Laman

Monday, 29 July 2013

Sedia Payung Sebelum Hujan

Sedia payung sebelum hujan adalah pepatah klasik yang sampai sekarang masih banyak digunakan. Dari arti pepatah tersebut mempunyai banyak makna dan semua orang saya rasa tahu. Entah itu dimaknakan sebagai arti lain atau bisa jadi dimaknakan sesuai dari kata aslinya. Saya akan memaknai kalimat atau pepatah itu sesuai dengan kata aslinya. Artinya adalah sediakan payung sebelum turun hujan, payung disini bisa diartikan dengan makna lain agar kita terhindar dari air hujan seperti mantol contohnya.

Selama saya tinggal di negara yang mempunyai empat musim, banyak hal yang bisa saya pelajari tentang permusiman. Sebenarnya untuk masalah permusiman untuk negara yang hanya mempunyai dua musim tidak terlalu repot dan special untuk tiap musimnya. Apalagi negara tropis yang mempunyai suhu tiap harinya bisa dikatakan panas. Di negara empat musim yang sekarang saya tinggali (Korea) musim panas menjadi musim yang paling ditunggu, karena dimusim panas saatnya untuk liburan. Setiap perusahaan juga memberikan libur khusus untuk musim panas. Jumlah hari dan tanggalnya berbeda beda tiap perusahaan. Tetapi yang jelas waktuny biasanya akhir Juli dan awal Agustus.

Sesuai judul yang saya tulis, turun hujan air di tempat saya tinggal sekarang biasanya terjadi pada saat musim panas. Kalau bahasa orang sini menyebutnya “jangma”. Jadi pada saat musim hujan waktunya menurut saya tidak lama hanya terjadi beberapa minggu. Seperti musim jangma tahun ini terjadi turun hujan hanya sekitar dua minggu dengan intensitas sering dan selalu mendung. Hidup di negara empat musim berita perkiraan cuaca ataupun aplikasi cuaca di gadget harus dimiliki. Karena apa cuaca berubah tidak menentu sesuka hati. Apalagi kalau musim dingin tiba harus rajin rajin pantau suhu biar kita tidak kedinginan saat melakukan perjalanan.

Model with umbrella
Perkiraan cuaca disini menurut saya mendekati sempurna. Jadi perkiran cuaca diberitakan setiap berapa jam di televisi. Kalaupun tidak sempat menonton bisa dilihat diaplikasi di gadget yang menyajikan detail mengenai cuaca hari ini dan untuk beberapa hari kemudian. Balik lagi ke musim hujan, saya akan sedikit membahas tentang payung dan temannya. Karena perkiraan cuaca yang akurat membuat orang lokal sini amat sangat prepare dengan yang namanya payung. Membawa payung disini menjadikan salah satu bagian dari fashion kalau menurut saya. Beranggapan seperti itu karena saya sering menjumpai orang orang yang membawa payung dengan berbagai model, bentuk dan warna.

Anggapan saya tentang payung sebagai bagian dari fashion karena apabila prediksi cuaca akan hujan atau mendung maka akan saya jumpai semua orang membawa payung dengan aneka rupa dan bentuk. Tua muda, laki laki perempuan, cantik ganteng, penampilan necis sampai biasa saja jika prediksi hujan maka orang seantero Korea yang akan melakukan perjalanan akan membawa payung. Membawa payung dengan di tenteng sambil jalan dan asyik bermain handphone menjadi pemandangan yang biasa saya jumpai di kereta, bis ataupun tempat umum. Bisa kebayang dong betapa larisnya payung disini. Payung disini dijual dengan harga mulai 3.000-20.000 won dan hampir semua minimarket menjual yang namanya payung.

Berbeda kasus pada saat saya di kampung sudah tahu mendung biasanya orang orang enggan untuk membawa payung. Atau membawa motor tapi tidak bawa mantol. Entah karena apa alasannya saya kurang tahu. Hanya sedikit orang yang prepare yang namanya payung. Dan itu biasanya berlaku untuk para cewek yang rajin bawa payung ditasnya. Untuk kaum laki laki rasa rasanya menjadikan hal yang tidak penting atau mengggangu penampilan. Saya sendiri dulu pas dikampung juga seperti itu. Berbeda kasus selama saya tinggal disini membawa payung menjadi hal wajib kalau prediksi hujan. Tabiat dari kampung yang saya bawa menjadikan hal yang memalukan bagi saya pada saat awal tinggal disni dan mengalami musim hujan. Datang ke sebuah festival lanterns di sebuah pinggiran kali dengan kondisi gerimis kecil tanpa payung. Pikir saya sebelumnya adalah nanti hujannnya mungkin malam jadi nanti saya tidak kena hujan. Saya merasa malu dan berasa paling bodoh karena tanpa menggunakan payung di gerimis kecil itu. Karena hampir semua pengunjung tanpa terkecuali sudah menggunakan payung. Dan uniknya lagi disini menggunakan payung one man one umbrella. Walaupun itu sepasang kekasih yang lagi jalan mereka sudah membawa payung masing masing.

