Laman

Sunday, 30 June 2013

Meriahnya One Indonesia Day di Korea


Acara ini merupakan ajang silaturahmi untuk warga Indonesia yang ada di Korea yang diadakan setiap setahun sekali. Motto One Indonesia Day adalah satu cinta, satu Indonesia. Untuk tahun 2013 berlangsung di kota Ansan tepatnya di Ansan Olympic stadium Minggu tanggal 30 Juni. Acara ini diselenggarakan oleh para warga Indonesia yang berada di Korea yang dibentuk dalam sebuah kepanitiaan. Panitianya terdiri dari beberapa orang, baik itu pekerja ataupun mahasiswa yang kuliah di Korea yang telah menyumbangkan waktu, tenaga dan pemikirannya untuk kesuksesan acara ini.

Pengunjung yang datang kebanyakan adalah warga Indonesia yang bekerja di Korea. Selain WNI, orang asing saya lihat juga ada seperti orang Korea, bule dari mana saya kurang tahu. Saya karena belum pernah datang ke acara ini otomatis juga ikut menyaksikan kemeriahan acaranya. Datang seorang diri tidak membuat urung datang. Selama menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam baru sampai ditempat dan acara sudah dimulai.

Acaranya beraneka ragam mulai dari pertunjukan kesenian dari Indonesia, music band bahkan tak lupa juga music dangdutpun ikut menggoyang Korea. Reog Ponorogo dan tarian dari Banten adalah salah satu kesenian yang ditampilkan. Selain penampilan kesenian di lokasi juga banyak stand stand yang menyediakan berbagai makanan khas Indonesia serta beberapa kerajinan seperti batik. Makanan yang berada di stand mulai dari bakso, mie ayam, somay, nasi kuning, dan ada satu lagi yang special bagi vegetarian yaitu “pecel”. Saya masih bingung bahasa Indonesianya pecel itu apa jadi saya tulis aja setahu saya. Minuman segar juga tersedia seperti es campur, es buah dan es yang lainnya. Karena saya belum makan saya membeli nasi kuning super enak dari stand komunitas Bumi Parahyangan .



Jalannya acara lumayan tertib dan sangat meriah, selain itu juga ada beberapa sambutan seperti dari pihak Dubes RI di Seoul dan dari Jumin Center Ansan. Special tidak pakai telor diacara ini adalah dinyanyikan lagu Indonesia Raya pada saat acara. Ini adalah kali pertama saya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia di Korea, maka tidak heran pada saat pengunjung menyanyikannya membuat haru sausana hati saya. Penampilan yang paling ditunggu tunggu adalah penampilan Reog Ponorogo yang ditampilkan oleh Komunitas Reog Ponorogo di Korea. Kelakuan penonton yang berdiri pada saat Reog perform membuat penonton yang dibelakang harus gigit jari untuk menonton karena terhalang punggung. Saya adalah salah satu korban penonton itu sehingga sayapun tak bisa mengambil foto penempilan reog. Karena merasa sudah sebal dengan kelakuan penonton yang lain sayapun mencari spot agar bisa melihat. Tetapi tetap saja saya tidak bisa mengambil gambar.

Penampilan yang langsung didatangkan dari Indonesia adalah penampilan kesenian dari Banten.untuk tariannya namanya apa saya lupa, harap maklum otaknya sudah tua. Intinya menurut saya tariannya bagus banget, dan tari ini juga baru saya lihat untuk pertama kalinya. Penampilan dari beberapa band baik itu pop ataupun rock membuat acara makin meriah dan menambah makin panas ruangan. Bagi penonton yang beruntung mendapatkan doorprize dari sponsor acara. Hadiah utama adalah tiket PP Incheon – Bali –Incheon tapi untuk siapa yang dapat saya tidak tahu karena saya pulang sebelum acara selesai. Sebenarnya ingin sampai selesai tapi karena jarak asrama yang jauh dan takut kemalaman akhirnya saya putuskan pulang lebih awal.

Apreasiasi besar untuk para panitia yang sudah berjuang untuk membuat acara ini sukses dan tentunya nya pula semua pengisi acara serta pengunjung yang datang. Acara ini memberi kesan special bagi saya selama tinggal di Korea untuk menjadi TKI. Selain sebagai ajang silaturahmi juga membuat kita semakin cinta akan Indonesia. Sehari yang penuh moment dan kemeriahan tentang Indonesia di Korea hanya di One Indonesia Day. Bagi WNI di Korea yang tidak datang dijamin rugi dan menyesal. Sampai jumpa lagi di One Indonesia Day 2014.


Saturday, 29 June 2013

Rokok vs Alkohol di Korea Part 1

Rokok dalam bahasa Koreanya “dambe” kalau dilarang merokok “gemyon”. Itu sedikit pengenalan bahasa Korea tentang rokok. Cerita saya ini hanya menggambarkan tentang rokok dan alcohol. Mengenai bahaya rokok saya mungkin tidak akan berbicara karena semua orang sudah tahu betapa bahayanya rokok terhadap kesehatan. Berasumsi seperti itu karena dalam kemasan rokok sudah ditulis dengan jelas tentang bahaya rokok terhadap kesehatan.

