Laman

Sunday, 25 August 2013

Summer Penuh Berkah

Ini adalah summer kedua saya di Korea. Summer kedua ini berasa special bagi saya setelah tinggal satu tahun lebih di Korea untuk mencari nafkah. Summer tahun ini memberikan banyak arti kepada saya. Bulan puasa yang jatuh di musim panas, idul fitri pun jatuh di musim panas juga. Puasa di musim panas memang membutuhkan perjuangan yang berat, selain suhu yang panas di tambah beban kerja yang sama membuat para pekerja terpilihlah yang bisa menjalankan puasa. Selain itu waktu puasa relative lama dari jam empat pagi sampai kurang lebih jam delapan magrib.

Setelah puasa usai di lanjut dengan hari kemenangan (idul fitri), inipun adalah moment yang sangat special tapi bagi saya yang jauh dari keluarga terasa amat sangat biasa. Tapi untuk moment sungkem nya tetap dilakukan walaupun hanya melalui telepon. Opor, ketupat dan aneka makanan khas lebaran tidaklah tersaji jadi cukup menikmati itu semua lewat foto dari teman teman yang upload di facebook. Sekiranya itu sudah menjadi salah satu cara terbaru menikmati makanan melalui foto.

Puasa dan Lebaran di summer sudah dilewati dan saatnya saya akan sedikit bercerita liburan summer ala saya.  Musim panas merupakan musim dimana masyarakat local banyak melakukan perjalanan wisata atau berlibur dan bertamasya. Karena sudah menjadi kebiasaan, makanya setiap perusahaan menyediakan libur khusus di musim panas untuk karyawannya. Untuk masalah waktu tiap perusahaan/pabrik berbeda beda tetapi biasanya di akhir Juli dan awal Agustus. Maka tidak heran manakala musim panas di Korea menjadi musim yang banyak wisatawan baik itu dari dalam negeri ataupun dari luar negeri.

Pabrik tempat saya bekerja memberikan libur tiga hari ditambah hari sabtu dan minggu maka total libur menjadi lima hari. Saya sendiri tidak mempunyai acara khusus untuk liburan kali ini. Karena waktu itu masih pausa maka saya lebih memilih untuk berdiam diri di asrama biar bisa puasa. Cukup membosankan memang hanya berdiam diri di kamar hanya diisi dengan tidur, bersih bersih kamar, on line dan aktivitas kecil lainnya. Rencana dari tadinya lima hari bertapa di kamar, akhirnya ilham pun datang menghampiri saya. Jumat adalah saatnya saya untuk keluar, pertama acara saya adalah sholat jumat di Itaewon dan kedua menjadi guide keliling Seoul untuk saudara saya yang disini sudah satu tahun tinggal tetapi belum tahu Seoul itu seperti apa.

Selain keliling di area Seoul City Hall, rencana terakhir  dari liburan ini adalah berkunjung kesalah satu teman di desa kami tinggal di Indonesia. Ini adalah kejutan bagi saya karena berawal dari saling komunikasi di facebook dan akhirnya saya bisa berjumpa langsung. Sesuai janji kami maka waktu untuk bertemu adalah jam enam sore di Osan station. Setelah kaki gempor keliling dan jalan jalan melihat kota Seoul maka saya bersama saudara saya langsung melakukan perjalan menuju Osan dengan menggunakan metro. Waktu yang dibutuhkan kurang lebih satu jam lebih.

Sesuai janji diawal maka, akhirnya kami bisa bertemu di tempat janjian. Setelah mengobrol sebentar  dilanjut membeli keperluan tuan rumah maka perjalanan dilanjut menuju asrama tuan rumah dengan menggunakan bus dan dilanjut kaki yang bikin tambah kaki saya makin gempor. Kakiyang begitu capek agaka begitu tidak berasa karena di perjalanan kami saling mengobrol tentang kampung kami dengan suka cita. Berasa menemukan kampung baru saya setelah berjumpa dengan teman sekaligus senior yang sudah lama tinggal di Korea untuk mencari nafkah.