Orang lokal sini menurut saya terkadang repot benar yang namanya hujan. Mau jalan sedikit dan gerimis kecil saja mereka langsung tuh make payung. Berasa anti yang namanya hujan dan cinta banget sama yang namanya payung. Kasus ini saya jumpai di pabrik tempat saya bekerja. Kalau saya terkadang memilih berlari cepat daripada repot memakai payung. Sebenarnya kalau dilihat sepintas hal itu tidak begitu berarti. Tapi kalau saya sedikit berpikir jauh, hal ini akan sangat berkaitan dengan berbagai hal tentang kehidupan mereka yang berhubungan dengan kejadian ketidakpastian. Jadi mereka akan begitu mempersiapkan tentang apapun dengan kemungkinan yang akan terjadi. Seperti motto asuransi gitu deh kalau menurut saya. Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari sedia payung sebelum hujan, pepatah klasik yang artinya tidak bisa dimakan waktu.

Thursday, 25 July 2013

R16 Korea

Ini adalalah untuk kesekian kalinya saya berkesempatan menonton kompetisi dance (B-Boy) di Korea. Sebelumnya acara yang saya tonton merupakan ajang pemanasan dan penyisihan untuk lanjut ke babak utama yaitu R16 Korea. Sebagai orang biasa yang tidak bisa dan tidak tahu banget tentang apa itu B-Boy, saya merasa senang karena ternyata menonton acara beginian seru juga. R16 Korea merupakan ajang terbesar kompetisi B-Boy di Korea yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara. R16 Korea berlangsung selama dua hari (13-14 Juli 2013). Tempatnya sendiri berada di Olympick Park tepatnya di Olympick Hall cukup naik subway line lima turun di Olympick Park station. Jika ingin tahu lebih detailnya tentang R16 Korea bisa dilihat disana

Karena merupakan acara puncak maka kemeriahan sangat terasa di event ini. Biarpun Korea khususnya Seoul lagi sering seringnya di guyur hujan. Kondisi hujan yang hilang timbul tidak menghalangi para penonton untuk datang menyaksikan R16 Korea. Saya sendiri hanya bisa menyaksikan event ini di hari minggu dan tentunya karena mendapatkan free ticket dari KTO. Acara dimulai dari jam enam sore, dan  hari minggu yang di pertandingkan untuk kategori group. Setelah mengambil ticket di booth KTO maka saya langsung bergegas untuk masuk ke dalam gedung acara yang sudah ramai.

Seperti apa kemeriahan acara R16 Korea di luar gedung ini sebagian foto yang diambil dari kamera jadul saya.



Pemandangan lalu lalang penonton dengan menggunakan payung menjadi tambah romantis acara ini. Di luar gedung ada banyak booth dari sponsor, panitia dan beberapa booth yang menjual berbagai pernak pernik ataupun barang barang yang berkaitan dengan R16 Korea. Hujan rintik rintik sambil ditemani musik dari DJ membuat meriah suasana diluar gedung acara.

Karena saya datang seorang diri untuk sesi narsis diacara ini saya hilangkan. Setelah dapat tempat duduk yang cukup strategis maka tiba saatnya menyaksikan para B-Boyer menghentak panggung. Peserta ada dari Australia, Jepang, China, Korea, Rusia, USA, Perancis dan lainnya saya lupa. Kondisi masih puasa jadi saya hanya duduk manis sambil menanti buka puasa dengan hiburan kompetisi dance membuat begitu spesial. Spesialnya lagi adalah bahwa dihari kedua akan ada penampilan spesial dari Jay Park. Setelah melewati berbagai sesi pertandingan dan lainnya maka terpilih sang  juara yaitu Morning Of Owl dari Korea. Selama berlangsung acara saya sangat terhibur dengan gerakan gerakan para peserta yang sangat atraktif dan begitu kompak. Ditambah lagi alunan musik DJ dan band serta teriakan dari penonton membuat R16 Korea menjadi membahana.