Beer bahasa koreanya “Mekju” sedangkan “soju” itu setahu saya alcohol sepertinya. Harap maklum karena sampai sekarang bahasa Korea saya masih kacau dan menurut saya bahasa Korea itu susah untuk dipelajari. Alabi saja sebenarnya karena saya malas belajar bahasa Korea. Tentang bahaya dari mengkonsumsi minuman beralkohol kebanyakan orang juga sudah paham. Jadi saya tidak membahas bahaya alcohol terhadap kesehatan disini.

Ada beberapa hal yang saya ketahui tentang rokok di Korea, tentunya mulai browsing di internet dan sedikit mengamati. Kalau dari hasil diskusi tentunya itu akan menjadi hal yang lucu karena (sedikit menegaskan) bahasa saya masih kacau. Kenapa tidak memakai bahasa Inggris saja, jawabanya tentu tidak jauh beda bahasa Inggris saya kacau balau. Hal yang saya ketahui tentang rokok disini diantaranya adalah larangan anak anak atau remaja usia dibawah usia sembilan belas tahun untuk membeli rokok dan merokok. Jadi kalau remaja Korea ingin merokok tunggulah usia sembilan belas tahun. Lantas apakah remaja dibawah 19 tahun tidak ada yang merokok, jawabannya ada tetapi mereka akan bersembunyi untuk merokok alias cari tempat aman. Lah, kan dilarang beli terus dapatnya dari mana. Selalu ada jalan kata pepatah, mereka akan membeli oleh pihak ketiga atau menyuruh orang atau beli ke orang yang perokok. Dan itupun mereka akan berhati hati sekali caranya.

Saya sendiri pernah disuruh untuk membelikan rokok pada saat jalan ke suatu pusat keramaian dan pasar. Mereka memakai bahasa korea yang amat standar agar saya mengerti. Awal pertama saya kaget, siapa eloh nyuruh gue untuk beli rokok. Jadi langsung saya jawab tidak mau dengan sambil jalan ngacir. Waktu itu saya belum tahu tentang larangan merokok untuk usia under 19 tahun. Tapi yang jelas mereka saat itu memohon dengan wajah memelas dan sambil jalan biar tidak ketahuan sama orang local. Kalau saya pikir kembali layaknya transaksi ala mafia teri. Itu kasus pertama dan kasus keduapun saya tolak.

Daerah tempat saya tinggal dan bekerja mempunyai jumlah warga asing yang lumayan banyak. Hal itu tidak mengherankan, jika pada saat hari minggu atau sabtu dipasar atau supermarket dan distrik keramaian warga asing akan tersebar untuk sekedar jalan jalan atau membeli barang kebutuhan sehari hari. Remaja Korea dengan gerombolannya biasanya akan menyasar warga asing untuk menyuruh membelikan rokok. Alasannya mungkin yang disiuruh biasanya akan nurut saja dan tanpa meminta imbalan. Hal ini berbeda akan berbeda kasus jika minta tolong kepada orang local yang lebih tua karena mereka merasa tidak aman dan tentunya harga rokok akan lebih mahal. Saya tahu bagaimana mereka bisa mendapatkan rokok dengan cara gelap dari orang local setelah membaca di salah satu situs local.

Dimana mereka akan merokok setelah dapat rokok, tentunya akan cari tempat aman dan tersembunyi. Saya sendiri pernah menjumpai remaja merokok dimalam hari, mereka langsung dengan sigap membuang rokok. Takut ketahuan sepertinya, padahal waktu itu kondisi agak sedikit tertutup pagar dari tumbuhan. Kembali ketopik disuruh beli rokok, untuk kasus ketiga entah setan dari mana saya dengan percaya diri nya mengiyakan untuk membelikan rokok. Padahal sebelumnya saya belum pernah membeli rokok di Korea karena saya bukan perokok. Yah apa daya saya terbujuk remaja perempuan yang unyu unyu dengan tampang memelas dengan penuh harap untuk membelikan rokok. Saya masih ingat benar kejadian, waktu itu musim dingin dengan suhu minus yang menyiksa. Setelah kejadian itu saya merasa bersalah dan berjanji pada diri sendiri untuk tidak mengulanginya lagi. Harap tunggu kisah selanjutnya tentang rokok vs alcohol di Korea karena masih banyak hal yang perlu diketahui dan disimak tentunya. Part satu masih rokok dulu dengan sedikit hal yang mendasar tentang siapa yang boleh merokok.


Bersambung…


Friday, 28 June 2013

Nonton Bola di Seoul World Cup Stadium

Jangan tanya pada saya apakah saya bisa main bola atau tidak. Karena jawabannya saya tidak bisa bermain bola dan hanya bisa menendang bola. Bagaimana kalau pertanyaannya diganti suka nonton bola. Jawabannya tentu akan tidak jauh beda yaitu tidak suka nonton bola. Terus kenapa mau maunya nonton bola dan menulis ceritanya. Alasannya sederhana ingin tahu saja stadionnya seperti apa bentuknya. Penasaran sama stadionnya itulah yang menjadi alasan utama saya nonton bola sendirian di Seoul World Cup Stadium.
Bagaimana tidak penasaran karena di Seoul World Cup stadium pernah menjadi tempat pertandingan untuk piala dunia. Kalau tidak salah tempat ini menjadi tempat laga bermain antara Korea Selatan melawan Italia. Cara menuju ke stadionnya juga mudah cukup naik subway line enam turun di stasiun World Cup stadium. Jadi walaupun sebelumnya tidak tahu setelah dapat informasi seperti itu langsung ketemu tempatnya tanpa bingung. Stadion ini juga sebagai markas FC Seoul dan karena sebagai tuan rumah maka tidak heran banyak atribut tentang FC Seoul.