Sebelum saya berjumpa, saya terlebih dahulu memang memesan beberapa menu spesial kepadan tuan rumah melalui pesan di facebook. Saya adalah tamu yang paling kurang ajar dan tidak sopan. Mungkin bila saja ada penghargaan tamu terkurang ajar tahun 2013 cocok disandang oleh saya. Sebenarnya pesen menunya hanya iseng iseng berhadiah saja, kalaupun tidak disediakan tidak menjadi masalah bagi saya. Menu yang saya pesan adalah oseng kangkung dan tempe goring. Bagi teman teman mungkin ini adalah makanan yang sering disantap, tapi bagi saya yang tinggal disini menu itu sangat special karena amat sangat jarang saya jumpai. Karena di asrama saya dan dua teman dari Indonesia tidak pernah masak.

Jeng jeng jeng ,,,,pada saat saya sampai di kamar tuan rumah, ternyata menu sudah tersedia. Senang bukan kepalang saya hari itu karena saya bisa buka puasa dengan sayur kangkung dan tempe goreng dengan puas. Mengobrol dan terus mengobrol itulah yang kami lakukan selama kami berkumpul. Tentang apapun mulai dari orang orang kampung sampai politik di negeri tercinta saya. Saya tersadar begitu penting memang yang namanya silaturahmi. 

Contoh langsung dan sepele adalah saya bisa menikmati menu kangkung dan tempe goreng dengan puas. Selain itu juga masih banyak hal lain yang bisa diambil dari obrolan saya dengan sang tuan rumah. Saya mengambil banyak pelajaran tentang kehidupan dan hidup di negeri orang. Saya bisa mendapatkan beberapa ilmu yang sebenarnya sudah saya pelajari waktu sekolah, tetapi disini saya bisa melihat contoh langsung. Ada banyak hal yang bisa saya ambil  dan itu  membuat saya lebih bersemangat  bekerja. Itu menguatkan kembali beberapa tekad saya  yang belum tercapai dan masih dalam pikiran. Memang yang namanya belajar tidak harus pada orang besar tetapi terkadang kita juga bisa belajar dari banyak hal dari orang orang disekitar kita.


Terimakasih brother atas jamun dengan menu specialnya dan berbagai obrolan yang bisa saya ambil pelajaran untuk hidup saya. Jangan bosan juga, kalau semisal tamu yang kurang ajar ini datang lagi dengan meminta jamuan yang aneh. Semoga brother cepat bisa balik kampung dan memulai hidup baru yang lebih berwarna dengan mempunyai keluarga yang bahagia. Cepat dapat jodoh ya….(pisssssss)

Thursday, 15 August 2013

Halal Bihalal Masyarakat Indonesia di Korea


Lebaran di negeri orang adalah hal yang tidak menyenangkan. Itulah kesan yang saya dapatkan setelah mengalami dua kali lebaran di Korea. Moment hari raya Idul Fitri yang biasanya digunakan untuk berkumpul dengan sanak saudara tidak saya alami selama dua tahun ini. Pilihan atau tepatnya nasib saya yang mengaharuskan untuk mencari rezeki sebagai seorang TKI, membuat lebaran yang selalu dinanti kini terasa amat sangat biasa. Berbagai tradisi yang berkaitan dengan hari raya hanya di wakilkan dengan berkirim pesan atau telepon. Karena hidup penuh warna maka saya tidak akan meratapi hari lebaran saya di Korea yang teramat tragis. Sebagai penggembira hati saya dan mungkin teman teman saya yang senasib, diadakanlah acara Halal Bihalal WNI di Korea yang diselenggarakan oleh KBRI Seoul. Acara ini bisa di hadiri oleh seluruh WNI yang ada di Korea mulai dari TKI, mahasiswa, staff Dubes, dan lainnya. 

Khidmat mendengarakan sambutan dari Dubes RI 
Acaranya berlangsung di Incheon, Minggu 11 Agustus 2013. Ini merupakan acara halal bihalal perdana yang di buat oleh KBRI Seoul  untuk seluruh masyarakat  Indonesia yang di Korea. Konsep acara beraneka ragam mulai dari sambutan dari yang punya hajat, penampilan kesenian, band dan tentunya siraman rohani. Ini adalah kali pertama saya datang ke acara halal bihalal selama di Korea. Maklum saya ini adalah orang yang tidak beredar di komunitas WNI di Korea ataupun aktif di musholla.