Penampilan Jay Park sendiri diakhir acara setelah kompetisi berakhir. Jay Park sebagai duta R16 Korea membuat acara makin meriah manakala sang bintang tampil diatas panggung. Apalagi para kaum hawa langsung teriak teriak histeris. Karena kamera saya zoomnya rusak jadi tidak ada foto sang bintang tampil di panggung. Tak apalah yang penting saya sudah lihat sendiri sang bintang manggung. Karena hari sudah larut malam saya tidak bisa sampai selesai nonton Jay Park nya. Perjalanan balik ke asrama yang butuh waktu kurang lebih dua setengah jam maka saya sampai di asrama jam satu pagi dengan santapan di marahi satpam pabrik. Walaupun dimarahi satpam pabrik karena pulangnya sudah pagi buta tapi saya merasa beruntung dan senang bisa menyaksikan R16 Korea 2013. 

Tuesday, 16 July 2013

Sea Forest Concert

Sebelum datang ke acara ini saya tidak mempunyai gambaran acaranya seperti apa. Pikiran saya Cuma mau nonton konser music disebuah gedung. Untuk jenis musiknya tentu tidak tahu entah itu K pop, rock, music klasik tetapi yang jelas bukan music dangdut tercinta. Yeowoorak Festival 2013 nama eventnya, bentuk acaranya rangkaian konser music dengan tema yang berbeda. Saat saya nonton temanya itu “Sea Forest”. Ini sedikit penjelasan yang saya copykan dari situsnya. Sea And Forest” - World music groups Gong Myoung and Grim will join together to create a unique musical experience. With Grim bringing their melodic spirit to the forest, and Gong Myoung bringing their unique rhythmic percussion to the sea. Informasi detailnya bisa dilihat di sini

Sabtu, 13 Juli 2013 dengan cuaca mendung sedikit gerimis saya bergegas dari asrama dengan kondisi masih puasa. Tempatnya di National Theater of Korea tepatnya di KB Haneul Youth Theater petunjuk untuk ketempat konser naik subway line tiga turun di Dongguk University station exit enam. Dilanjut naik bus 02 atau 05, selain itu juga ada shuttle bus yang disediakan oleh pihak theater.



Setelah menunggu kira kira satu jam konser dimulai. Menunggunya memang agak lama saya karena terlalu semangat ingin nonton jadi datang lebih awal. Saya dapat seat yang cukup bagus karena menurut saya cukup strategis untuk menonton sebuah konser music. Penasaran saya terbanyar sudah ketika konser dimulai. Konser music dengan berbagai alat music yang unik dan menghasilkan suara yang enak ditelinga. Sesuai dengan tema maka lagu yang dimainkan mempunyai judul yang berkaitan dengan tema. Jadi konser itu kolaborasi berbagai alat music yang sebagian saya tidak tahu namanya, dipadukan dengan gitar, piano, terompet dan lainnnya.

Lagu lagu yang dibawakan tentu saja saya tidak tahu seperti apa tapi yang jelas saya sangat menikmati music yang dimainkan. Lagu yang dimainkan adalah lagu lagu local. Konser hanya memainkan alat music tanpa ada penyanyi. Hanya beberapa bagian yang ditambah dengan suara merdu dari beberapa pemain alat music. Karena pada saat acara dilarang merekan dan mengambil foto maka saat berlangsung konser saya tidak mempunyai hasil dokumentasi. Walaupun tidak paham banget tentang musik tetapi saya sangat terhibur dengan konser ini. Suara yang dihasilkan dari berbagai alat musik memberikan warna tersendiri dan keunikan konser ini. Terimakasih buat KTO yang telah memberikan saya  kesempatan menikmati konser yang memukau. 


Thursday, 11 July 2013

Seoul Central Masjid

Hidup di negara yang mayoritas bukan beragama islam bagi saya gampang gampang susah. Ada berbagai banyak hal yang harus diperhatikan mulai dari makanan halal, tempat ibadah atau masjid, dan banyak hal lainnya. Ramadahan tahun ini adalah ramadhan kedua di Korea bagi saya. Itu artinya jika tahun depan saya masih disini maka gelar bang Toyib bagi saya mungkin cocok karena tiga kali puasa tiga kali lebaran tidak pulang. Edisi special untuk Ramadan saya akan sedikit bercerita tentang islam di Korea di blog  tercinta.