Sebenarnya nonton sudah lama, tapi karena lagi semangat menulis di blog makanya jadi baru diceritakan seperti apa. Pertandingan yang dimainkan setahu saya Cuma alaga persahabatan antara FC Seoul melawan Busan. Tanggal mainnya 25 November 2012, seingat saya itu sudah musim gugur dengan suhu yang sudah dingin. Tiketnya seharga 15.000 won dan khusus warga asing yang menonton mendapatkan beer dan hotdog. Berhubung saya tidak minum beer, jadi yang bisa saya makan cuma hotdognya saja. Jangan tanya permainannya seperti apa karena saya hanya duduk manis saja dan tidak bisa berkomentar banyak tentang bola. Tapi kalau hasil pertandingan di menangkan oleh FC Seoul dengan skor 0-1. Ini foto foto selebrasi kemenangan FC Seoul.



Saya hanya berkomentar penontonnya tidak terlalu banyak. Warga asing juga lumayan mendominasi penonton, mungkin karena acaranya diselenggarakan dengan kerjasama Seoul Global for Expat. Penonton yang beruntung juga mendapat doorprize. Saya hanya bisa berpendapat sepak bola disini tidak menjadi tontonan favorit olahraga. Karena kalau saya melihat berita tentang liga Korea di televisi untuk jumlah penontonnya tidak terlalu banyak. Berbeda kondisi dengan pertandingan baseball yang penontonnya ramai. Banyak chanel tv yang menyiarkan pertandingan baseball, baik langsung maupun siaran tunda.

Bagaimana dengan stadionnya yang menjadi alasan utama nonton bola. Bagus make banget kalau menurut saya, mulai dari lapangan, kursi penonton, fasilitas penunjang dan transportasi yang mudah untuk menjangkaunya. Seputar stadion juga ada taman yang bisa digunakan untuk bersantai dan berolahraga. Selain taman ada juga pajangan foto foto terkait partandingan Korea melawan Italia. Kursi penonton menggunakan bahan plastic dan kondisi pada saat mau diduduki kursi dalam keaadaan bersih. Pengalaman masuk stadion besar pertama saya adalah masuk Gelora Bung Karno Jakarta untuk kepentingan ikut seleksi penerimaan pegawai negeri. Komentar saya pada waktu itu cuma satu kursinya kotor karena debu, mungkin akibat lama tidak diduduki atau karena tidak dibersihkan. Walaupun demikian tetap bangga dengan yang namanya GBK. Akhir cerita cuma satu saya sekarang sudah tidak penasaran lagi dengan yang namanya Seoul World Cup Stadium.

Wednesday, 26 June 2013

2013 Victor Korea Open

Pecinta badminton rasa rasanya perlu sedikit bercerita tentang pengalaman nonton badminton berkelas internasional. Turnamen badminton berkelas internasional yang levelnya super series hanya ada dibeberapa negara. Contohnya adalah Indonesia yang baru saja menyelenggarakan Djarum Indonesia super series. Hasilnya agak mengecewakan karena sebagai tuan rumah hanya bisa meraih satu gelar saja dari lima pertandingan yang dimainkan. Pasangan ganda putra Ahsan Hendra adalah satu satunya juara dari Indonesia.
Super series lainnya ada di negara tempat saya bekerja sekarang yaitu Korea Selatan. Untuk di Korea waktu penyelenggaraan adalah Januari sehingga ini adalah awal berlangsungnya rangkaian super series ditahun 2013. Sebagai pecinta bulutangkis dan pemain badminton kelas teri tentunya saya tidak menyiakan kesempatan untuk menonton Korea super series. Sebenarnya kalau saya sekarang bercerita sudah agak basi sepertinya karena turnamennya sudah berlangsung lima bulan yang lalu. Tapi tak apalah karena saya sampai sekarang masih ingat moment moment yang menggembirakan itu.

Januari masih berbalut salju di Korea tidak menghalangi saya untuk menonton. Tempat berlangsungnya di Olympic gongwon di stadion SK Handball, perjalanan dari asrama saya kurang lebih dua setengah jam dengan naik bus dilanjut subway. Saya menonton hari sabtu tanggal 12 januari, untuk partai semifinal dimana ada satu wakil dari Indonesia yaitu Sony Dwi Kuncoro. Karena masih gaptek tiket saya beli on site seharga 20.000 won. Agak terjangkau menurut saya walaupun nontonnya di tempat duduk yang di atas dan jauh, tapi tak apalah yang penting happy.

Sesampai di tempat, karena ini kali pertama datang ke tempat yang super luas otomatis bingung . Setelah menggunakan jurus andalan yaitu mencari tempat informasi dan bertanya dengan menggunakan bahasa yang sangat kacau maka sampailah ditempat yang dituju. Antrian tiket panjang tapi karena petugas cekatan jadi cepat beres. Nuansa turnamen ini sangat biasa sekali menurut saya. Karena di sekeliling stadion tidak ada atribut meriah, sangat berbeda dengan turnamen yang ada di Indonesia yang penuh sesak dengan atribut terutama sponsor.

