat dasar sebelumnya yang didominasi oleh orang orang Indonesia. Saya adalah siswa paling rajin datang terlambat dan hampir bisa dikatakan selama berlangsung kelas saya selalu datang terlambat mulai dari lima menit hingga satu jam. Sebenarnya ini sebagai alibi klasik dimana jarak tempuh  kurang lebih 2,5 jam perjalanan dari asrama saya tinggal ke tempat belajar.

Suasana party
Spesialnya diacara party kelulusan kali ini sangat meriah dengan berbagai macam hiburan. Mulai dari fashion show dari beberapa negara, magic show, B-boy  performance dan penampilan dari masing masing kelas. Kelas saya menampilkan hiburan membacakan lagu yang sangat fenomenal di Korea. Lagu ini dibacakan dengan lima logat bahasa Korea  yang berbeda dari beberapa daerah yang ada di Korea. FYI bahasa Korea juga mempunyai perbedaan logat dan bentuk bahasa di beberapa daerah. Seperti halnya di Indonesia yang mempunyai bahasa yang beragam.

Bergaya  ala Boy Band sebelum perform *Me : batik ungu

Saya sendiri ikut perform dan kebagian daerah Gangwon-do dengan logat yang sedikit keras dan mendayu di bagian akhir. Menurut saya seperti halnya orang gunung yang cenderung mempunyai nada suara yang lebih keras. Walaupun sudah berusaha , saya beranggapan logat ngapak saya masih begitu berasa. Jadi bisa dikatakan Korea ngapak gituh.

Kesepakatan kami sebagai WNI untuk memakai batik, tapi karena kebiasaan buruk saya lupa dan buru buru baju batik yang mau dipinjamkan ke teman tertinggal di kamar, jadi yang satu tidak jadi berbatik. Maaf yah teman.....sebagai salah satu bentuk promosi batik juga sih,,, 

Kelas bahasa  yang saya ikuti selain menambah sedikit peningkatan bahasa Korea, juga bisa menambah teman baru yang beragam, mulai dari emak emak Vietnam yang selalu bikin telinga saya bersengau sengau gituh. Tentunya juga teman sesama orang dari kampung halaman. Sebut saja Tarno tentunya ga pake mbah loh… yang berasal dari Wonosobo  dan yang sudah banyak bisa bercakap dengan bahasa Korea.

Narsis bareng teman kelas dan bu guru paling depan ujung kiri.
Tidak mengherankan teman saya yang satu itu paling disukai sama bu guru karena sudah cakap berbahasa juga paling rajin datang. Dan yang paling mengesankan adalah diakhir kelas dapat hadiah sebagai siswa terbaik di kelas. Selamat yah sobat….
Sebagai orang yang suka menyebar bola panas saya beranikan menyampaikan anggapan saya tentang ketertarikan bu guru dengan Tarno ckckckckkc,,, itu sih pengamatan saya saja sihhhh...

cie cie
ehem ehem
Sampai ketemu di kelas berikutnya ya....

*Second graduation yang sangat saya cita cita kan adalah bisa graduation untuk esdua tapi tak apalah gradution kedua ini sebagai penyemangat hehehehhehe.... 

Wednesday, 18 December 2013

Narsis di 63 Wax Museum

Ceritanya saya habis ke sebuah museum yang isinya berbagai macam patung beberapa tokoh terkenal. Mulai dari tokoh lokal orang Korea sampai tokoh  yang sudah mendunia. Museumnya bernama 63 Wax Museum  di 63 Building lantai B3F dengan biaya masuk 14.000 won perorang.  63 Wax Museum bisa dijangkau dengan subway line satu turun di daebang station exit 6 dilanjut naik bus no 62 atau bisa menggunakan free shuttle bus. Informasi lengkap bisa buka situsnya di https://www.63.co.kr/home/63CITY/eng/main.do

Sebenarnya di 63 Building selain ada 63 Wax Museum juga ada 63 Sea World Aquarium, 63 Sky Art,dan  63 Art Hall (Imax 3D dan performance). Semua wahana namanya berawalan 63 mungkin karena tempatnya bernama 63 square atau apalah saya kurang tahu. Anggapan saya sebelum ke tempat ini mungkin karena jumlah lantainya 63 tetapi untuk kebenarannya perlu menghitung jumlah lantai yang ada.

Kembali ke cerita awal tentang 63 Wax Museum, sebagai orang yang suka foto *narsis* ketemu seorang tokoh dalam bentuk patungpun menjadi suatu obyek yang menyenangkan untuk berfoto. Kalau biasanya saya pergi jalan jalan seorang diri, saat ke museum ini saya bersama seorang teman yang bisa membantu bakat narsis saya, jadi saya tidak repot minta bantuan orang lain untuk mengambil foto saya.