Kalau Islam dan agama lainnnya di Indonesia punya Depag sebagai lembaga resmi yang menaungi tentang keagamaan kalau disini saya kurang tahu. Sepertinya tidak ada karena sebagian rakyat local masih belum beragama. Tetapi untuk Islam disini mempunyai lembaga yang bernama KMF (Korea Muslim Federation). Jadi all about islam disini sepertinya mengacu ke lembaga ini. Entah itu milik pemerintah atau LSM saya kurang begitu paham. Info lengkap bisa buka websitenya di http://www.koreaislam.org/

Perkembangan Islam disini kalau dari pendapat saya sedikit terpengaruh dari banyaknya umat muslim asing yang tinggal di Korea. Muslim pendatang terdiri dari beberapa negara seperti dari timur tengah, Pakistan, Indonesia, Bangladesh dan lainnya. Sebagian dari mereka adalah pekerja dan tidak sedikit pula mahasiswa ataupun pelajar yang biasanya mendapatkan beasiswa. Sarana ibadah bagi umat muslim disini juga masih sangat terbatas. Sebagai contoh  musholla atau masjid didirikan oleh warga Indonesia yang tinggal disini. Untuk wilayahnya hampir tersebar diseluruh penjuru Korea. Tempat yang digunakan biasanya sewa kalaupun sudah permanen milik sendiri hanya sebagian. Cerita lengkapnya harap bersabar karena coming soon.


Seoul Central Masjid
Edisi pertama di cerita saya, adalah cerita tentang Seoul Central Masjid. Masjid ini didirikan di Seoul dan sepertinya didirikan oleh kerajaan Arab Saudi. Saya sendiri baru sekali ke masjid ini. Kesan pertama pas lihat masjid ini adalah seperti melihat oase di hingar bingarnya Seoul. Untuk menuju ke masjid ini gampang gampang susah menurut saya, karena pada saat itu direction saya miliki mungkin kurang lengkap. Petunjuk singkat dari saya naiklah subway line enam turun di stasiun Itaewon exit empat. Jalan lurus ikuti jalan lihat pinggir jalan yang banyak toko toko yang menjual berbagai makanan hallal. Sepanjang jalan menuju masjid banyak terdapat toko dan rumah makan yang berlabel hallal. Ikuti jalan saya kira nanti melihat menara dan pasti ketemu, dan kalau bingung bertanyalah. Maklum rada rada lupa jalannya. Banyak warga asing berkeliaran di Itaewon jadi kalau lancar Inggrisnya bisa dipake.

Bangunan masjid tidak terlalu luas tetapi mempunyai fasilitas yang lengkap. Selain sebagai tempat ibadah sepertinya masjid ini juga sebagai tempat wisata untuk orang orang lokal. Saya menjumpai orang orang yang datang hanya untuk melihat lihat bangunan dan tentunya untuk foto foto. Mulai dari kaum muda sampai orang tua, selain mengambil foto mereka juga melihat berbagai informasi tentang islam di bagian bawah masjid. Informasinya berupa buku buku kecil, gambar, keping vcd/cd dan lainnya yang bisa diambil gratis oleh pengunjung. Bagi saya sederhana tapi mempunyai tujuan yang mulia.


Bagaimana dengan dalam masjid, tentunya sejuk banget dong bagaimana tidak orang di dalam masjid pasti rasanya itu damai. Karpet masjid dominan warna merah yang lembut. Ornamen di dalamnya juga sederhana tetapi tetap megah menurut saya. Quran juga tersedia di pinggir pinggir dekat tembok. Tempat wudlu terletak terpisah dengan masjid tetapi tidak usah bingung karena letaknya berdekatan dan sudah diberikan petunjuk.


Tidak jarang juga terkadang warga Indonesia mengadakan acara kajian di masjid ini. Selain itu juga pihak pengelola masjid menyelenggarakan belajar bahasa Korea bagi yang berminat. Mengenai pengelolaan dan pengurus saya tidak banyak tahu seperti apa imamnya saya juga belum tahu. Pada saat ke masjid ini sempat sholat tetapi karena waktunya kurang tepat sholat berjamaahnya tidak bareng imam masjid tetapi bareng orang Indonesia yang ketemu pada saat wudlu. 