Catatan besar bagi saya yaitu ini merupakan kali pertama saya menonton kejuaraan badminton super series langsung jadi bisa dibayangkan betapa antusiasnya saya saat masuk stadion. Pemain kelas dunia disini tampil untuk berebut gelar. Begitu masuk satdion penonton sudah ramai dan sedang berlangsung beberapa partai. Saya akhirnya bisa melihat Lee chong Wei, Ma jin, pasangan Denmark yang hebat dan bintang Korea yang terkenal yaitu Lee Yong Dae. Setelah tempat duduk ditemukan maka saatnya duduk manis nonton badminton. Selang berapa kursi ada dua orang dari Malaysia yang membawa bendera sambil berteriak teriak Malaysia saat Lee Chong Wei main. Dua orang itu dan saya adalah minoritas.

Partai yang ditunggupun dimulai, Sony pun bermain melawan pemain China. Saya sebenarnya ingin teriak teriak seperti dua orang Malaysia tapi rasa rasa nya saya tidak percaya diri karena seorang diri. Hasilnya sangat mengecewakan saya karena Sony harus kalah dan itu artinya membatalkan saya untuk nonton partai final. Menonton badminton di Korea menurut saya sepi dan kurang heboh, karena supporter tidak seheboh rakyat Indonesia yang menyuarakan semangat dukungan untuk pemain. Disini hanya sesekali terdengar teriakan dehan mingguk dan suara tepuk tangan saja. Senyap menurut saya, dan suasana agak sedikit ramai itu manakala Lee Yong Dae bermain. Lee Yong Dae di Korea merupakan atlet badminton yang terkenal. Selain itu juga dia membintangi iklan televisi. Walaupun suasana pertandingan sepi tapi bagi saya ini sangat mengesankan. Sponsor tunggal event ini adalah Victor maka di luar stadion banyak produk yang dijual seperti raket, sepatu, dan kaos.



Sebenarnya menulis event Korea super series untuk sedikit menggambarkan kepada teman saya yang suka dengan badminton. Dia selalu heboh dengan badminton dan beritanya. Tapi kalau untuk urusan bermain masih pemula. Kehebohan dia muncul manakala setiap akan ada Djarum Super Series. Dengan nada bercerita yang sangat antusias dia akan menonton di kursi VIP partai semifinal. Keinginan yang bagus menurut saya, tetapi realita yang sangat berbeda karena pada saat partai semifinal berlangsung dia hanya di rumah, duduk di kursi depan tv. Alasan batal beli tiket yang diutarakan amat menyebalkan bagi saya. Bukan karena apa, karena saya sendiri ingin mendengar cerita langsung dari dia tentang turnamen yang ada di Jakarta dengan segala kemeriahannya. Menonton Korea super series 2014 dan berharap bisa menyaksikan Djarum Indonesia super series merupakan keinginan saya saat ini.

Sunday, 23 June 2013

Keunikan Stiker Itu Bermanfaat

Agiga tago isoyo kira kira artinya seperti ini"ada bayi naik".Itu adalah salah satu kalimat yang biasa saya lihat di kaca mobil belakang selama tinggal di Korea. Bentuknya stiker yang di tempel dengan berbagai kreasi dan sedikit gambar. Awal melihat kalimat itu pikiran saya,ah mungkin itu cuma buat aksesoris kaca mobil. Lama kelamaan seiring berjalannya waktu saya mulai menjumpai banyak mobil yang di kaca belakangnya bertuliskan itu. Banyaknya kaca mobil yang berstiker itu, membuat makin penasaran dan membuat pikiran berubah tentang hal itu.

Setelah dipikir lebih jauh lagi pasti stiker yang ditempel itu mempunyai arti dan manfaat yang baik. Saya berasumsi bahwa mobil yang berstiker itu adalah mobil yang di dalamnya ada bayi atau anak anak. Tujuannya menurut saya adalah untuk keselamatan selama berkendara. Setelah penasaran searchinglah saya tentang bayi atau anak yang ada di mobil selama berkendara. Jadi intinya untuk keselamatan untuk anak anak di mobil diperlukan seat khusus bayi atau anak yang perlu di tambahkan di mobil untuk kenyamanan dan keselamatan bayi/anak. Bagaiamana tentang teknisnya saya kurang paham kalau mungkin ingin tahu lebih dalam bisa di lihat di situs ini (http://id.prmob.net/articles/bayi-jok-mobil). Lumayan bisa memberikan pengetahuan tentang seat bayi/anak di mobil untuk kenyamanan dan keselamatan selama berekendara.

Mengenai regulasi khusus disini saya kurang tahu, walaupun sudah searching saya tidak bisa menemukannya mungkin karena keterbatasan bahasa saya sehingga tidak bisa menemukannya. Mobil adalah salah satu kendaraan yang kebanyakan digunakan oleh masyarakat Korea. Selain mobil, sepeda juga lumayan banyak digunakan. Khusus untuk sepeda motor saya lihat jarang, pengguna sepeda motor adalah tenaga delivery makanan yang biasa saya jumpai. Maklum kalau menurut saya biaya yang digunakan dengan motor akan lebih murah. Sepeda motor bisa kurang disukai menurut saya karena disini adalah empat musim sehingga apabila suhu sudah mulai dingin naik motor adalah hal yang sangat menyiksa karena suhu udara yang sangat dingin.