Datang seorang diri ke sebuah acara sudah menjadi kebiasaan saya selama di Korea. Datang ke acara inipun saya seorang diri, setelah kurang lebih tiga jam menempuh perjalanan tibalah saya di tempat acara. Panitia sudah menunggu tamu yang akan datang di bagian depan dengan membagikan kupon undian dan memeberikan bingkisan dari sponsor. Sebagai anak rantau yang malas masak ketika datang ke sebuah acara di beri makan itu rasanya rejeki banget. Ada berbagai alasan kenapa saya sangat semangat datang ke acara ini salah satunya adalah adanya doorprize menarik  dari panitia, tetapi karena saya kurang beruntung doorprize pun tidak saya dapatkan.

Tamu beruntung yang bisa foto bareng bapak Dubes
Kenyang makan siang yang diberi oleh panitia, tiba saatnya masuk ke ruangan acara yang sudah mualai ramai. Rasanya bersalam salaman menjadi hal yang wajib, maka dari itu di acara inipun di adakan acara bersalaman dengan bapak Dubes RI  di Seoul.  Sambutan dari bapak Dubes membuat acara ini semakin meriah. Karena dari isi sambutan lebih besar memotivasi masyarakat Indonesia di Korea, lebih tepatnya untuk para TKI. Dari siraman rohani malah saya tidak bisa menangkap apapun, maklum pas siraman rohani saya sibuk dengan diri saya sendiri sehingga ceramah sang ustad lewat begitu saja heheheheh.

Setelah acara inti selesai, dilanjut acara super inti hahahahaha. Acara super intinya adalah penampilan band, penyanyi dangdut, reog dan pencak silat. Music dangdut merupakan pengisi acara wajib disetiap acara yang berkaitan dengan Indonesia, maka tidak jarang saya jumpai penyanyi dangdut yang merangkap menjadi TKI. Terhibur banget pokoknya sama penampilan dari artis TKI. Sebagai penonton dan komentator amatir saya akan memberikan nilai istimewa untuk IKHLAS Band yang sudah memberikan penampilan yang memukau. Melantunkan lagu religi  dari band band Indonesia, IKHLAS band begitu sempurna membawakannya. Kalau dalam bahasa saya tidak kedumbrangan, selain itu suara vokalisnya nice banget di telinga. Jatah perform dua lagu karena permintaan pemirsa maka ditambah satu lagu.

Penampilan band dari kejauahan
Tempat makan
Sponsor utama
Selain penampilan yang memukau dari band band TKI, Roeg Ponorogo pun menggempar Incheon. Dan ini adalah kali pertama saya bisa nonton Reog langsung. Saking terpukaunya saya dengan Reog sampai sampai tidak ambil foto Reog (alibi kamera rusak zoom). Sebenarnya dulu pas di Ansan bisa nonton tetapi karena kelakuan penonton yang blocking seenaknya membuat saya tidak bisa melihat (derita saya). Acara ini di pandu oleh MC yang terkenal karena malang melintang di dunia per- MC an di Korea. Kenapa saya beranggapan terkenal karena setiap acara hampir MC nya dua orang itu. Sebenarnya antara terkenal atau memang tidak ada MC lain saya kurang tahu tapi yang jelas heboh banget MC nya.

Acara  ini sedikit membahagiakan hati saya yang hampa karena lebaran yang tidak menyenangkan di negeri ini. Terimaksih buat seluruh penggagas, panitia, sponsor dan pihak terkait yang sudah susah payah mengadakan acara halal bihalal. Semoga tahun selanjutnya tetap masih diadakan. Bagi teman teman TKI yang tidak bisa datang karena berbagai alasan semoga bisa bahagia membaca tulisan saya hehehehe. Sebagai penutup tulisan yang kurang penting ini saya ucapkan mohon maaf lahir bathin.