Sepertinya foto bangunan diatas adalah tempat untuk melakukan berbagai kegiatan. Kalau tidak salah juga ada taman kanak kanak untuk muslim. Jalan menuju ke masjid banyak terdapat toko yang menjual makanan halal dan terdapat warung makanan halal, jadi bisa makan dan shoping makanan dengan puas. Tetapi jangan mampir di club, karena tak jarang juga club atau apalah saya kurang tahu isinya yang ada di sepanjang jalan. Penasaran dengan masjidnya seperti apa, jangan lupa berkunjung jika anda  pergi ke Seoul. 

Friday, 5 July 2013

Membaca di Pulau Nami

Banyak hal yang menarik yang bisa diceritakan di pulau Nami. Setelah beberapa waktu lalu saya bercerita kalau di pulau Nami ada musholla, maka sekarang saya akan sedikit bercerita tentang banyaknya buku di pulau Nami. Pulau kecil ini bertabur banyak buku diseluruh sudut tempat. Saya beranggapan mungkin banyaknya buku di tempat ini, karena di Pulau Nami sedang ada Nami Book Festival. Kalau sebelumnya sudah ada saya kurang tahu karena saya ke pulau ini baru pertama kali. Selain banyak buku di pulau Nami juga terdapat perpustakaan dan museum.

Nami Library merupakan perpustakaan yang ada di pulau Nami. Mengingatkan kembali bahwa musholla Nami terletak di dalam perpustakaan, kita tinggal melihat petunjuk arah untuk menuju musholla. Setelah saya masuk ke perpustakaan, walaupun tidak membaca buku saya cukup dibuat kagum dengan bagusnya perpustakaan ini. Koleksi buku banyak, kalau saya lihat ini untuk bacaan anak-anak. Ruangan yang disetting dengan sangat modern dan rak rak buku yang minimalis membuat perpustakaan ini sangat nyaman untuk para pengunjung. Ada hal yang sangat membuat saya kagum di perpustakaan ini adalah terdapat tumpukan buku yang disusun dengan rapi dengan dibuat kreasi sehingga nampak seperti menara yang kokoh. Seperti apa penampakannya ini dia foto yang saya ambil.


Menara Buku
Masih penasaran dengan perpustakaannya seperti apa ini dia bentuk dan rupanya.



Beralih ke perpustakaan yang merupakan sumbernya buku, di pulau Nami banyak terdapat gazebo atau gardu yang dibuat dengan konsep tradisional lengkap dengan tempat duduk dan meja. Menariknya dari tempat ini adalah para pengunjung selain menjadikan sebagai tempat istirahat juga bisa dijadikan tempat untuk membaca. Gazebonya sudah dilengkapi buku bacaan yang bisa dibaca gratis oleh pengunjung. Sebagai catatan hanya dibaca ditempat dan tidak boleh dibawa pulang.  Saya sempat sebentar melihat bukunya, cukup beraneka ragam tetapi memakai bahasa Korea yang membuat saya tidak bisa membaca buku. Tidak heran lagi, banyak pengunjung sambil istirahat dengan membaca buku yang telah disediakan. Gazebonya sendiri tersebar di beberapa sudut pulau, pengunjung tinggal memilih tempat yang sesuai untuk istirahat sambil baca baca buku.

Pulau Nami selain sebagai tempat rekreasi yang indah juga sebagai tempat rekreasi yang edukatif. Selain menyediakan banyak buku untuk bacaan juga menyediakan berbagai hal yang berkaitan dengan keterampilan anak anak. Selain terkenal sebagai pulau yang romantis, saya menambahakan sebagai pulau yang edukatif. Banyak terdapat patung, lukisan, pajangan photo mengenai Korea yang bisa dinikmati pengunjung disini. Sampai sampai saya menjumpai stand yang saka penyangganya menggunakan buku yang ditumpuk dengan rapi.

Puas melihat lihat banyaknya buku yang berterbaran, pengunjung pulau Nami juga bisa mengunjungi salah satu museum yang ada di pulau kecil ini. Saya hanya melihat dari luar dan mengambil fotonya saja, karena waktu itu kaki saya sudah lumayan capek berkeliling pulau. Jadi mengenai apa dan seperti apa museumnya saya tidak bisa bercerita banyak. Penasaran dengan isinya silahkan berkunjung ke pulau Nami.