Selain ditulis dalam bahasa lokal ada juga stiker yang ditulis dalam bahasa inggris. Tulisan stikernya yaitu “baby in car” dengan sedikit gambar dan tentunya aneka ragam kreasi. Stiker yang dipasang di kaca belakang kalau menurut saya akan membuat pengendara yang dibelakngnya akan melihat dan pastinya akan lebih berhati hati ataupun lebih jaga jarak untuk alasan keselamatan. Perlindungan yang baik menurut saya walaupun dengan hal kecil dan simple tetapi akan membawa pengaruh yang baik. Saya sendiri belum atau tidak mengetahui ada tidaknya pengaruh tentang ditempelnya stiker itu dengan angka kecelakaan bayi saat didalam mobil. Setidaknya itu adalah langkah pencegahan yang bagus.

Stiker itu menurut saya unik, sekaligus ide bagus yang mungkin bisa dijadikan contoh yang baik. Indonesia yang kebanyakan pengguna sepeda motor mungkin bisa menciptakan ide lain yang baik untuk keselamatn anak pada saat ikut berkendara. Pengguna mobil mungkin bisa juga meniru dengan menempel stiker tulisan seperti itu. Selama dulu di kampung saya belum pernah menjumpai tulisan itu ada di kaca mobil. Saya banyak menjumpai di kaca mobil, tertempel stiker promosi tentang berbagai produk. Bermanfaat sih, tapi hanya sepihak yaitu untuk produk yang dipromosikan. Atau bahkan akan mengganggu keselamatan pengendara yang dibelakang mobil karena tergangggu konsentrasi dengan stiker yang dilihatnya. Semoga bermanfaat …

Saturday, 22 June 2013

Ruang Menyusui di Negeri K-Pop

Awalnya setiap saya pergi atau jalan jalan saya tidak begitu memperhatikan ruangan ini. Akan tetapi lama kelamaan saya baru tersadar kenapa saya begitu sering melihat ruangan ini di tempat umum. Timbullah rasa heran saya, karena sebetulnya saya juga mempunyai rasa tanggung jawab untuk promosi tentang ASI ataupun kesehatan. Mungkin dengan hal ini, bisa mengingat kembali ilmu yang dulu saya pelajari. Ilmu yang saya peroleh dengan jerih payah dan penuh pengorbanan agar bisa lulus.

Ruang menyusui atau ruang laktasi dalam bahasa Korea namanya suyubang atau suyusil. Ruangan ini saya jumpai dibeberapa tempat umum. Saya sering melihat ruangan ini di terminal, stasiun, kereta api dan museum. Ruangan ini biasanya ditulis dalam dua bahasa yaitu bahasa Korea dan bahasa Inggris serta ada lambang/gambar ibu menysusui. Saya beranggapan mungkin ditulis dalam dua bahasa agar memudahkan orang orang yang belum begitu paham dengan bahasa Korea. Karena di Korea menurut saya, mempunyai jumlah orang asing dari berbagai negara yang lumayan banyak.

Ruangan ini mengingatkan saya pada salah satu teman yang mengeluh akan ketersediaan tempat laktasi di tempat dia bekerja. Dia harus mencari cari ruangan agar bisa memerah ASI untuk diberikan kepada bayinya. Memang sebuah pengorbanan bagi para ibu karier agar bisa memberikan bayinya ASI eksklusif. Salut pokoknya bagi para sang ibu yang tetap memegang teguh bahwa ASI adalah makanan yang terbaik untuk bayinya. Meraka harus benar benar bisa menutup mata dan telinga di tengah gencarnya promosi susu formula. Walaupun saya sendiri pernah bekerja sebagai marketing salah satu produk susu formula/pendamping yang ternama di negeri saya.

Mengenai ruangan laktasi di Korea isinya seperti apa saya tidak pernah melihat didalamnya. Karena akan sangat terlihat aneh jika saya memberanikan diri melihatnya. Atau bahkan bisa jadi saya akan ditangkap security ditempat tersebut. Jikalau ijin akan diberi kesempatan melihat isi ruangan menurut saya, tetapi berhubung bahasa saya yang sangat kacau jadi belum percaya diri untuk ijin mengenai hal ini. Di Negeri tercinta, juga sudah mempunyai aturan akan ketersediaan ruangan ini. Mall di kota besar sebagain sudah menyediakan ruangan menyusui, contohnya Bandung, Jakarta dan kota lainnya.

Stasiun, terminal, kereta api di Indonesia saya pikir belum menyediakan ruangan ini. Mungkin kalau sekarang sudah ada saya kurang tahu. Paling mengherankan adalah adanya ruangan menyusui pada salah satu kereta api di Korea. Kereta api yang saya naiki pada waktu itu adalah subway yang bisa dikatakan seperti KRL di Jakarta. Bentuknya sangat sederhana tapi menurut saya fungsinya itu yang luar biasa. Sebagai catatan juga kalau saya ke supermarket, susu formula dan temannya jarang saya jumpai. Iklan televisi dan lainnya hampir amat sangat jarang saya jumpai. Kondisi ini akan sangat berbeda jika saya datang ke supermarket di kampung saya. Iklan televisi dan temannya akan sangat gencar. Di supermarketpun disediakan SPG khusus yang stay dengan manis di rak susu formula dan temannya. Kondisi juga didukung oleh perilaku masyarakat yang bangga menggunakan susu formula yang mahal untuk bayinya.