Setelah menunjukan karcis yang sudah dibeli di petugas  museum yang cantik, barulah masuk ke dalam 63 Wax Museum. Sebelum menjamah lebih luas lagi museum kami berdua agak kaget karena selang berapa meter dari pintu masuk sudah menunggu tukang foto yang cantik untuk memfoto kami berdua dalam berbagai pose sesuai keinginan kita. Pokoknya serasa jadi artis dadakan yang jumpa dengan wartawan gosip. Sebagai orang yang berbakat narsis tentulah saya langsung pose cerah ceria yang sudah diinstrusikan sang fotografer cantik.

Saya dan patung .......
Beberapa patung sudah siap menunggu dengan sabar untuk berfoto dengan saya  *baca terbalik* seperti presiden Barack Obama dengan gaya pidatonya yang fenomenal. Micheal Jackson dengan jogetnya, Leonardo De Caprio dengan coolnya, Tante Merlin dengan baju seksinya, David Bechkam dengan seragam bolanya. Dan masih banyak tokoh lain dengan pose yang berbeda. Saya agak sedikit malas membaca keterangan dari patung koleksi yang ada maka untuk beberapa tokoh lokal Korea saya kurang paham. Saya lebih sibuk menata gaya berfoto dengan patung dan setting kamera yang tak kunjung sesuai harapan. Jadi bagi yang mau ke 63 Wax Museum bisa membaca keterangan patung/koleksi  dalam versi bahasa Inggris dan Korea.




Om Bechkam
Koleksi patungnya mulai dari sejarawan, ilmuwan, pemain olahraga, maestro music, artis dan ada juga bagian yang berisi koleksi yang menyeramkan seperti  beberapa tokoh hantu. Penggemar horor  bisa bernarsis ria dengan tokoh hantu yang ada,  tersedia juga semacam lorong hantu. Siapkan nyali sebelum masuk lorong hantu karena  di lorong ini berserakan hantu  luar negeri *tidak ada pocong kuntilanak, tuyul, dan hantu jeruk purut dan semacamnya* jadi agak sedikit kecewa  karena saya tidak bisa jumpa dengan tante Jupe dan Depe.

Koleksi gitar asli The Beatles
Beberapa koleksi museum ini merupakan barang asli dari beberapa orang terkenal. Contohnya koleksi gitar dari band legendaris The Beatles. Untuk koleksi yang asli  disampingnya terdapat sertifikat tentang keaslian barang koleksi museum. Koleksi lain dari museum ini adalah beberapa tokoh pahlawan imajinasi seperti Spiderman dan Batman. Saya sedikit heran dengan teman saya yang lebih antusias berfoto dengan spiderman dan batman dalam berbagai gaya. Sudahlah selera orang kan berbeda dan tidak bisa dipaksakan.

Do not try this pose
Bagian akhir dari museum ini terdapat toko souvenir, tukang lukis berbayar, dan tukang pembuat replika telapak tangan dengan lilin. Jika ingin mencetak hasil foto yang diambil oleh petugas museum maka kita tinggal memberikan kertas barcode yang sudah di kasih sehabis difoto, dan tentunya harus membayar. Setelah berpikir sejenak dan menimbang maka kami tidak mencetak foto dengan alasan ####### *sensor*. Agak kasihan sebenarnya sama petugas yang sudah menjelaskan dengan bahasa Inggris dan Korea yang membuat saya bengong karena kurang paham. Di 63 Square terdapat foodcourt dan beberapa outlet belanja, jadi sehabis jalan jalan dalam rangka pemotretan bareng patung, bisa mengisi perut yang kelaparan dengan aneka pilihan menu dan harga. 

Happy Narsis.....

* Hanya beberapa foto yang bisa saya upload karena setelah saya cek beberapa patung menjadi tidak sedap dimata karena keberadaan sang model tambahan (penulis blog). Penasaran kan.....makanya jadikan 63 building sebagai salah satu tujuan wisata ke Korea agar lebih seru. Bagi yang sudah di Korea buruan kesonoh ,,,, Dijamin gila foto deh... 


Wednesday, 11 December 2013

Part Of Nature

Korea mempunyai beragam  alat music tradisional. Contohnya adalah gayageum, geomungo, haegeum, daegeum, janggu dan masih banyak jenis lainnnya. Berbagai alat music tradisional Korea ini dibuat menjadi sebuah pertunjukan orchestra yang menarik. Tema yang diambil adalah Part of Nature, True combination of authenticity and passion. Conductor Won Il dengan composer Chung Il Ryun, Kim Dae Sung dan Ahn Hyun Jung.

Berlokasi di Haeorem Hall, National Theater of Korea tanggal 29 /11/2013, saya berkesempatan untuk menyaksikan langsung berbagai alat music tradisional Korea dimainkan dalam bentuk orchestra. Durasi kurang lebih dua jam memberikan hiburan music dengan nuansa tradisional yang unik. Harmonisasi dari beragam alat music tradisonal Korea membuat alunan music yang begitu merdu di telinga. Unsur tradisional dibawakan dengan bentuk yang berbeda sehingga pertunjukan orchestra ini memberikan hiburan yang kaya seni dan pelajaran.