Museum di pulau Nami
Bagi warga lokal yang berkunjung ke pulau Nami dengan keluarga akan sangat menyenangkan. Selain berlibur menikmati pemandangan yang indah, juga bisa sambil belajar berbagai hal dan membaca tentunya. Paket tempat wisata yang lengkap menurut saya, dan perlu dicontoh untuk pengembang tempat wisata yang lain. Saya sebagai orang yang hobby membaca melihat tempat ini begitu istimewa karena banyaknya buku, walaupun saya sendiri tidak bisa membaca buku yang ada  karena alasan kendala bahasa. Sandainya tempat wisata seperti ini ada di kampung saya, pasti akan sangat ramai dengan pengunjung dan tentunya membuat akan meningkatkan minat baca masyarakat.




Tuesday, 2 July 2013

DRUMCAT

Siapa sih yang tidak kenal dan tahu yang namanya music K-Pop. Sebagian orang sekarang ini sudah tahu tentang music ini. Tapi saya tidak akan bercerita mengenai K-Pop, sekarang saya akan sedikit menceritakan tentang berbagai performance atau show pertunjukan yang ada di Korea. Lebih gampangnya saya akan menyebut K-Performance. Setelah beberapa minggu yang lalu saya menonton show JUMP yang begitu fantastis sekarang saya akan bercerita tentang show ataupun pertunjukan DRUMCAT. Jika ingin tahu apa itu DRUMCAT dan seperti apa pertunjukannya bisa disimak ulasannya menurut versi saya.

DRUMCAT itu merupakan pertunjukan sekelompok cewe cewe cantik yang memainkan alat music bernama drum dengan berbagai aksi dan kreasi. Mereka itu memainkan drum dengan berbagai kombinasi gaya dan aksi serta ditambah dengan alunan merdu biola. Selain bermain drum mereka juga sambil menari atau dance yang membuat pertunjukan makin meriah. Sebagai informasi juga DRUMCAT merupakan satu satunya percussion performance di dunia yang beranggotakan wanita.

Jika ingin melihat show DRUMCAT tempatnya di Myungbo Art Hall lantai B3. Petunjuknya mudah cukup naik subway line tiga turun di stasiun Eljiro 3 ga exit delapan, jalan kaki paling satu menit. Saya menonton DRUMCAT waktu itu hari sabtu tanggal 29 Juni 2013 jam empat sore. Durasi show kurang lebih delapan puluh menit, harga tiket 40.000 dan 50.000 won. Bagi yang ingin dapat diskon bisa menggunakan RUSH ticket yang bisa didapat KTO office.

Istimewanya dari show ini adalah penonton tidak hanya menyaksikan permainan drum semata, tetapi juga bisa berbagai aksi menawan pada saat memainkan drum. Pemain akan mengkombinasikan berbagai gaya memainkan drum dan berbagai lagu. Selain itu juga didukung oleh tata panggung serta pencahayaan sinar lampu yang baik membuat show makin meriah. Permainan drum yang bervariasi membuat penonton tidak merasa bosan dengan show ini. Pemain DRUMCAT juga sesekali mengajak penonton untuk berinteraktif, penonton yang beruntung bisa diajak ke panggung utuk ikut perform.

Perlu diperhatikan juga bagi para penonton ada beberapa larangan atau aturan untuk menonton. Tidak boleh mengambil foto dan makan pada saat pertunjukan. Karena larangan itu pula, maka saya tidak mempunyai foto pada saat show. Jika ingin berfoto disediakan sesi khusus setelah pertunjukan. Setelah pertunjukan, diluar tempat show dekat ticket booth sesi foto bareng dan tanda tangan dilakukan. Selain itu didekat ticket booth ada toko kecil yang menjual souvenir tentang DRUMCAT. Karena banyaknya penonton yang ingin foto bareng dengan personel DRUMCAT maka harap sabar antri karena ramai. Saya sendiri karena malas antri jadi tidak foto dengan salah satu personel. Ini beberapa dokumentasi yang saya ambil.



Dijamin puas setelah menonton DRUMCAT pokoknya. Permainan drum yang unik dan lain daripada yang lain hanya DRUMCAT. Show ini juga bisa dijadikan salah satu alternatif pada saat berwisata ke Seoul Korea. Selain menghibur tentunya memberikan pengalaman tersendiri menyaksikan permainan drum dari para wanita cantik yang menawan. Lebih jelasnya bisa dilihat di website http://www.drumcat.co.kr/eng/