Tidak hanya promosi yang gencar, ada oknum tenaga kesehatan dan tempat tempat perawatan kesehatan ikut andil dalam memberikan susu formula secara gratis sebagai bingkisan untuk bayi yang baru lahir. Menurut saya ini adalah promosi yang sangat tepat sasaran dan keberhasilannya tinggi, maka dari itu sebaiknya segeralah bertobat pihak yang bersangkutan demi kebaikan generasi penurus bangsa yang berkualitas. Promosi dari produk susu akan memberikan imbalan yang sangat menarik, maka tidak heran banyak yang mulai tergiur. Just sharing semoga bisa membuat kita untuk lebih sadar tentang ASI dan tetap peduli untuk tidak berperan dalam perkembangan susu formula dan untuk perkembangan ketersediaan ruang menyusui.

Friday, 21 June 2013

Something Special in Nami Island


Penggemar drama Korea pastinya tahu dan tahu banget yang namanya Nami Island. Sebuah pulau kecil berada ditengah danau yang terkenal berkat sebuah drama yang lokasi syutingnya berada disitu. Saya sendiri baru sekali ke Nami Island dan itupun karena ada keperluan untuk menghadiri event music. Jika ingin ke Nami Island sangat mudah menggunakan kereta yaitu dengan turun di stasiun Gapyong di lanjut naik taksi yang kira kira hanya 5 menit. Keretanya bisa menggunakan ITX dari Yongsan station atau menggunakan metro yang lebih murah tapi waktu tempuh lebih lama. Shuttle bus juga tersedia jika ingin menggunakan bus dari Seoul. Jika ke Nami Islandnya sudah menggunakan travel maka lebih gampang lagi tinggal pejamkan mata maka sampailah di tempat, alias tidur diperjalanan tahunya beres.

Biaya masuknya setahu saya 10.000 won, dan untuk menuju ke pulau Nami menyeberang dengan kapal ferry. Ongkos ferrynya saya kurang paham soalnya pada saat ke Nami saya memegang tiket konser yang sudah include entry and ferry fee. Sebagai catatan juga tiket itupun saya dapat gratis. Jadi maklumlah saya itu berburu yang gratis di negeri ini. Waktu tempuh ferry cukup sebentar paling hanya lima menit. Jadi yang hobby narsis maka segeralah foto setelah sampai di kapal.

Saya berpendapat Nami itu indah, tapi ada hal yang membuat pulau Nami menjadi sangat special bagi saya. Specialnya adalah di pulau Nami tersedia prayer room atau musholla. Tempat ini amat sangat jarang di jumpai di Korea. Maklum mayoritas penduduknya bukan muslim. Saat berkunjung ke Nami saya tidak tahu kalau disini tersedia musholla, maka pada saat melihat bangunan ada tulisan prayer room membuat saya kagum dan langsung mencari dimana tempatnya. Musholla ini saya temukan setelah bolak balik masuk gedung, tapi agak kurang percaya diri untuk bertanya. Setelah melihat beberapa direction akhirnya ketemu juga Musholanya. lebih tepatnya di Nami Library lantai dua dan di lantai bawah ada sebuah kafe dan restoran china.Kalau ke tempat ini masih bingung tanyalah pada orang yang berada disitu. Saya pada saat itu hanya lagi males bertanya makanya cari sendiri semau sendiri dengan melihat lihat isi gedung. Seperti apa Musholla ini dia fotonya.





Sederhana hanya di ruagan kecil tapi menurut saya sangat berarti. Saya sendiri sempat sholat ashar disini sendirian karena pada saat itu tidak ada orang. Ruang wudlunya gabung menjadi satu ruangan jadi sangat simple menurut saya. Selain itu sudah tersedia mukena dan sajadah, jadi bagi kaum hawa tidak usah khawatir. Bagaimana dengan arah kiblat, di musholla sudah diberi arah kiblat. Sholat jadi makin indah pokoknya, karena sholatnya di musholla yang tempatnya indah. Tasbih, Alqur'an dan bacaan ringan di musholla ini tersedia. Bisa dijadikan bacaan sambil istirahat sejenak. Dari balik kaca jendela musholla, kita juga bisa menikmati pemandangan Nami yang indah.

Selain ada mushola juga ada ucapan selamat datang yang berbahasa Indonesia. Tambah senang saja melihat bahasa tercinta terpampang nyata disini. Makin penasaran kan yang namanya pulau Nami. Jadi kalau ada rencana berkunjung ke Nami sempatkan ke Mushollanya bagi yang muslim. Ada banyak hal yang menarik pada saat berkunjung ke Nami tapi untuk saat ini saya baru bercerita mengenai Mushollanya. Sebuah pulau kecil yang sangat mengundang wisatawan dari dalam dan luar Korea untuk berkunjung. Hampir semua travel perjalanan wisata pasti menjadikan Nami Island menjadi salah satu destinasi. Masyarakat Indonesia khususnya pecinta tentang Korea pasti akan sangat berharap bisa ke pulau ini. Jadi siapkan rencana yang indah jika ingin ke pulau Nami. Jangan lupa siapkan kamera agar moment yang indah di Nami terkenang selalu.