Saya sebagai orang asing merasa begitu kagum dengan pertunjukan orchestra ini. Cara ini bisa sebagai contoh untuk melestarikan dan mencintai alat music tradisional walaupun jaman sudah modern. Kesan tradisional yang kuno dibuat menjadi pertunjukan menarik dan menghibur untuk generasi muda. Pada saat show tidak diijinkan untuk mengambil foto, maka saya tidak ada dokumentasi foto. Berikut foto lokasi dan panggungnya.

Haeorem Hall
Stage Part of Nature
Korea have manys  variety of traditional music instrument. An example is gayageum, geomungo, haegeum, daegeum, Janggu and many types of others. Various Korean traditional music instrument  made ​​into an interesting orchestra performances. The theme show is Part of Nature, True combination of authenticity and passion. Conductor Won Il with composer  Chung Il Ryun, Kim Dae Sung and Ahn Hyun Jung.

Located in Haeorem Hall, National Theater of Korea 29/11/2013, I had the opportunity to looked the various  of Korean traditional music played in orchestra. Duration of approximately two hours provide music entertainment with unique traditional feel. Harmonization of the various Korean traditional music instrument made ​​ good melodious  music in the ear. Performed traditional elements with different styles  give entertainment and art lessons.

I as a foreigner feel so amazed with this orchestra performances. This method could be for example to preserve and love traditional music instruments. The show very  entertaining for young generations.

Link information for Theater : http://www.ntok.go.kr/english/

Sunday, 1 December 2013

RIVAL ( Comic Magic Action Fantasy )

The rival show have themed action and comedy in the show. Early show opened with a comedy part that makes the atmosphere becomes more relaxed. The next show with various scenes of martial arts or taekwodo. Rival show have storyline without dialogue between the players. Performing rely on with various techniques and art in motion taekwondo.

This show there was an interactive session with the audience. The lucky audience will come slightly mimicked the movement of players and then the lucky audience  to be awarded a prize. Rival can be seen for all ages, although themed action comedy element but pretty much, so it is entertaining for audience.

Myungbo Art Hall
When I watch (Saturday, 24/ 11/2013 ) many children are watching and I see them very enjoy with rival show. Rival provide complete entertainment from comedy until action in the match and we can learn about some of the martial arts or taekwondo.

If you want to watch the Rival show ticket can be booked at the Auction, place on the Myungbo Art Hall sixth floor. Direction place, can use subway line three/two and take  Euljiro 3 ga station exit  8. Rival show in weekdays at 16.00, Saturday at  16.00 and 20.00, Sunday and holiday at 16.00 and 19.00. I don't have rival photo because in the show audience can not take pictures.

About  rival show photo and others you can like on Rival facebook https://www.facebook.com/rival1432

Happy Looking Rival show....




RIVAL (Comic Magic Action Fantasy)

Rival itu pertunjukan yang bertema action dengan bumbu comedy yang dikemas menjadi sebuah show yang mengagumkan. Ceritanya tentang dua kelompok yang bertarung atau bermusuhan yang pada akhirnya dua kelompok tersebut berdamai dan saling bersahabat.

Awal show dibuka dengan sebuah part komedi yang membuat suasana menjadi lebih rileks. Selanjutnya show kemudian berisi berbagai adegan seni beladiri atau taekondo yang dikemas menjadi apik dengan sentuhan alur cerita tanpa terjadi dialog antar pemain. Pertunjukan mengandalkan berbagai teknik dan seni dalam gerakan taekwondo.

Menariknya lagi dalam show ini ada sesi interaktif dengan para penonton. Penonton yang beruntung akan ikut sedikit menirukan gerakan gerakan pemain dan kemudian penonton yang beruntung akan diberikan hadiah. Rival bisa disaksikan untuk semua umur, walaupun bertema action tetapi unsur komedinya cukup banyak sehingga sangat menghibur penonton.

Saat saya nonton (Sabtu, 24 /11/2013) banyak anak anak yang menonton dan saya melihat mereka sangat terhibur. Rival memberikan hiburan yang lengkap dari action sampe komedi sehingga dan cocok untuk sedikit belajar tentang beberapa gerakan gerakan seni bela diri (taekwondo).

Jika ingin menyaksikan show Rival ticket bisa dipesan di Auction, tempatnya di Myungbo Art Hall lantai enam. Petunujuknya bisa naik subway line tiga/dua turun di Euljiro 3 ga exit delapan. Jam pertunjukan weekdays jam empat sore, Sabtu jam empat dan jam delapan malam, minggu dan hari libur jam empat sore dan tujuh malam.