Thursday, 20 June 2013

JUMP


K-Performance ada banyak jenisnya contohnya adalah JUMP performance. JUMP bisa diartikan ke bahasa Indonesia adalah loncatan atau lompat. Kalau dari namanya saja sudah begitu kira kira terbayang tidak isi dari pertunjukan ini. Yang jelas antara nama dengan isi petunjukan pasti berhubungan. Menurut saya JUMP itu pertunjukan campuran kungfu, tekondo dan akrobatik yang dibuat alur cerita. Pemainnya terdiri dari beberapa orang yang memainkan karakter yang berbeda dan pastinya memukau.

JUMP ini bisa anda saksikan di Seoul tepatnya di Seoul Sinema lantai lima. Naik subway line 1, 3, 5 turun di Jongno 3-ga exit empat belas, dibelakang Shinhan Bank. Harga tiketnya beragam setahu saya 40.000 dan 50.000 won. Durasi pertunjukan kurang lebih satu setengah jam dan perlu diketahui ada larangan pada saat menyaksikan JUMP yaitu merekam dan mengambil foto pertunjukan. Terus bagaimana untuk sesi pemotretan bak artis terkenal, tenang karena pihak JUMP sudah menyiapkan sesi pemotretan setelah pertunjukan di pintu exit. Jadi yang naluri model-nya kuat bisa tersalurkan ditempat ini.Selain itu juga dibuka sesi foto bareng pemain dan tanda tangan dari pemain JUMP. Seperti yang terlihat difoto ini.



Menariknya JUMP adalah seni campuran kungfu, tekondo yang ditampilkan melalui sebuah alur cerita dan ditambah dengan sentuhan modern sehingga terlihat tidak kuno menurut saya. Kungfu yang dimainkan itu diberi komedi yang lucu sehingga membuat penonton tersenyum lebar. Pokoknya show ini paket lengkap karena cerita yang disampaikan ringan dan beraneka ragam, alur percintaan yang romantic juga tersaji disini dengan bumbu bumbu komedi tentunya.Salut deh buat pemainnya yang kompak dan penyusun alur cerita. Sebagai catatan bagi yang belum terbiasa dengan bahasa korea, show JUMP juga dijelaskan dalam beberapa bahasa seperti inggris, jepang dan China.

Durasi satu setengah jam menurut saya berlalu begitu cepat, mungkin efek menikmati show sepertinya. Pertengahan show diselingi dengan mengajak penonton yang beruntung untuk naik panggung dan bermain game dengan pemain JUMP. Penonton yang beruntung itu juga mendapatkan kenang kenangan dari JUMP. Seandainya pas nonton itu saya yang disuruh maju pastilah tambah gembira lagi, tetapi sepertinya susah karena pada saat itu posisi duduk saya kurang gampang dijangkau oleh pemburu penonton beruntung. Tak apalah yang penting terpukau nonton JUMP. Dijamin puas abis deh nonton JUMP. Puas nonton kalau ingin membeli kenang kenangan tentang JUMP juga tersedia beberapa pernak pernik JUMP yang bisa dibeli di pintu exit. Jika ingin tahu lebih jelas tentang JUMP bisa dilihat di websitenya di www.yegam.com

Wednesday, 19 June 2013

Ultra Korea


Ini adalah festival music terheboh dan terfantastis yang pernah saya lihat. Mungkin kata itulah yang bisa menggambarkan Ultra Korea tahun 2013 yang diselenggarakan di Olympic Stadium Complex tanggal 14-15 Juni 2013. Saya merasa sangat beruntung karena bisa merasakan langsung kemeriahan acaranya.

Berawal dari email KTO (Korea Tourism Organisation) yang member tawaran kepada saya untuk menjadi sukarelawan di booth KTO untuk acara Ultra Korea. Menjadi sukarelawan dengan hanya kurang dari 2 jam dan kemudian bisa dilanjut sepuasnya untuk menikmati festival maka saya langsung bersedia. Lagian kami yang menjadi sukarelawan hanya bertugas membagikan brosur. Menurut saya itu pekerjaan mudah, karena saya sebelum ke Korea sudah terbiasa dengan urusan bagi bagi brosur.

Setelah bagi bagi brosurnya laris manis maka tiba saatnya untuk menikmati Ultra Korea sampai puas. Suara music DJ yang teramat kencang membuat suasana menjadi sangat ramai. Di Ultra Korea ini ada tiga stage yang berbeda beda dan semuanya ramai dengan pengunjung. Kalau menurut saya yang paling ramai adalah main stage. Perlu diketahui bahwa acara ini rutin diadakan setiap tahun sepertinya. Ultra Music Festival hanya diselenggarakan dibeberapa negara dan untuk region Asia kalau saya melihat dibuku guide-nya hanya ada di Korea.

Prosedur masuk festival yang cukup ketat menurut saya membuat antrian masuk amat sangat panjang, kecuali pemegang tiket VIP yang bisa masuk dengan cepat. Ada beberapa peraturan tentang barang bawaan sehingga semua barang bawaan diperiksa satu persatu. Setelah bisa masuk ke kawasan fest ival akan disambut oleh musik DJ yang amat sangat keras dan bagi penggila dance mungkin badannya langsung reflek. Jadi yang menampilkan live perform hanya di live stage, dua stage lainnya menampilkan DJ yang asyik bermain musik. Bagaimana kemeriahan masing masing stage ini dia fotonya.



Suasana makin meriah manakala waktu semakin malam. Semua penonton nge-dance dengan gaya masing masing sesuai alunan musik dari DJ. Bagaimana dengan saya? hanya berdiri manis dan melihat orang yang nge-dance sambil mendengarkan musik DJ yang sangat keras. Pengisi acaranya beragam mulai dari DJ Korea maupun DJ dari luar korea. Masalah namanya saya kurang tahu maklumlah saya hanya pemirsa bukan penggila musik DJ. Sesekali saya berjalan jalan melihat stands sponsor yang berada disamping lokasi. Ada banyak stand yang menyediakan makanana dan minuman,dan tidak ketinggalan stand pernak pernik Ultra Korea 2013.

Saya sendiri tidak sampai selesai karena waktu yang sudah larut malam dan jarak ke asrama saya yang butuh waktu kurang lebih dua jam. Setelah merasa puas dan lumayan lelah saya putuskan untuk menuju pintu keluar. Senang bisa menyaksikan acara ini, terlebih lagi difasilitasi oleh KTO. Ultra Korea memberikan saya hiburan yang lain daripada yang lain. Ini adalah harapan yang terkabulkan karena sebelumnya saya hanya bisa melihat di media dan berbagai iklan tentang Ultra Korea. Mengenai Ultra Korea bisa buka websitenya disini. Sampai jumpa lagi di Ultra Korea 2014.

Tuesday, 18 June 2013

Seoul Walking Tour

Jika anda mempunyai rencana berkeliling Seoul saya sarankan untuk menggunakan Seoul Walking Tour. Karena apa, Seoul Walking Tour sangat membantu wisatawan yang akan berkunjung ke Seoul. Aplikasi ini sangat mudah digunakan dan memberikan banyak informasi tentang destinasi tempat wisata, yang bisa didengarkan ataupun dibaca melalui aplikasi ini. Dengan begitu bagi wisatawan yang akan berkeliling Seoul, aplikasi ini bisa dijadikan guide pada saat jalan jalan di Seoul. Cara mendapatkan Seoul Walking Tour mudah yaitu dengan mengunduh di playstore ataupun appstore dan tentunya gratis.

Saya sendiri telah mencoba menggunakannya langsung pada hari minggu tanggal 16 Juni 2013 untuk berkeliling ke empat tempat di Seoul. Dimulai dari tempat pertama Sichong atau dalam bahasa inggrisnya City Hall aplikasi ini berjalan lancar di handphone saya. Begitu saya keluar dari Seoul City Hall station saya langsung membuka Seoul Walking App untuk mencobanya dan begitu membuka langsung muncul tulisan seperti gambar ini.

Tinggal pilih OK maka akan otomatis muncul informasi mengenai itu tempat. Informasinya bisa dalam bentuk teks dan tulisan tinggal pilih mana yang anda suka. Selain itu ada berbagai foto dari tempat yang dituju dan menu lain seperti informasi pertunjukan dan informasi seputar travel. Seperti foto berikut ini.
Menurut saya aplikasi ini sangat praktis digunakan. Kalau mengenai bahasa tinggal pilih bahasa yang diinginkan karena Seoul Walking Tour dalam beberapa bahasa seperti China, Jepang ataupun Korea.

Puas mencoba di Seoul City Hall saya lanjutkan ke tempat berikutnya yaitu Cheonggye Plaza. Tempat keduapun aplikasi ini berjalan dengan mulus tanpa gangguan. Di Cheonggyo plaza pada waktu itu suasana cukup ramai karena ada event tentang kebugaran wanita sepertinya. Karena waktu itu suhu cukup panas saya duduk sebentar sambil istirahat dan mendengarkan info tentang Cheonggyo Plaza.Entah kenapa setiap kali saya lewat tempat ini saya selalu memfotonya, karena menurut saya tempat ini bagus untuk dicontoh di negara saya.



Setelah istirahat dirasa cukup dilanjutkan ke tempat selanjutnya yaitu Gwanghwamun Plaza dan National of Korean Contemporary History. Dikedua tempat ini aplikasipun berjalan dengan baik. Untuk tempat tempat ini sebelumnya saya sudah pernah berkunjung jadi saya tidak begitu lama dikedua tempat ini. Setelah sukses mencoba Seoul Walking Tour dan mengambil foto saya langsung bergegas pulang.



Jadi tunggu apalagi segara download aplikasinya dan nikmati jalan jalan Seoul dengan mudah tanpa bingung. Bagi yang sudah di Korea bisa langsung dicoba terus bagi yang masih rencana ke Seoul download dulu dan bersabarlah untuk menunggu tiba saatnya ke Seoul. Dijamin tidak bingung dan pastinya puas travelling Seoul with Seoul Walking Tour.